Whatsapp Share Like
Simpan

Kembung adalah kondisi dimana perut terasa keras, sering bersendawa, sering kentut, dan sulit buang air besar. Pada sebagian besar orang, kondisi kembung ini seringkali dianggap sebagai hal yang wajar terjadi dan tidak berbahaya. Akan tetapi, pada beberapa kasus kondisi kembung bisa menjadi salah satu indikasi penyakit lain yang lebih serius. Sehingga sebagai orang tua, ketika mengetahui si Kecil sedang kembung sebaiknya segera mencari solusinya. Jauh lebih baik jika Ibu mengantisipasi supaya si Kecil tidak kembung.

Khususnya pada bayi 0-2 bulan, kembung terjadi biasanya karena saluran cernanya masih beradaptasi dan belum dapat berfungsi secara sempurna. Nah, untuk mengantisipasi si Kecil kembung sebaiknya Ibu tahu apa saja yang dapat menyebabkan kembung.

  • Menangis terlalu lama
    Meskipun menangis adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh bayi, akan tetapi ketika menangis terlalu lama akan membuat udara yang masuk ke perut akan semakin banyak, hal inilah yang dapat menyebabkan kembung.

  • Makanan yang dikonsumsi Ibu
    Asupan pada bayi usia 0-2 bulan sangat bergantung dengan ASI yang diberikan Ibu. Nah, makanan yang dikonsumsi oleh Ibupun juga akan memiliki pengaruh terhadap kualitas ASI yang diberikan kepada si Kecil. Terdapat beberapa makanan yang dapat membuat kembung yaitu, kubis, kembang kol, bawang, kentang, dan brokoli. Ibu perlu memerhatikan asupan makanan. Bukan berarti tidak boleh mengonsumsi bahan makanan tersebut, namun Ibu bisa mengurangi konsumsinya.
  • Dot bayi
    Bayi yang meminum susu pertumbuhan, ia akan meminum melalui dot botol. Ibu haruslah teliti dalam memilih dot mana yang akan diberikan kepada si Kecil. Karena dot pun bisa memengaruhi udara yang masuk ke dalam perut si Kecil. Jika terlalu banyak udara yang masuk, kemungkinan besar si Kecil akan mengalami kembung akan semakin tinggi.
  • Salah posisi saat menyusui
    Perhatikan posisi payudara Ibu dan botol minum si Kecil. Jika Ibu salah menempatkan atau kurang pas, akan memberikan kesempatan udara di sekitar bisa masuk ke perut si Kecil dan menyebabkan kembung.
  • Sistem pencernaan yang belum sempurna
    Bayi usia 0-2 bulan masih sangat rentan dan memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Si Kecil masih belajar untuk mengolah makanan, gas di dalam perut dan feses dengan baik. Begitupun dengan kondisi usus yang menghasilkan bakteri baik untuk keseimbangan pencernaan. Hal tersebut masih belum dapat diproduksi dalam sistem pencernaan si Kecil. Sehingga dapat membuat si Kecil mudah terkena kembung.

Cara mengatasi kembung

Ibu tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi kembung yang dialami oleh si kecil. Ada beberapa cara yang dapat membantu si Kecil mengatasi kembung.

  • Perbaiki posisi menyusui
    Supaya udara di sekitar tidak banyak masuk ke perut si Kecil, sebaiknya Ibu memposisikan kepala si Kecil lebih tinggi dari perutnya saat menyusui, atau dinaikkan sedikit seperti posisi akan duduk. Hal ini akan membantu susu langsung masuk ke perut, dan udara akan bergerak ke atas sehingga memudahkan si Kecil bersendawa.
  • Bantulah si Kecil untuk bersendawa
    Sendawa adalah hal yang penting untuk bayi. Karena dapat membantu mendorong udara yang terlalu banyak masuk ke dalam perutnya. Caranya adalah dengan memposisikan si Kecil pada posisi duduk dengan digoyang lembut. Selain itu Ibu bisa juga menggendong dengan tegak di atas bahu untuk membantu si Kecil bersendawa.
  • Tengkurap
    Cara paling sederhana adalah dengan memosisikan si Kecil dalam posisi tengkurap. Tengkurap selain dapat dijadikan sarana untuk menguatkan sensor motorik dan sensori, ternyata tengkurap juga dapat mengurangi kondisi kembung si Kecil. Hal tersebut dikarenakan pada posisi tengkurap dapat mempercepat gas yang masuk di perut dengan lebih cepat.
  • Pijat lembut
    Ibu bisa memijat dengan lembut dan perlahan memakai gerakan searah jarum jam. Dengan posisi tengkurap usaplah perut dan punggung si Kecil untuk membantu mengeluarkan gas dari perutnya. Selain itu si Kecil juga dapat dipijat dengan menggunakan gerakan seperti mengayun sepeda. Caranya dengan mengayunkan kaki si Kecil seperti sedang bersepeda.
  • Hangatkan perut si Kecil
    Tidak perlu khawatir jika si Kecil terlanjur kembung, Ibu bisa menggunakan kain hangat yang ditaruh di atas perut si Kecil atau dengan menggunakan minyak telon. Dari minyak tersebut akan keluar rasa hangat yang akan memberi kenyamanan pada si Kecil.


Perut kembung meskipun hal ini normal terjadi, namun sebaiknya Ibu tetap peduli dengan kondisi si Kecil secara detail. Perut kembung bisa mengindikasikan penyakit serius jika dibarengi dengan sulit buang air besar, muntah, demam, dan rewel, sebaiknya periksakan ke petugas medis. Kenali setiap keluhan si Kecil, Ibu perlu ekstra teliti untuk melihat kondisi si Kecil.