Whatsapp Share Like
Simpan

Diabetes dikenal sebagai awal dari banyak penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Bahkan, saat ini diabetes dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit” karena pengaruhnya yang bisa menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Saat ini, diabetes tidak hanya menyasar orang lanjut usia, melainkan pada rentang usia dewasa aktif. Dengan fakta tersebut, lantas bagaimana wanita dengan diabetes ingin melakukan program kehamilan?

Untungnya, diabetes bukanlah penyakit yang tidak bisa dikendalikan. Dengan melakukan perencanaan yang matang, maka wanita dengan diabetes pun dapat melangsungkan kehamilan dengan aman seperti yang dijabarkan berikut.

Rencana Kehamilan

Pada wanita dengan riwayat diabetes, untuk dapat melangsungkan program kehamilan dengan aman disarankan untuk merencanakan kehamilan terlebih dahulu. Setidaknya, perlu dilakukan konsultasi rutin terhadap dokter ahli diabetes, 3 sampai 6 bulan sebelum menjalani program kehamilan. Dalam periode ini, dokter perlu melihat adanya pengaruh diabetes pada tubuh, merencanakan strategi untuk dapat mengontrol gula darah, mengatur obat-obatan apa yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan, dan penjadwalan rencana konsultasi ke depannya.

Dalam merencanakan hal ini, dokter juga akan mengontrol berat badan bagi wanita dengan berat berlebih. Selanjutnya, mereka dokter akan merekomendasikan strategi yang tepat untuk mengurangi berat badan sebelum melakukan program kehamilan sebagai bagian dari program mengontrol gula darah.

Rutin Periksa ke Dokter Setelah Hamil

Perlu ditekankan, bagi wanita dengan penyakit diabetes, perencanaan dan konsultasi rutin dengan dokter merupakan hal yang sangat penting untuk mempersiapkan secara fisik dan mental saat menjalankan program kehamilan. Hal ini disebabkan, diabetes yang diabaikan pada masa kehamilan dapat menyebabkan anak lahir dengan kekurangan tertentu seperti cacat lahir. Oleh sebab tersebut, perlu adanya peran dokter untuk memantau kesehatan janin dengan cara konsultasi rutin. Keuntungan lain dari rutin melakukan konsultasi adalah, jika selama masa kehamilan ditemukan masalah kesehatan, dokter bisa melakukan deteksi lebih dini dan bisa memberikan penanganan lebih cepat dan tepat. Hal ini pun tidak terlepas dari kebutuhan obat-obatan dari wanita hamil. Umumnya orang dengan diabetes memerlukan insulin tambahan dan jika ini diperlukan oleh ibu hamil dengan riwayat diabetes, maka dokter dapat memberikan petunjuk untuk mengontrol gula darah dengan bantuan insulin.

Artikel Sejenis

Makan Makanan Sehat

Pada saat hamil, kadar gula darah pada wanita akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan diabetes gestasional, meskipun wanita tersebut tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Oleh karena itu, perencanaan makanan mutlak diperlukan demi mengontrol kadar gula darah pada wanita hamil dan mengontrol diabetes gestasional agar tidak memicu terjadinya komplikasi lain. Beberapa asupan gizi yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dengan diabetes gestasional meliputi, karbohidrat, protein, lemak, dan produk susu. Pada karbohidrat, disarankan yang berasal dari gandum utuh, seperti beras merah dan hindari makanan tepung olahan, seperti roti tawar atau mi. Untuk protein, sebaiknya yang berasal dari daging, ayam, dan ikan. Perlu diingat, hanya dagingnya saja yang boleh dikonsumsi sehingga bagian lain seperti kulit sebaiknya dihindari.

Untuk lemak, sebaiknya yang bersumber dari alpukat, kacang, atau minyak zaitun dan hindari penggunaan mentega yang bersumber dari hewan. Pada produk susu yang boleh dikonsumsi, sebaiknya susu yang rendah lemak. Beberapa bentuk produk susu lain yang bisa dikonsumsi seperti yogurt atau susu ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan rasa cokelat yang lezat dapat mendukung asupan nutrisi ibu selama periode kehamilan dan menyusui.

Olahraga Teratur

Tidak hanya untuk wanita hamil, olahraga secara rutin adalah salah satu cara efektif untuk dapat mengendalikan diabetes. Disarankan bagi wanita dengan diabetes, setidaknya melakukan 30 menit olahraga selama 5 hari dalam seminggu. Beberapa aktivitas olahraga yang aman dilakukan untuk wanita hamil seperti gerak jalan singkat, berenang, atau bahkan yoga.

Akan tetapi, sebelum merutinkan olahraga disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter mengenai jenis olahraga yang aman dilakukan. Hal ini disebabkan kondisi fisik wanita memiliki karakteristik berbeda-beda terutama mereka yang sedang pada periode hamil.

Diabetes memang dikenal sebagai penyakit yang berbahaya. Namun kondisi tersebut tidak perlu dicemaskan karena dengan kontrol yang baik maka diabetes tidak akan memberikan dampak buruk. Begitu pun pada wanita dengan riwayat diabetes, tidak perlu takut untuk melaksanakan program hamil. Dengan melakukan perencanaan kehamilan dengan matang, ruting konsultasi ke dokter, mengonsumsi makan-makanan yang aman untuk diabetes, ditambah olahraga teratur, maka masa kehamilan akan menyenangkan tanpa takut akan masalah gula darah.