Share Like
Simpan

Tak terasa, si Kecil sudah semakin besar dan sesuai dengan perkembangannya, tentunya ia mulai ingin pergi ke sekolah dan mempunyai teman sebaya. Sekarang, Pre-School memang sedang menjamur, tetapi sebagai Ibu yang selalu memberi yang terbaik, tentunya kita harus pandai memilih Pre-School yang tepat untuk buah hati kita.

Banyak hal yang harus kita perhatikan dalam memilih Pre-School bagi si Kecil. Ingatlah bahwa Pre-School adalah sekolah pertama baginya dan berarti ini adalah masa pertama kali ia berpisah dari keluarga dan rumah yang biasa ia kenal dan mulai berinteraksi dengan teman sebaya, dan juga ini adalah masa pertama kali ia mulai belajar dalam sistem pendidikan yang terstruktur. Karenanya, tidak ada salahnya kalau kita sendiri mempelajari hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan dalam memilih Pre-School yang tepat bagi si Kecil.

1.    Mengevaluasi program yang ditawarkan. Tanyakan pada Kepala Sekolah Pre-School yang Anda pertimbangkan mengenai program pendidikan mereka. Ingatlah bahwa tiap anak berbeda, sehingga Anda harus bisa menilai apakah program yang mereka tawarkan sesuai dengan kepribadian anak Anda. Ada anak yang lebih bisa beradaptasi dengan program yang terstruktur rapi, ada juga yang lebih menyukai program yang membiarkan ia aktif dan berkreasi sendiri. Bila si Kecil ada di lingkungan yang ia tidak sukai dan dipaksa untuk belajar dengan suasana yang tidak membuatnya nyaman, ini semua bisa membuat dampak psikologis yang negatif baginya. Pastikan Anda hanya memilih Pre-School dengan program yang cocok dengan si Kecil.

2.    Tanyakan aspek pendidikan dari program tersebut. Program yang baik akan menstimulasi seorang anak secara kreatif, intelektual, fisik dan sosial yang diseimbangkan dengan permainan bebas, permainan di alam luar, dan aktivitas grup. Jangan cepat-cepat tertarik pada sekolah yang menjanjikan keberhasilan secara akademis. Anak yang masih kecil tidak membutuhkan program akademis yang formal, dan bila ia didorong terlalu keras untuk mempelajari semua hal dalam waktu yang terlalu cepat, ia bisa stres dan ini juga bisa memicu masalah-masalah psikologis pada anak. Tetapi, program yang baik tentu saja harus ada berbagai pelajaran informal akan alfabet, angka, musik, bahasa dan sastra, seni, dan ilmu alam.

3.    Kunjungi dan perhatikan Pre-School yang Anda pertimbangkan. Sebelum Anda mendaftarkan si Kecil, cobalah datang ke sekolah tersebut tanpanya. Tanyakan pada Kepala Sekolah atau Guru apakah Anda bisa mengunjungi Pre-School di saat pelajaran berlangsung, untuk memperhatikan keadaannya. Anda tidak bisa menilai suatu Pre-School tanpa melihatnya pada saat jam pelajaran. Saat kunjungan, perhatikan bagaimana Guru-Guru mengatasi pertengkaran, anak yang menangis, anak yang merasa bosan, atau anak yang nakal. Perhatikan bagaimana mereka mendidik anak-anak yang mempunyai sifat mirip dengan anak Anda. Apakah Guru memperhatikan saat seorang anak tidak mengerjakan apa-apa, dan sebagainya. Ingatlah bahwa Anda hanya disana untuk mengamati, sehingga hindari berbicara dengan guru atau murid saat disana, dan usahakan supaya Anda tidak menarik perhatian (tanyalah pada Guru atau Kepala Sekolah dimana Anda harus duduk).

4.    Tanyakan (dan amati) pendekatan mereka terhadap disiplin. Carilah program dimana tujuan mendisiplin anak adalah untuk membantu anak belajar mengendalikan diri dan bukan untuk memaksa mereka takut akan otoritas. Seorang Guru harus mendisiplin anak muridnya dengan cara yang positif, menggunakan pemecahan masalah, diskusi, dan sebagainya. Kekerasan fisik atau verbal, membentak, mendisiplin dengan memukul atau mencekal anak, mengurung anak di tempat tertutup tanpa pengawasan, meledek atau mempermalukan anak, serta sikap Guru yang tidak menggubris konflik, semua ini tidak boleh ada di Pre-School dimana anak Anda akan belajar.

5.    Bertanyalah pada orang tua dengan anak yang ada di Pre-School yang Anda pertimbangkan. Jika Anda tidak mengenal seorang pun, Anda bisa datang pada saat mereka mengantar atau menjemput anak mereka dan Anda bisa meminta pendapat mereka tentang Pre-School tersebut. Tidak ada salahnya meminta pendapat orang yang sudah lebih berpengalaman dalam mengambil suatu keputusan penting.

6.    Dengarkan sekitar Anda. Saat Anda mengunjungi Pre-School, bagaimana bunyi tempat itu? Apakah terdengar anak-anak bergembira atau menjerit-jerit tak beraturan? Apakah banyak anak menangis dan anak dimarahi atau banyak suara-suara ceria dan tawa?

7.    Tarik nafas panjang. Bau-bauan dapat menjadi petunjuk apakah suatu tempat bersih atau kotor. Jadi gunakan hidung Anda, jika Anda mencium bau kamar mandi yang kotor, bau asap rokok, makanan yang basi, atau aroma yang tidak mengenakkan lainnya, Anda mungkin saja mencium bau kondisi yang tidak sehat.

Pada akhirnya, tidak ada pendidik yang lebih baik dari Anda, sang Ibu. Bila Anda belum yakin si Kecil bisa berdaptasi dengan baik di lingkungan yang baru, tidak ada salahnya Anda menemani dan mendidiknya sendiri di rumah. Tidak ada orang lain yang bisa mengasihinya dan mendidiknya sebaik Anda sendiri. Bagaimanapun juga, ia buah hati Anda.