Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki trimester ketiga seperti pada usia kandungan yang ke-34 minggu, Ibu seringkali dilanda rasa tidak nyaman dan khawatir berlebih. Apalagi ketika harus membayangkan proses persalinan (lahiran) yang akan segera dihadapi dalam waktu dekat. Kecemasan-kecemasan akan muncul dan mulai dirasakan (Huliana dalam buku “Panduan Menjalani Kehamilan Sehat”, 2001).

Tapi tenang, kondisi semacam ini normal kok, Bu. Terlebih bila ini merupakan momen pertama Ibu menjalani kehamilan. Ibu bisa saja memiliki berbagai keresahan dan pertanyaan-pertanyaan seperti: Duh, bagaimana jika aku tidak kuat menahan rasa sakit serta nyerinya? Atau bagaimana jika vaginaku nanti robek dan mesti dijahit? Bahkan, Ibu bisa jadi memikirkan apakah nantinya dapat lahiran secara normal atau tidak...

Bisa jadi pikiran-pikiran dan kecemasan tersebut sangat mengganggu dan akhirnya berdampak negatif pada kondisi kesehatan Ibu serta bayi. Padahal, proses melahirkan merupakan salah satu momen alamiah nan berharga bagi seorang perempuan. Jangan sampai ya Bu, rasa cemas berlebihan itu malah merusak momen indah satu ini. Oleh karena itu, berikut ini akan disampaikan lima tips atasi kecemasan jelang persalinan. Yuk Bu, simak baik-baik!

  1. Batasi Mengakses Informasi Bernuansa Negatif

    Selama masa kehamilan usahakan hindari cerita-cerita menyeramkan seputar persalinan yang bisa jadi Ibu dengar dari tetangga atau mungkin rekan kerja. Jika Ibu adalah tipe yang mudah takut, maka sangat tidak disarankan menonton video orang melahirkan. Sebab hal ini bisa jadi malah membuat Ibu trauma untuk menjalani proses persalinan. Coba mulai cek akun-akun yang Ibu ikuti di Instagram, apakah mungkin mengandung informasi atau video semacam itu? Jika iya, ada baiknya segera unfollow, ya Bu!

    Cobalah cari informasi dan dukungan positif dari orang-orang terdekat seperti suami, keluarga atau bahkan dokter kandungan Ibu. Dukungan tersebut sangat berarti untuk membuat Ibu makin optimis menghadapi proses persalinan, lho.

    Artikel Sejenis

  2. Tetap Aktif dan Jaga Pola Hidup Sehat

    Usahakan untuk tetap beraktivitas seperti biasa meski sedang hamil. Ingat ya Bu, hamil itu bukanlah suatu penyakit yang hanya membuat Ibu diam tidur di dalam kamar atau menonton tv saja. Jadi, jangan takut untuk beraktivitas dengan penuh semangat, meski tetap harus menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat seperti mengangkat beban.

    Tetap aktif bergerak di masa kehamilan bisa mendorong produksi hormon kebahagiaan (endorfin) yang mampu usir cemas sehingga membuat proses kelahiran Ibu menjadi lebih mudah. Cobalah untuk mulai rutin jalan-jalan pagi keliling kompleks bersama suami tercinta sambil menghirup udara segar...

    Selain aktif bergerak, Ibu hamil juga harus tetap menjaga pola hidup sehat lho. Salah satunya adalah dengan memastikan untuk selalu mengonsumsi asupan bernutrisi dan penuh gizi. Hal ini penting untuk menjaga Ibu tetap sehat dan bayi dikandungan tumbuh kuat. Dukung kesehatan Ibu dan bayi dengan minum susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA, untuk kebaikan janin dan Mama dengan rasa cokelat yang lezat.

  3. Ikuti Kelas Yoga

    Cara untuk mengatasi kecemasan berlebih pada Ibu hamil adalah melakukan relaksasi. Ibu bisa mulai untuk mengikuti kelas yoga khusus perempuan hamil, lho. Kegiatan ini bisa menjadi sarana relaksasi yang membuat pikiran Ibu menjadi lebih tenang. Emosi yang stabil bermanfaat untuk mendorong Ibu lebih siap menghadapi proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit yang terjadi dalam proses tersebut.

  4. Pilih Dokter atau Bidan yang Cocok

    Yuk, mulai tentukan dokter kandungan atau bidan yang cocok dengan Ibu serta pasangan. Pilihan dokter atau bidan yang mampu memberikan rasa nyaman, baik dari segi cara penanganan pasien maupun pemberian saran saat konsultasi. Cara ini berguna untuk membuat Ibu lebih tenang dan mantap hadapi proses persalinan.

  5. Pahami Tubuh dan Bayi Ibu

    Saat hamil cobalah untuk memahami tubuh Ibu dan bayi yang di dalam kandungan. Mungkin banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Ibu semenjak hamil baik dari segi fisik maupun psikis. Anggap saja tiap sakit yang mungkin dirasakan sebagai bonus dari Tuhan dalam rangka menanti hadiah terindah: si Kecil.

    Coba juga untuk mulai intens menjalin kedekatan emosional dengan bayi dalam kandungan. Sering-seringlah ajak mengobrol, berdoa bersama, serta rasakan dan resapi tiap gerakannya di perut Ibu. Cara ini bisa membuat Ibu dan bayi semakin terhubung serta saling percaya bahwa nantinya bisa menjadi partner kerjasama yang baik saat proses lahiran. Ibu pun akhirnya bisa lebih pasrah dalam menghadapi persalinan.

Demikian ya Bu, semoga tips-tips ini bermanfaat. Bagaimana Bu, sudah mulai siap kan untuk sambut kehadiran si Kecil dengan penuh sukacita?