Share Like
Simpan

Terkadang muncul pertanyaan di benak orang tua mengenai kapan saat yang tepat memperkenalkan uang kepada anak. Di satu sisi, orang tua perlu berpikir positif, agar si kecil mengerti arti uang secara dini dan di lain sisi, merasa khawatir mungkin pemberian uang tersebut terlalu dini.

Anak akan belajar banyak dengan melihat dan mencontoh orang tua saat menggunakan uang, misalnya saat berbelanja, menabung, menarik uang dari ATM, dan menyumbangkan uang. Seiring waktu, orang tua bisa mengajarkan banyak hal yang menyangkut tentang uang, yaitu:

  • Nilai uang. Pemahaman nilai uang dapat dijelaskan pada si Kecil dengan menunjukkan harga barang-barang di pasar swalayan, misalnya dengan mengajak si Kecil ikut berbelanja, dan beritahu bahwa uang akan habis bila digunakan untuk keperluan berbelanja.
  • Memperoleh uang. Berikan pemahaman pada si Kecil bahwa untuk mendapatkan uang, perlu melakukan usaha atau bekerja. Agar si Kecil mengerti, minta si Kecil membantu ibu selain kegiatan yang biasa dilakukan.
  • Menabung. Berikan penjelasan pada si Kecil manfaat menabung untuk jangka pendek dan jangka panjang.
  • Meminjam uang. Berikan pemahaman pada si Kecil, bila meminjam uang, kita harus mengembalikannya.

Mengenalkan uang pada anak merupakan cara awal untuk mengatur keuangan. Keterampilan ini memang dibutuhkan kelak dan mendidik anak untuk mandiri. Sama halnya bila orang tua memutuskan untuk tidak memberikan uang saku, anak juga akan belajar hal penting, misalnya bila kondisi keuangan orang tua tidak mencukupi/memungkinkan pemberian uang saku, atau orang tua melihat si Kecil belum siap.

Ibu dapat mulai mengenalkan uang pada si Kecil di usia 4-5 tahun. Bukan hanya masalah berapa besar jumlah uang yang orang tua berikan, namun pemberian uang saku pada anak dalam kisaran usia tersebut dapat membantu mereka mulai belajar mengenai pengaturan uang dan bisa memberikan mereka berbagai pilihan, misalnya menabung dan menunggu untuk memiliki sesuatu yang mereka inginkan.

Walau riset menunjukkan banyak orang tua yang mulai mengenalkan uang saat anaknya berusia 6-7 tahun, pemberian uang tidak memiliki aturan tertentu. Anak akan siap mengatur uang yang diberikan bila mereka:

  • sudah memahami bahwa mereka memerlukan uang untuk membeli barang dari sebuah toko
  • sudah memahami bila mereka membelanjakan semua uangnya, berarti uang akan habis dan harus menunggu hingga pemberian berikutnya
  • membutuhkan uang untuk kegiatan sehari-harinya, misalnya membeli makan siang atau membayar bis saat pergi/pulang sekolah. Dalam hal ini uang saku dapat membantu anak mengatur uangnya sehari-hari agar uangnya cukup untuk kurun waktu tertentu.

 

Bila anak yang sudah berusia 8 tahun ingin menabung untuk sesuatu yang sangat ia inginkan dan telah menabung dengan penuh disiplin dalam waktu tertentu, dalam hal ini orang tua dapat memberikan reward, misalnya dengan menambahkan ekstra uang. Biarkan anak memiliki keinginan untuk membeli sesuatu karena hal ini penting agar anak memahami konsep/prinsip keuangan dan juga agar rasa tanggung jawab dan kemandirian anak berkembang dengan baik.

Tips untuk orang tua

  • Memberikan penjelasan kepada anak apa gunanya uang saku dan apa yang tidak boleh dilakukan dengan uang saku tersebut.
  • Beli sesuatu sesuai dengan jumlah uang yang dimiliki
  • Berikan semacam celengan/stoples/kotak penyimpanan uang agar anak dapat membagi uangnya, misalnya stoples kecil untuk membeli barang yang ia inginkan sekarang dan toples lain untuk menabung.
  • Berikan celengan/stoples bening agar anak senang melihat uang yang ditabungnya semakin tinggi/banyak.
  • Usahakan agar Ibu tidak menambah jumlah uang saku anak hanya agar anak dapat beli sesuatu yang ia inginkan.