Share Like
Simpan

Menangis merupakan cara bayi untuk mengungkapkan rasa lapar, rasa tidak nyaman, mengurangi ketegangan, atau ingin diperhatikan. Selama 6 minggu pertama, bayi baru lahir umumnya akan banyak menangis. Bayi baru lahir menangis selama 1-4 jam setiap harinya. Hal ini merupakan bagian dari proses penyesuaian dirinya dengan dunia baru di luar rahim Ibu. Tangisan si Kecil akan berkurang sejalan dengan pertambahan usianya dan ketika memasuki usia 3 bulan ia hanya akan menangis sekitar 1 jam/hari.

Coba Ibu perhatikan tangisan si Kecil. Mungkin akan terdengar berbeda antara tangisan karena ingin digendong dengan tangisan karena lapar atau karena popoknya basah. Biasanya tangisan lapar terdengar singkat/pendek dan bernada tinggi, tangisan marah lebih heboh, tangisan sakit muncul secara mendadak dan nyaring dengan nada tinggi/menjerit dan panjang/lama/terus menerus.

Bayi-bayi yang ibunya mengalami stres, akan lebih rewel dan lebih sering menangis. Bayi cenderung ‘meniru’ perasaan ibunya. Jika Ibu tenang dan rileks, maka si Kecil juga akan ikut tenang. Jika Ibu merasa tertekan, maka si Kecil juga menjadi tegang. Jadi sangatlah penting untuk menjaga perasaan Ibu sendiri supaya Ibu bisa merawat dan mengurus si Kecil dengan baik. Jangan melakukan semua sendiri, mintalah pertolongan anggota keluarga lain jika Ibu merasa lelah dan perlu beristirahat. JIka Ibu merasa tertekan, curahkan isi hati Ibu ke orang terdekat dan jangan memendam dalam hati. Ingat, si Kecil ’dapat membaca’ perasaan Ibu. Jika Ibu senang hati, maka si Kecil pun akan ceria dan jarang menangis.

Lalu, apa yang harus Ibu lakukan ketika si Kecil menangis?

  • Peluk dan usap-usap punggungnya dengan lembut
  • Gendong sambil diayun-ayun
  • Bedong si Kecil untuk menciptakan rasa aman
  • Ajak jalan-jalan sambil digendong atau di kereta bayi
  • Sendawakan
  • Bernyanyi atau ajak bicara si Kecil dengan suara yang sangat lembut
  • Kurangi stimulasi di sekitar, misalnya redupkan lampu, kecilkan suara televisi
  • Susuilah si Kecil semaunya agar si Kecil tidak merasa kelaparan yang dapat memicu tangisnya
  • Tetap tenang, jangan panik. Jika si Kecil terus menangis coba baringkan dulu di tempat tidurnya, selama 10-15 menit, dan Ibu istirahat sejenak.

 

Jika semua cara tersebut tidak berhasil meredakan tangisnya, coba tinggalkan si Kecil sendiri. Kalau karena ngantuk, tidak lama pasti si Kecil akan tertidur. Kalau tidak dapat diredakan dengan segala cara, mungkin si Kecil sakit. Coba ukur suhu tubuhnya, demam atau tidak, serta perhatikan pula tanda atau gejala lain yang mungkin dialami si Kecil. Atau Ibu pun bisa segera membawa si Kecil ke dokter, mungkin ada masalah kesehatan, misalnya sensitif terhadap makanan tertentu, heartburn, dll.

Tangisan si Kecil dan respon Ibu terhadap tangisannya, memiliki dampak terhadap perkembangan sosial dan emosi si Kecil. Respon Ibu terhadap tangisan si Kecil membuatnya merasa penting dan yakin bahwa orangtuanya akan merawatnya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri untuk mempercayai orang lain yang akan membantunya untuk membentuk hubungan yang sehat di kemudian hari.