Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi pada satu tahun pertama sedang bertumbuh dan berkembang dengan pesat. Ibu harus terus memberikan ASI serta memperhatikan setiap perkembangan si Kecil setiap bulan, agar bisa segera mendeteksi gangguan pada si Kecil sejak dini. Perkembangan masing-masing bayi dalam memberikan respon biasanya ada yang lebih cepat atau lambat dari waktu yang seharusnya. Ibu tidak perlu khawatir dan membandingkan jika si Kecil belum memberikan respon seperti bayi lain, asalkan tidak melebihi batas waktu. Berikut tahap pencapaian si Kecil yang perlu diperhatikan.

  1. Bayi usia 1-2 bulan, sudah mulai kontak mata
    Ibu bisa memeriksa apakah si Kecil sudah pintar untuk kontak mata dan saling bertatapan dengan jarak yang dekat. Kemudian tatap mata si Kecil dan coba memulai kontak mata. Pada usia 2 bulan, penglihatan bayi belum berkembang dengan sempurna dan harus melihat dalam jarak dekat. Ibu juga bisa memeriksa penglihatan si Kecil dengan mencoba menggoyangkan mainan di depan wajah. Cobalah menggeser mainan ke kanan dan ke kiri dan perhatikan bola mata si Kecil. Ibu sebaiknya memilih mainan yang memiliki warna kontras tinggi misalnya hitam dan putih. Hal ini dikarenakan, pada usia 1-2 bulan si Kecil belum terlalu bisa membedakan warna, sehingga warna yang kontras lebih menarik perhatiannya. Normalnya si Kecil akan melihat benda tersebut dan mengikuti gerakan mainan tersebut. Latih dan pantau terus kemampuan melihat si Kecil, hingga ia mulai pintar menggerakan matanya sesuai objek. Namun jika si Kecil masih belum mampu untuk membuat kontak mata hingga usia 3 bulan, Ibu sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
  2. Bayi usia 2 bulan, sudah mulai tersenyum
    Si Kecil akan mulai memberikan senyuman pertamanya antara 1,5 - 3 bulan atau 6 dan 12 minggu. Ibu harus bisa membedakan antara senyuman si Kecil yang muncul karena respon dari orang terdekat atau hanya refleks. Senyum refleks pada si Kecil cenderung lebih singkat dan terjadi secara acak, misalnya ketika ia sedang tidur atau lelah. Senyum respon dari orang terdekat muncul setelah si Kecil melihat wajah Ibu, mendengar suara nada tinggi dari saudara kandungnya, atau sedang diajak bercanda. Senyum respon terjadi karena si Kecil sudah pintar dan memproses stimulus dari orang terdekat dan membalas dengan senyuman. Perhatikan dan ajak komunikasi si Kecil secara terus menerus. Jika si Kecil masih belum bisa memberikan senyum respon hingga usia 6 bulan, segera bawa si Kecil ke dokter untuk memastikan perkembangannya.
  3. Bayi usia 3-4 bulan, sudah mulai berceloteh
    Memasuki usia 3-4 bulan si Kecil biasanya sudah mulai pintar berceloteh dan akan terus berlanjut sampai usia 6-8 bulan. Jika si Kecil sudah mulai ikut berceloteh, segera beri respon padanya agar ia semakin pintar dan lebih bersemangat berceloteh lagi. Ibu juga harus hindarkan anak dari TV dan gadget karena dapat menghambat keinginan untuk berceloteh. Apabila di usia 5-6 bulan si Kecil masih belum berceloteh, sebaiknya bawa kontrol ke dokter anak kembali agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  4. Bayi usia 3 hingga 4 bulan, sudah bisa mendengar
    Pada saat lahir, si Kecil sesungguhnya sudah terlahir dengan kemampuan mendengar. Telinga bagian dalam mulai berkembang secara sempurna sejak kehamilan hingga memasuki minggu ke-20. Pada usia 3-4 bulan, cobalah Ibu untuk menyebut namanya. Biasanya si Kecil sudah pintar untuk mengetahui namanya dan mulai menunjukkan respon. Si Kecil juga seharusnya sudah mengenali suara Ibu, terutama jika sering mengajaknya berkomunikasi sejak ia di dalam kandungan. Jika si Kecil tidak merespon suara-suara keras atau suara berisik dengan reaksi terkejut dan menangis atau selama satu bulan pertamanya, segera konsultasikan kepada dokter anak. Sebenarnya sangatlah jarang bagi bayi untuk memiliki masalah pendengaran. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang perlu diperhatikan jika si Kecil diharuskan masuk ke unit neonatal setelah lahir atau lahir prematur. Ibu juga perlu memperhatikan riwayat kehilangan pendengaran dalam keluarga karena bisa menjadi faktor masalah pendengaran si Kecil.


Perlu ditekankan sekali lagi perkembangan si Kecil bersifat unik dan tidak dapat disamakan dengan yang lain. Namun jika ada hal yang dikhawatirkan dari perkembangannya, Ibu bisa memeriksakan si Kecil ke dokter. Ibu juga terus berikan si Kecil ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memaksimalkan kepintaran kognitif dan fisiknya.