Share Like
Simpan

Akhir-akhir ini, saya sering meluangkan waktu untuk “kencan” bersama si Kecil. Selain sebagai ajang pendekatan, aktivitas ini juga saya lakukan untuk memberikan ia pengalaman baru di luar rumah. “Masa mainnya di dalam rumah terus sih, Bu?” protes si Kecil minggu lalu.

Mau pergi ke taman, bosan. Kalau diajak ke mal terus, saya takut menanamkan sifat boros. Akhirnya saya putuskan untuk mengajak ia ke bioskop. Ternyata, si Kecil sangat senang mendapatkan pengalaman baru tersebut, kencan pun berjalan sukses.

Waktu saya cerita pada teman-teman tentang ini, mereka semua bertanya apa kunci sukses membawa batita ke bioskop. Berikut ini saya berikan tipsnya. Simak yuk, Bu!

  • Pilih film yang sesuai.

Dalam dunia anak usia 2 sampai 3 tahun, apa yang mereka lihat adalah apa yang akan mereka percayai. Nah, karena inilah Ibu harus pintar-pintar memilih film yang akan ditonton bersamanya.

Usahakan Ibu mengecek terlebih dahulu judul film yang ingin ditonton bersama si Kecil. Misalnya, dengan bertanya pada teman yang sudah terlebih dahulu menonton atau mencari tahu di internet bagaimana parental guide-nya.

Parental guide adalah sebuah arahan untuk para orang tua tentang film-film yang beredar luas. Arahan ini berbentuk review dan rating film tersebut, serta informasi batas umur penonton yang disarankan.

Saya selalu sengaja datang terlambat beberapa menit untuk melewatkan bagian iklan. Biasanya, iklan yang muncul sebelum film dimulai tidak sesuai dengan usia si Kecil dan seringkali ditayangkan terlalu cepat, sehingga dikhawatirkan dapat membuatnya pusing.

  • Rencanakan dengan baik.

Agar kencan ini sukses, buatlah perencanaan yang matang. Mulai dari memilih film, jam tayang, dan hari yang tepat. Misalnya, ajak si Kecil untuk menonton pada hari kerja. Hal ini bertujuan agar pengunjung bioskop tidak seramai saat akhir pekan. Jam tayang yang dipilih pun sebisa mungkin adalah jam yang paling pertama, Bu.

Oh iya, saat mengajak si Kecil, pastikan ia tidak dalam keadaan mengantuk atau lapar ya, Bu. Kalau tidak, bisa-bisa ia malah jadi rewel dan acara kencan pun batal.

  • Beritahu si Kecil peraturan menonton di bioskop.

Sebelum berangkat, pastikan Ibu memberitahu si Kecil semua peraturan menonton di bioskop. Seperti ruangan yang akan gelap selama film berlangsung dan berbicara dengan pelan apabila ingin bertanya atau meminta sesuatu agar penonton lain tidak terganggu. Ibu juga perlu memberitahu bahwa film akan berlangsung lama, dan selama itu pula ia harus duduk dengan tenang.

Untuk melatihnya di rumah biasanya saya akan membuat “simulasi” menonton bioskop dengan mematikan lampu atau menutup gorden, sehingga ruangan lebih gelap saat sedang menonton acara kesukaannya di televisi. Hal ini dilakukan supaya ruangan si Kecil tidak kaget dengan situasi di bioskop nanti.

  • Pilih kursi di pinggir tangga.

Sudah sewajarnya si Kecil merasa bosan dan sulit untuk duduk diam selama beberapa jam. Pasti ada saja yang ingin dilakukannya, baik itu pergi ke toilet atau minta untuk dibelikan snack tambahan. Sebagai antisipasi, pilihlah kursi di pinggir tangga agar Ibu tidak mengganggu penonton lain saat akan mengantar ia keluar berkali-kali.

Perlu diingat, Bu apabila ia merasa terlalu takut pada pengalaman pertama ke bioskop—karena gelap dan suara yang terlalu menggelegar—baiknya jangan dipaksakan ya, Bu. Dulu si Kecil sempat ketakutan dan akhirnya saya ajak keluar sebentar sambil memberikan penjelasan bahwa semua akan baik-baik saja. Setelah itu, saya tanyakan kembali padanya apakah masih mau lanjut menonton atau tidak.

Bagaimana, Bu? Tips kencan bersama si Kecil di atas cukup menarik, bukan? Dengan begitu, Ibu tidak perlu khawatir lagi untuk mengajaknya menikmati pengalaman baru menonton di bioskop. Selamat mencoba!