Whatsapp Share Like
Simpan

Aktivitas fisik, menjadi kebutuhan untuk anak usia dini. Meski kini tren yang beredar luas adalah memberikan anak gadget agar anak tidak rewel, namun nyatanya hal ini tidak berdampak baik. Pada usia di bawah lima tahun, aktivitas fisik menjadi kebutuhan demi optimalnya tumbuh kembang, baik fisik maupun kemampuan kognitifnya.

Pada usia ini, setidaknya si Kecil memerlukan aktivitas fisik yang intens sekitar satu hingga dua jam, tergantung usia si Kecil. Sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan fisik yang optimal, memerlukan rangsangan berkelanjutan, agar terbangun dengan baik pula. Pembiasaan pola hidup sehat menjadi penting mengingat berbagai terpaan tren pola hidup yang mengutamakan ‘asal si Kecil tidak rewel’.

Pola hidup sehat bisa diawali dengan mengurangi jam duduk. Memang, duduk diperlukan untuk mengistirahatkan fisik setelah beraktivitas. Namun seberapa banyak jam duduk yang si Kecil alami jika hanya bermain dengan gadget-nya saja sepanjang hari? Tidak hanya untuk si Kecil, duduk yang terlalu lama bahkan berdampak buruk untuk orang dewasa sekalipun.

Usia dini si Kecil adalah usia dimana pertumbuhan dan perkembangan fisik sedang benar-benar signifikan. Pertumbuhan ini, harus dioptimalkan agar tumbuh kembangnya tidak kurang suatu apapun. Oleh sebab itu, ‘jam duduk’ yang terlalu banyak sangat disarankan untuk dikurangi. Pada studi terbaru, periode duduk pasif yang masih dapat ditolerir oleh badan si Kecil adalah sekitar dua jam perhari.

Bergerak Lebih Banyak

Gerak yang wajarnya dilakukan si Kecil pada usia tiga hingga tujuh tahun minimal adalah 60 menit setiap hari. Tentu, aktivitas gerak ini tidak dilakukan untuk sekali waktu, namun bisa diakumulasikan pada berbagai kegiatan. Si Kecil bisa beraktivitas di taman, bermain dengan temannya, atau beraktivitas di alam terbuka secara rutin untuk memenuhi kebutuhan geraknya.

Artikel Sejenis

Aktivitas fisik lain yang bisa dilakukan si Kecil, dan tentu dengan pengawasan Ibu, adalah berjalan cepat, mengendarai sepeda roda tiganya, berlari, olahraga ringan, memanjat monkey bars, senam, dan aktivitas apapun yang mengharuskan si Kecil bergerak hingga berkeringat. Keringat yang muncul ini bisa jadi tanda bahwa tubuh si Kecil benar-benar aktif bergerak, sehingga rangsangan yang diterima setiap bagian tubuhnya maksimal.

Keuntungan Aktivitas Fisik Rutin

Seperti yang telah selalu diungkapkan, aktivitas fisik sangat diperlukan untuk optimalnya tumbuh kembang fisik si Kecil. Gerak aktif akan mengakibatkan si Kecil bernafas lebih cepat dan detak jantungnya lebih tinggi temponya. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh si Kecil antara lain adalah :

  • Mengembangkan kesehatan tulang, otot dan sendi.
  • Meningkatkan kekuatan jantung dan peru-peru.
  • Koordinasi tubuh, kekuatan dan kontrol otot akan meningkat.
  • Pertumbuhan tinggi badan optimal.
  • Badan semakin fleksibel atau lentur.
  • Meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh si Kecil.
  • Peningkatan fungsi otak, meningkatkan konsentrasi dan kemampuan berfikir.
  • Meminimalisir potensi terjangkitnya penyakit kronis.

Durasi Aktivitas Fisik yang Diperlukan

Setiap batas usia tertentu, si Kecil membutuhkan aktivitas fisik dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Memang ini bukan berarti menjadi patokan yang harus ditepati oleh Ibu dalam memberikan aktivitas fisik untuk si Kecil. Namun keterangan di bawah ini bisa jadi perkiraan, berapa lama aktivitas fisik yang diperlukan si Kecil pada rentang usia tertentu.

  • Usia 0 hingga 1 tahun: aktivitas fisik yang diperlukan pada usia ini sebenarnya tidak ada patokan waktu tertentu. Selama si Kecil bisa bergerak bebas, pada area yang aman, aktivitas fisik akan cukup.
  • Usia 1 hingga 5 tahun: pada usia ini, aktivitas fisik yang diperlukan oleh si Kecil adalah sekitar tiga jam secara kumulatif. Kombinasikan berbagai aktivitas fisik agar si Kecil tidak cepat bosan.
  • Usia 5 hingga 12 tahun: semakin usianya bertambah, maka kebutuhan aktivitas fisiknya akan sedikit demi sedikit berkurang. Kisaran aktivitas fisik yang diperlukan adalah sekitar 60 menit saja setiap harinya.

Berbeda dengan aktivitas fisik yang semakin lama akan semakin berkurang kebutuhannya, untuk ‘jam duduk’ atau aktivitas pasif di depan layar gadget-nya akan berbalik. Pada usia di atas 5 tahun, maksimal adalah dua jam. Pada usia 2 hingga 5 tahun, maksimal 1 jam, dan pada usia di bawah dua tahun, sangat disarankan untuk tidak memberikan gadget pada si Kecil.

Aktivitas fisik selalu jadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi demi optimalnya tumbuh kembang si Kecil pada usia dini. Ibu dapat memilihkan aktivitas apa yang kira-kira disukai si Kecil, sehingga si Kecil juga bisa memenuhi kebutuhan gerak fisiknya dengan bahagia.

Beragam manfaat yang bisa didapatkan dari aktivitas fisik tentu bisa dirasakan oleh si Kecil ketika dalam masa pertumbuhan inn. Selalu dampingi si Kecil dan pastikan si Kecil beraktivitas dengan aman pada area yang higienis, guna memastikan kesehatannya secara keseluruhan.