Whatsapp Share Like
Simpan

Bergerak aktif pada usia 2 tahun merupakan tanda bahwa si Kecil tumbuh sehat. Akan tetapi, si Kecil bisa mengalami berbagai cedera dan benturan ketika aktif bermain. Kadang, si Kecil mengabaikan rasa sakit lalu bermain lagi setelah mengalami benturan. Padahal nantinya bekas benturan tersebut dapat berubah menjadi lebam. Nah, berikut ini merupakan 7 cara sederhana untuk mengatasi lebam pada tubuh si Kecil. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

  1. Ketahui penyebab lebam

    Sebelum melakukan upaya untuk mengatasi lebam pada tubuh si Kecil, sebaiknya Ibu mencari tahu terlebih dahulu tentang penyebabnya. Jika lebam muncul karena terjadinya benturan, dalam beberapa hari lebam tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, lebam yang ada sangatlah mengganggu bagi si Kecil karena terasa sakit jika tersentuh. Misalnya, si Kecil memar di bagian lutut. Ibu dapat membantu mencegah pembengkakan serta darah terkumpul di bagian yang cedera. Caranya adalah baringkan si Kecil dengan posisi telentang lalu angkat kakinya lebih tinggi dari jantung.

  2. Kompres dengan es batu

    Selanjutnya, Ibu bisa mengatasi memar pada tubuh si Kecil dengan cara mengompres air es. Caranya sangat mudah, kok. Pertama, siapkan lap dan baskom berisi air es. Kedua, celupkan kain ke dalam baskom dan peraslah. Ketiga, Ibu dapat mengompres bagian yang terkena benturan di tubuh si Kecil selama kurang lebih 10 menit.

  3. Memberi obat pereda nyeri

    Si Kecil biasanya tidak bisa menjelaskan dengan rinci mengenai rasa sakit yang ia alami. Apabila terjadi benturan hingga menunjukkan tanda lebam, bisa dipastikan bagian tubuh yang terbentur tersebut terasa sakit. Untuk membantu mengurangi rasa sakit pada lebam di tubuh yaitu dengan memberi obat pereda nyeri pada si Kecil. Pastikan Ibu memberi sesuai dosis dan usianya, ya.

  4. Ajak agar beristirahat

    Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi lebam pada tubuh si Kecil yaitu memintanya untuk beristirahat dengan cukup. Apabila si Kecil beristirahat dengan cukup dan nyenyak, tubuhnya akan menjadi lebih kuat dan sehat. Dengan begitu, kondisi lebam yang ia alami akan teratasi dengan lebih cepat.

  5. Gunakan cuka dingin

    Ibu juga bisa mengatasi lebam pada tubuh si Kecil dengan bahan alami yaitu cuka. Mengapa bisa demikian? Cuka memiliki manfaat untuk melancarkan aliran darah pada area yang memar sehingga mempercepat proses penyembuhannya. Berikut langkah-langkah penggunaan cuka sebagai obat memar. Pertama, tuanglah cuka ke dalam tempat kecil. Kedua, masukkan ke dalam mesin pendingin hingga beku. Ketiga, kompres bagian yang memar dengan cuka yang sudah menggumpal menjadi es. Cara ini cukup efektif untuk menghilangkan lebam pada tubuh si Kecil.

  6. Beri salep tambahan

    Agar lebam pada tubuh si Kecil cepat hilang dan sembuh, Ibu dapat memberikan salep khusus untuk menghilangkan lebam. Belilah di apotek terdekat. Pemberian salep ini cukup efektif membantu mengatasi lebam yang terjadi akibat benturan. Oleskan secara teratur sehingga hasilnya dapat dirasakan dengan cepat oleh si Kecil.

  7. Hubungi dokter

    Lebam yang muncul karena terjadinya benturan adalah biasa. Akan tetapi, jika lebam di tubuh si Kecil muncul tanpa sebab maka Ibu harus waspada. Bisa saja hal itu merupakan gejala penyakit Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP). Penyakit ini merupakan suatu kelainan darah yang berhubungan dengan sistem imun. Penderita penyakit ini mengalami penurunan trombosit secara drastis sehingga menimbulkan pendarahan. Oleh karena itu, apabila lebam muncul tanpa sebab pada tubuh si Kecil sebaiknya Ibu segera menghubungi dokter.

Untuk mencegah lebam terjadi, usahakanlah si Kecil tidak terbentur oleh sesuatu ketika bermain. Usia 2 tahun merupakan masa yang cukup aktif karena tumbuh kembang si Kecil sedang berjalan pesat. Si Kecil yang kekurangan nutrisi akan menjadi sulit fokus sehingga sering terbentur lalu menimbulkan lebam.

Ibu dapat membantu mengatasi hal tersebut dengan memberikan tambahan asupan nutrisi berupa susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag 123 PRIMANUTRI. Terdapat kandungan vitamin A, C, E, Seng, Selenium, dan Serat Pangan Inulin yang berperan menjaga si Kecil selalu kuat.