Share Like
Simpan

Proses tumbuh kembang balita selalu diiringi dengan berkembangnya kemampuan motorik dan sensorik. Di usianya yang menginjak 3 tahun, melatih kemampuan motoriknya sama dengan mengajaknya bermain. Tahukah Ibu bahwa dengan mengajaknya bermain, Ibu juga melatih koordinasi mata dan tangannya?

Koordinasi mata dan tangan adalah kemampuan motorik yang berkembang secara bertahap semenjak ia baru lahir hingga berusia 7 tahun. Pada masa-masa seperti ini, si Kecil banyak mengalami momen tumbuh kembang yang penting . Seperti bisa menyuap makanannya sendiri, memakai pakaian sendiri, serta mulai bisa menjaga matanya tetap fokus pada suatu objek dalam waktu yang cukup lama.  Oleh karena itu, rutin mengajaknya bermain menggunakan bola dapat menjadi salah satu sarana untuk melatih koordinasi mata dan tangannya.

Agar permainannya menjadi semakin bervariasi, Ibu bisa mencoba beberapa permainan bola berikut ini:

Lempar Tangkap Bola 

Selain bisa dilakukan berdua oleh Ibu dan si Kecil, permainan ini juga bisa melibatkan anggota keluarga lainnya dan juga teman-temannya. Minta ia untuk menangkap bola sebelum mengenai tubuhnya. Sering mengajaknya bermain ke dalam grup dapat melatih kemampuan bersosialisasinya juga, lho.

Bola Basket

Seperti permainan basket pada umumnya, permainan ini dapat mengajarkan si Kecil untuk melempar bola ke arah keranjang. Apabila ring basket pada umumnya terlalu tinggi untuk menjadi target si Kecil, Ibu bisa menggantinya dengan menggunakan keranjang lain. Jika si Kecil belum bisa melempar bolanya dengan baik, bantu ia dengan sesekali mengarahkan keranjang sesuai dengan arah lemparannya.

Bola Gelinding

Permainan ini dimainkan sambil duduk di lantai dengan kedua kaki terbuka  dan Ibu menggelindingkan bola ke arahnya. Si Kecil harus menangkap bola sebelum mengenai bagian perutnya dan minta ia melakukan hal yang sama kepada Ibu.

Di usia 2 hingga 3 tahun, kemampuannya mengontrol jari serta tangan sudah berkembang. Ia bisa lebih bereksplorasi dengan mainan miliknya dan juga lingkungan sekitarnya. Pemahaman akan fungsi benda sesungguhnya juga mulai ia pelajari sehingga aktivitas bermainnya tidak lagi sekedar memukul atau melempar mainan.  

Oleh karena itu, sebaiknya Ibu mulai memperkenalkannya kepada berbagai aktivitas yang melatih kemampuan tangannya untuk memanipulasi objek (seperti mengajaknya menggunakan pisang menjadi telepon atau berpura-pura minum dari gelas yang kosong) dan belajar mencocokkan objek seperti permainan balok susun yang mengajarkan si Kecil tentang kesamaan ukuran serta bentuknya. Aktivitas seperti ini bisa ikut membantu perkembangan koordinasi mata dan tangan di tahap tumbuh kembang balita saat ini.  

Selain bermain bola, permainan puzzle juga baik untuk mengembangkan kemampuan koordinasinya. Permainan seperti ini mengajarkan kepada si Kecil bagaimana satu benda dengan benda lainnya dapat saling bertumpu dan cocok satu sama lain.

Apabila ia belum sepenuhnya mampu mengoordinasikan mata dan tangannya dengan baik, bukan berarti perkembangan si Kecil buruk, ya. Proses tumbuh kembang balita pada tiap anak berbeda-beda satu sama lain. Oleh sebab itu, jangan menyerah dan tetaplah tekun belajar bersamanya. Jika dilatih terus menerus, maka perlahan kemampuannya juga akan berkembang. Namun, apabila Ibu melihat kejanggalan pada proses belajar si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.. 

Dampingi terus proses belajarnya agar perkembangannya semakin sempurna ya, Bu. Selamat bermain!