Whatsapp Share Like
Simpan

Seperti Ibu, si kecil juga membutuhkan camilan sebagai pendamping makanan utamanya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menyarankan pemberian camilan sehat untuk bayi di sela-sela waktu makan utama. Camilan sehat yang diberikan juga menjadi solusi pemenuhan nutrisi bagi bayi. Namun kondisi bayi yang masih sensitif dan rentan membuat Ibu harus cermat dalam memilih. Jangan sampai pemilihan camilan yang salah justru mengganggu tumbuh kembang si kecil. Jika bingung menentukan camilan tepat untuk bayi, Ibu bisa mengikuti sembilan tips berikut ini.

  1. Bertekstur Lembut

    Karena pencernaan bayi yang belum optimal, Ibu harus ekstra hati-hati memberi camilan kepada si Kecil. Pilihlah camilan dengan tekstur yang lembut, tidak keras, dan mudah meleleh di mulut anak sehingga lebih mudah dicerna. Namun seiring bertambahnya usia si Kecil, usahakan untuk mengubah tekstur camilan secara perlahan agar si Kecil bisa berlatih dan kemampuan mengunyahnya meningkat.

  2. Perhatikan Kandungan Serat dan Air

    Perlu diperhatikan oleh Ibu bahwa kandungan serat yang tinggi untuk melancarkan pencernaan hanya berlaku untuk orang dewasa. Serat yang tinggi pada camilan justru akan menyulitkan si Kecil karena pencernaannya masih belum siap. Ini bisa saja menyebabkan sembelit pada si Kecil. Di awal-awal si Kecil bisa mengonsumsi MPASI dan camilan, seimbangkan dengan makanan yang tinggi kandungan airnya. Karena makanan tersebut masih memiliki tekstur yang hampir sama dengan ASI.

  3. Mudah dibuat

    Ibu sebaiknya memberikan camilan yang mudah dibuat untuk si Kecil. Selain Ibu bisa menghemat waktu dan tidak kerepotan untuk membuat, ini juga akan mencegah Ibu membeli camilan instan untuk bayi. Selain itu camilan yang simpel membuat si kecil tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan makanannya.

  4. Kaya Nutrisi

    Di masa pertumbuhan, si Kecil tidak hanya butuh makanan dengan kuantitas banyak tetapi juga kualitas nutrisi yang tinggi. Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil antara lain protein untuk pertumbuhan jaringan, vitamin yang membantu perkembangan fisik dan mental, karbohidrat sebagai sumber energi, kalsium agar tulang dan gigi bayi tumbuh kuat, antioksidan sebagai penangkal penyakit, serta mineral lainnya.

    Artikel Sejenis

  5. Rendah Gula dan Lemak

    Makanan yang banyak mengandung gula dan lemak hanya akan menambah kalori pada si Kecil. Kalori pada gula tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulutnya. Sementara terlalu banyak gula dan lemak bisa menyebabkan kegemukan dan berujung pada obesitas. Bagi bayi yang rentan akan obesitas, berikan camilan berupa buah potong karena memiliki pemanis alami yang tidak berlebihan. Selain itu, menghindari pemberian gula terlalu tinggi juga agar si Kecil tidak membiasakan diri mengonsumsi makanan manis yang berlebih. Ini akan menghindarkan si Kecil dari menolak makanan bergizi dengan rasa yang lebih hambar.

  6. Tanpa Pengawet

    Penggunaan pengawet makanan dapat mengganggu sistem metabolisme si Kecil yang berdampak pada stabilitas tumbuh kembangnya. Usahakan untuk memberikan si Kecil camilan yang Ibu buat sendiri di rumah. Membuat camilan untuk si Kecil memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang lebih. Namun gizi camilan yang dihidangkan jauh lebih terjamin dari camilan instan yang biasa dijual di pasaran.

  7. Sesuai dengan Usia

    Pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan makanan. Oleh karena itu dianjurkan untuk memberikan camilan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuannya. Apabila si Kecil sudah mulai terbiasa dan mampu mencerna suatu makanan, pemberian makan bisa ditingkatkan baik dari segi rasa maupun tekstur. Usia 6-8 bulan si Kecil biasanya masih mengonsumsi camilan yang bertekstur lembut. Di usia 9-11 Ibu bisa memberikan menu camilan yang bertekstur sedikit lebih kasar, contohnya potongan tahu atau brokoli yang sudah dikukus. Barulah pada usia 12 bulan Ibu mulai memberikan biskuit dengan tekstur yang lebih kasar untuk melatih si Kecil mengunyah.

  8. Bisa Menstimulasi Perkembangan

    Selain memenuhi gizi si Kecil, berikan juga makanan yang sekaligus bisa menstimulasi perkembangan organ lainnya. Contohnya pemberian biskuit untuk menstimulasi jari dan tangan atau makanan camilan bertekstur sedikit keras untuk menstimulasi pertumbuhan dan penggunaan gigi.

  9. Higienis

    Satu hal terpenting adalah memastikan camilan si Kecil bersih dan higienis. Makanan yang tidak higienis bisa menyebabkan penyakit dan gangguan pencernaan pada si Kecil.

Setelah hal-hal di atas terpenuhi lengkapi juga dengan pemberian pola makan yang baik sejak dini. Ibu harus menetapkan jadwal konsumsi camilan secara teratur. Pemberian camilan si Kecil disarankan untuk diberikan di antara makan pagi dan siang serta makan pagi dan malam. Pemberian camilan juga diusahakan tidak berlebihan agar tidak mengurangi kuantitas makanan utama si Kecil.