Share Like
Simpan

Beberapa dekade terakhir ini sering kita jumpai anak-anak dengan kelebihan berat badan atau kegemukan. Kondisi tersebut dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, seperti meningkatnya kadar gula darah dan lemak dalam darah, sehingga memicu timbulnya hipertensi, kencing manis dan masalah psikososial lainnya di kemudian hari.

Sejak lama juga telah diketahui berbagai manfaat ASI, di antaranya menurunkan risiko beberapa masalah kesehatan seperti infeksi telinga, infeksi pernapasan, eksema karena alergi, diare dan infeksi saluran cerna serta diabetes di kemudian hari. Terkait dengan masalah kelebihan berat badan pada anak, ternyata pemberian ASI juga memiliki peran yang penting. Untuk mengetahui lebih lanjut, maka beberapa peneliti melakukan studi pemberian ASI sejak bayi dan keterkaitannya dengan risiko kelebihan berat badan pada masa anak-anak di kemudian hari.

ASI dan berat badan anak

Beberapa peneliti melaporkan inisiasi pemberian ASI atau ASI yang diberikan sejak awal berkaitan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan pada anak-anak, dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali. Lamanya menyusui ternyata juga berpengaruh. Semakin lama ASI diberikan, maka risiko si Kecil mengalami kelebihan berat badan pada masa kanak-kanak kelak juga menurun.

Para peneliti juga mencatat pemberian ASI eksklusif memiliki efek perlindungan yang lebih kuat dalam menurunkan risiko kegemukan hingga 15-30% dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI non-eksklusif, dan memberikan perlindungan terhadap risiko kelebihan berat badan hingga usia remaja.

Pemberian ASI juga terkait dengan profil berat badan, risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner, karena para ahli menduga adanya substansi dalam ASI yang dikenal sebagai adiponektin yang disekresi oleh sel-sel lemak. Adiponektin ini dapat mempengaruhi proses gula dan lemak dalam darah. Selain itu, para ahli juga menemukan adanya protein lain dalam ASI yang disebut leptin dan berperan membantu mengatur lemak tubuh.

Dugaan adanya mekanisme biologis yang menerangkan pemberian ASI dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan, mungkin karena bayi yang diberikan ASI dapat mengendalikan jumlah susu yang dikonsumsi dan mengatur asupan energi lebih baik daripada bayi yang tidak mendapatkan ASI.