Share Like
Simpan

Dalam menyiapkan kehamilan yang sehat, nutrisi berperan penting selain olahraga teratur dan gaya hidup sehat. Namun tak dapat dipungkiri, lingkungan kita saat ini penuh polusi dan produk kimia yang dapat mencemari tubuh kita. Seorang pakar nutrisi lulusan Union Institute and University in Cincinnati Amerika, Kaayla T Daniel, PhD., mengemukakan bahwa sejumlah besar toksin atau racun dapat meningkatkan risiko penyakit kekebalan tubuh, yang dapat mengakibatkan gangguan perilaku dan karakter bayi saat lahir.

Salah satu persiapan kehamilan agar dapat tetap sehat dan fit adalah dengan detoksifikasi. Detoksifikasi adalah suatu upaya untuk membuang racun yang ada dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sehat. Detoksifikasi dapat membantu memperbaiki beberapa kondisi, seperti sakit kepala, alergi, asma, infeksi kronis, kolesterol darah yang tinggi dan kadar gula dalam darah tinggi atau rendah. Idealnya diperlukan waktu satu tahun atau minimum enam bulan untuk detoksifikasi secara perlahan-lahan yang dikombinasikan dengan pemberian nutrisi yang baik.

Bagaimana cara detoksifikasi yang aman dan efektif sebelum memasuki masa kehamilan? Nutrisi alami apa yang aman digunakan untuk detoksifikasi selama kehamilan? Beberapa saran berikut ini bisa Ibu pilih, yakni:

1. Jus rumput gandum.
Walau tidak cukup lazim, namun jus rumput gandum (wheatgrass), terutama yang berasal dari tanaman organik, memiliki keunggulan dalam kandungan klorofil yang dipercayai dapat membersihkan darah, organ hati, dan saluran cerna. Jus rumput gandum juga mengandung berbagai vitamin, mineral, dan asam amino, serta enzim.

2. Kaldu tulang yang kaya akan gelatin.
Ibu dapat membuat kaldu tulang sendiri yang mengandung gelatin. Gelatin dapat diperoleh dari kolagen yang merupakan komponen utama tulang rawan dan kulit. Sejak tahun 1905, telah diketahui bahwa komponen nutrisi gelatin dapat membantu memperbaiki luka di mukosa usus, terutama pada sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome). Kaldu juga dapat membantu fungsi hati untuk membersihkan tubuh atau detoksifikasi.

3. Minuman dan makanan lakto-fermentasi.
Proses lakto-fermentasi secara tradisional dapat kita temukan dalam proses pembuatan acar timun atau kol. Makanan dan minuman lakto-fementasi dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan baik untuk saluran cerna. Beberapa makanan lain yang merupakan lakto-fermentasi adalah keju cheddar olahan dan yogurt.

4. Makanan yang kaya akan vitamin A.
Vitamin A dapat ditemukan dalam lemak hewani yang bermanfaat melindungi dari polusi lingkungan sekitar. Vitamin A banyak ditemukan juga dalam kuning telur dan hati, serta dalam sumber nabati, seperti wortel, ubi, bayam, selada dan melon berwarna orange (cantaloupe).

Melakukan detoksifikasi sebelum kehamilan dapat bermanfaat saat mempersiapkan tubuh Ibu untuk hamil. Namun perlu diingat, detoksifikasi hendaknya tidak dilakukan pada saat menyusui. Selain detoksifikasi, tentu Ibu perlu berolahraga secara teratur agar tubuh tetap sehat dan bugar menjelang kehamilan, serta senantiasa bergaya hidup sehat. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai detoksifikasi, Ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli gizi atau dokter, terutama yang mendalami ilmu detoksifikasi.