Share Like
Simpan

Balita mempelajari lingkungan sekitarnya dengan menyentuh, mencium dan merasakannya.Umumnya balita tidak menyadari bahaya yang mungkin terjadi saat mereka sibuk mengeksplorasi lingkungannya. Jadi tidaklah mengejutkan jika setiap tahun, rumah sakit merawat ribuan anak yang terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya.

Kosmetik adalah salah satu benda yang paling berbahaya, karena zat beracunnya mudah sekali tertelan oleh balita. Zat-zat lain yang tidak kalah berbahaya adalah tumbuhan, sabun atau deterjen, obat flu, analgesics dan vitamin. Ketidaksukaan balita pada beberapa alat-alat rumah tangga sangat membantu mencegah terjadinya keracunan. Sayangnya, tidak ada perangkat rumah tangga yang sepenuhnya dapat dijauhkan balita.

Menerapkan beberapa aturan keamanan, dan memeriksa atau membersihkan daerah sekitar rumah, bisa membantu melindungi anak dari paparan zat berbahaya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat rumah Anda lebih ‘aman’ untuk balita:

• Jauhkan semua jenis obat-obatan dan bahan-bahan kimia dari jangkauan balita. Buanglah segala sesuatu yang mengandung racun dan tidak terpakai lagi. Balita lebih sensitif terhadap racun daripada orang dewasa. Jangan menyepelekan racun meski hanya dalam jumlah yang sedikit, karena itu juga dapat menyebabkan kematian. Simpan semua aftershave, cologne dan parfum –yang memiliki kandungan alcohol yang tinggi- dan berbagai jenis lem super kuat dari jangkauan balita.
• Jangan menggagap semua jenis obat-obatan itu aman.
• Lebih baik membeli obat-obatan dan peralatan rumah tangga yang aman untuk balita.
• Jangan pernah meninggalkan minuman beralkohol di dekat anak Anda.
• Pastikan selalu membaca label peringatan pada produk-produk yang tergolong berbahaya.
• Simpan semua produk-produk yang Anda beli dalam kemasan aslinya dan hindari membeli produk dengan kandungan racun, seperti pembersih perabot rumah tangga dengan aroma lemon atau almon.
• Jangan pernah menaruh benda-benda yang mudah dimakan atau produk berbahaya dalam gelas atau tempat apapun yang biasa digunakan untuk menaruh makanan dan minuman.
• Hindari mengkonsumsi obat-obatan di depan balita.
• Ajarkan anak Anda untuk tidak memakan atau meminum apapun kecuali jika itu diberikan oleh orang dewasa yang mereka kenal.
• Jangan bergantung pada pengawas anak atau babysitter untuk menjaga keamanan anak Anda. Balita bergerak dengan cepat dan bisa menjangkau barang-barang berbahaya tersebut sebelum mereka menyadarinya.
• Waspadalah agar kejadian-kejadian berbahaya tidak terulang lagi. Karena alas an tertentu, balita yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya ataupun keracunan bisa terkena infeksi untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun.
• Jauhkan tumbuhan beracun dari jangkauan anak Anda.
• Jagalah temperature dari produk-produk tertentu sesuai dengan kinerja normalnya. Ini akan sangat membantu mencegah keracunan gas alam ataupun karbon monoksida.
• Buatlah catatan nomer telepon penting, para dokter beserta rumah sakitnya untuk keadaan darurat dan tak terduga, di dekat pesawat telepon Anda.
• Jika balita menelan barang-barang,bukan makanan yang mengandung zat beracun, hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Pastikan kemasan produk beracun yang telah dikonsumsinya Anda bawa ke tempat pengobatan, untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan tentang penyebab keracunan.
• Jangan mencoba mengawasi sendiri proses rawat jalan dari balita yang tengah keracunan. Dalam beberapa kondisi, balita bisa muntah dan membuat kondisi badannya semakin buruk. Lebih baik segera hubungi dokter atau rumah sakit.
• Jika Anda tidak yakin apa penyebab dari keracunan yang terjadi, simpan sisa muntahan atau air kencing anak Anda. Ini mungkin dibutuhkan untuk analisa kesehatan di rumah sakit dan unit gawat darurat.

Bila balita anda terkena kontaminasi pada mata, ada beberapa penanganan dini yang dapat anda lakukan. Mata yang terkena iritasi dan terlihat memerah bisa direndam dengan air hangat selama 15 menit. Metode tercepat adalah dengan mengompres mata dengan air hangat dari dapur atau kamar mandi. Cara lain adalah dengan menggunakan penakar cairan dan tuangkan cairan tersebut perlahan-lahan pada mata. Jika anak Anda merengek saat melakukan pengobatan, bungkus badannya dengan selimut agar tidak terlalu banyak bergerak.

Situasi lain dimana anda dapat melakukan penanganan dini sebelum menghubungi penanganan ahli medis adalah ketika balita anda mengalami iritasi kulit dari asam, alkali, produk petroleum atau insektisida. Copot baju anak Anda dan basuhlah area yang mengalami iritasi dengan air. Buang bulu ataupun zat cair yang bisa menyerap zat-zat beracun tersebut.

Ingatlah, hamper semua bahan bukan makanan berpotensi untuk membahayakan balita. Menyimpan benda-benda beracun dari pengelihatan dan jangkauan balita adalah bentuk perlindungan jangka panjang untuk menjauhkan balita dari paparan zat berbahaya.