Share Like
Simpan

Salah satu kebutuhan si kecil yang perlu Ibu sediakan adalah mainan, karena hampir seluruh waktu anak-anak ketika terjaga adalah bermain. Bermain merupakan kesibukan utama sekaligus sangat menyenangkan bagi si kecil. Melalui mainan, anak bisa mengespresikan dirinya tentang apa yang ia sukai. Tak hanya itu, bermain juga bisa menjadi sarana yang menyenangkan untuk belajar. Dengan cara bermain, dipercaya dapat memudahkan anak menerima pelajaran yang disampaikan.

Nah, agar anak bisa mendapatkan manfaat positif dari aktivitasnya ini, sebaiknya Ibu dapat lebih bijak dalam memilih jenis mainan yang tepat untuk anak-anak kita.

Berikut adalah beberapa kiat yang dapat memandu Ibu dalam memilihkan jenis permainan untuk buah hati:

 

• Fase usia 0-2 tahun
Pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan sensor motorik. Jadi lebih baik berikan anak mainan dengan wujud yang lebih mencolok seperti pada warna, bau dan tekstur. Misalnya, kotak musik, alat musik mini, gelang plastik warna-warni, dan sebagainya.

• Fase usia 2-3 tahun
Pada fase ini, anak semakin aktif atau lebih lincah bergerak ke sana ke mari. Di usia ini, ia juga akan mengalami tantangan besar untuk mandiri tetapi di satu sisi ia juga masih perlu bantuan dari orang lain. Bersamaan dengan munculnya kemandirian, keterampilan berbahasanya juga meningkat. Sekarang ia sudah bisa berbicara kalimat pendek dan mampu mengungkapkan maksudnya ketika ia menginginkan sesuatu. Anak-anak usia ini juga amat tersemangati dengan dongeng-dongeng. Karenanya pilihkan jenis mainan yang bisa menyalurkan energinya dan mainan yang bisa mengembangkan daya pikirnya. Misalnya: bola, mobil-mobilan, perangkat seni, kostum, buku bergambar, dan lain sebagainya.

• Menginjak 3 tahun
Selamat! Sekarang si Kecil sudah berulangtahun yang ke-3. Di usia ini, si Kecil semakin menunjukkan minat yang besar untuk bereksplorasi. Sehingga sebaiknya Ibu memilihkan permainan yang dapat memancing ketertarikannya pada petualangan. Selain itu, si kecil juga sudah bisa belajar mandiri. Dia sudah bisa bagaimana cara membuka baju, menyikat gigi, tidur sendiri. Itu artinya ia sudah mampu memainkan balok-balok dengan tingkat kerumitan bertahap dan permainan papan.

• Fase pra sekolah
Pada usia ini anak butuh jenis permainan yang dapat mengembangkan rasa kerjasama dan kemampuan sosialisasi. Hal ini sangat dibutuhkan si kecil karena ia akan membutuhkan kemampuan ini untuk bersosialisasi dengan lingkungan barunya di sekolah nanti.