Whatsapp Share Like
Simpan

Idealnya, si Kecil memiliki berat badan tidak kurang dari 2500 gram dan panjang badan si Kecil tidak kurang dari 48 cm. Hal inilah alasan mengapa si Kecil harus ditimbang berat dan diukur panjang tubuhnya ketika baru lahir. Ibu harus rutin mengukur berat dan panjang tubuh si Kecil agar bisa memastikan apakah si Kecil tumbuh normal atau tidak. Si Kecil dikatakan bertumbuh jika berat badan dan tingginya terus bertambah.

Pertumbuhan berat dan tinggi badan si Kecil dipengaruhi sejak ia berada dalam kandungan. Nutrisi yang Ibu peroleh dan konsumsi selama masa kehamilan sangat mempengaruhi nutrisi yang diterima si Kecil. Agar si Kecil tumbuh dengan berat dan tinggi badan yang sesuai, Ibu disarankan mengonsumsi makanan bergizi ketika mengandung.

Namun jika si Kecil kekurangan gizi pasca kelahiran, Ibu masih bisa memperbaikinya di dua tahun awal pertumbuhan si Kecil. Ibu harus menjaga agar berat badan si Kecil bertambah dari waktu ke waktu. Tapi Ibu harus juga memperhatikan jangan sampai si Kecil mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Sejak dilahirkan ke dunia, si Kecil harus mengonsumsi ASI saja hingga usia 6 bulan. Jangan buang tetes ASI pertama Ibu karena mengandung kolostrum yang kaya akan zat kekebalan tubuh. Berdasarkan Peraturan Pemerintah PP 33 tahun 2012, disebutkan larangan pemberian susu pertumbuhan bagi bayi usia 0-6 bulan, apalagi bayi baru lahir. Jika si Kecil diberikan ASI dalam 6 bulan pertama kelahirannya maka si Kecil akan tumbuh sehat dan kuat. Setelah usia 6 bulan si Kecil bisa diberikan MPASI yang baik dan berguna untuk tumbuh kembangnya.

Lalu apa yang dapat Ibu lakukan untuk membuat berat badan si Kecil sesuai atau ideal? Pertama, Ibu bisa memperhatikan makanan yang diterima si Kecil. Seperti disebutkan di atas pada usia 0-6 bulan si Kecil harus menerima ASI eksklusif. ASI adalah makanan terbaik untuk si Kecil. ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi yang sesuai untuk pertumbuhan, kekebalan tubuh, mencegah berbagai penyakit, serta untuk kecerdasan si Kecil. Berikan ASI hingga usia 2 tahun, namun setelah usia 6 bulan pemberian ASI dibarengi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Artikel Sejenis

MPASI merupakan makanan lumat yang diberikan secara bertahap, mula-mula 2 kali berangsur hingga 3 kali dalam sehari. Jumlahnya tidak perlu banyak karena masih dalam tahap perkenalan makanan kepada si Kecil. Kenalkan buah atau sari buah 2 kali sehari sedikit demi sedikit. Perhatikan juga kandungan gizi dari MPASI yang Ibu berikan.

Untuk menjaga berat badan si Kecil ideal Ibu haru mengatur pola makan si Kecil. Usia 0-6 bulan berikan ASI saja. Usia 6-9 bulan tetap berikan ASI ditambah MPASI seperti bubur susu atau bubur tim yang dilumat. Memasuki usia 9-11 bulan berikan ASI dan MPASI yang lebih padat seperti bubur nasi, nasi tim, dan nasi lembek. Pada usia 1-2 tahun Ibu sudah bisa memberikan makanan keluarga (makanan yang dicincang atau dihaluskan 3-4 kali sehari). Setelah usia 2-3 tahun si Kecil mengonsumsi makanan keluarga ditambah makanan selingan 2 kali sehari.

Perhatikan terus tumbuh kembang si Kecil secara teratur. Bawalah si Kecil ke posyandu untuk ditimbang, dapatkan kapsul vitamin A, imunisasi, stimulasi tumbuh kembang, dan periksa kesehatan. Menimbang berat badan si Kecil bisa memantau pertumbuhannya sehingga dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk. Bila si Kecil ditimbang namun berat badannya tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut atau turun, bawalah si Kecil ke dokter atau puskesmas.

Berikan makanan bergizi sesuai kelompok umur si Kecil, agar tumbuh menjadi anak yang kuat dan pintar. Saat memasak makanan untuk si Kecil gunakanlah garam beryodium. Pemberian vitamin untuk pertumbuhan si Kecil juga sangat penting. Berikanlah makanan yang mengandung vitamin A. Ibu bisa memperoleh vitamin A dari sayur-sayuran berwarna hijau (bayam dan daun katuk), buah-buahan segar berwarna cerah (pepaya, tomat, wortel dan mangga) serta sumber hewani (telur, hati dan ikan). Vitamin A membuat mata sehat, tubuh kuat dan mencegah kebutaan.

Ibu bisa meminta daftar acuan pertumbuhan berat dan tinggi si Kecil ke Posyandu atau dokter. Amati pertumbuhan si Kecil melalui daftar tersebut. Jika pertumbuhan lingkar kepala dan tinggi badan si Kecil tidak sesuai Ibu bisa konsultasi dengan dokter. Berikan makanan bergizi agar si Kecil tumbuh sehat dan kuat.