Share Like
Simpan

Mendongeng adalah bercerita kembali dengan kata-kata sendiri, seperti kisah yang pernah dibaca atau didengar. Mendongeng bisa dijadikan sebagai suatu alat evaluasi bagi anak, karena dalam mendongeng perlu banyak berpikir, selain mencerna suatu cerita.

Para ahli menyarankan untuk banyak mengajak bayi bicara. Jill Stamm, seorang ahli perkembangan otak bayi, dan pengarang buku “Bright From the Start”, mengatakan, “Otak adalah organ tubuh pencari-pola. Semakin banyak mendengar pola-pola bahasa, semakin mudah mempelajari bahasa.”

Anak-anak yang lebih banyak bicara pada usia 3 tahun, terbukti mempunyai IQ 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak banyak bicara. Pada saat mereka memasuki SD kelak, mereka akan lebih kuat dalam keterampilan membaca, bercerita, dan menulis.

Mendongeng yang baik membutuhkan kemampuan untuk mencapai tahap pertunjukan lisan yang dimaksudkan untuk membawa ceritanya kepada pendengar. Mendongeng bisa dimulai dari hal-hal yang mudah. Anak bisa diajarkan untuk mulai mendongeng dari apa pun yang ia lihat, dengar, ataupun ia lakukan, termasuk dari buku-buku ataupun televisi. Tak apa bila si Kecil mulai bercerita dari hal-hal yang awalnya membingungkan Ibu, karena ia pun butuh waktu untuk belajar menyusun ceritanya.

Ketika mendongeng atau bercerita, sangat penting untuk memperhatikan nada bicara. Hal itu tidak sulit dilakukan, karena orang tua selalu mengeluarkan nada bicara khas bila sedang berbicara pada si Kecil. Dan ternyata itu merupakan cara paling baik untuk membantu otak bayi belajar bahasa, karena ia bisa mendengar setiap suara vokal menjadi lebih jelas. Nada suara itu membantu bayi memisahkan suara-suara ke dalam kategori-kategori, dan nada suara yang lebih tinggi akan memudahkan baginya untuk meniru.

Agar bisa mendongeng dengan baik, ada yang perlu Ibu perhatikan untuk menarik perhatian si Kecil. Ada dua unsur yang perlu diperhatikan. Unsur utamanya adalah kepekaan alami terhadap arti cerita dan kemampuan mengenali nuansa kalimat-kalimat cerita. Unsur berikutnya adalah penggunaan suara, cara bicara, bahasa, dan kemampuan alamiah untuk menggabungkan semuanya. Semua itu bisa diperoleh dari pengalaman, latihan, ataupun pendidikan.

Sedangkan bagi si Kecil, tahap-tahap perkembangan saat belajar mendongeng sebagai berikut:
• Awalnya ia akan menceritakan sesuai apa yang ia dengar.
• Kemudian ia mulai mengaitkan dengan informasi yang baru didengarnya dari sumber apa pun.
• Ia mulai membuat opini, mengatakan pendapatnya, dan mempertahankannya selama bercerita.
• Akhirnya ia bisa memahami dan mengaitkan maksud cerita tersebut.

Ibu, sering-seringlah melakukan kegiatan bercerita atau mendongeng pada si Kecil. Manfaatnya sangat baik dalam mengembangkan kemampuannya dalam berbicara dan berbahasa.