Share Like
Simpan

 Mungkin istilah Emotional Quotient (EQ) masih terasa asing di telinga Ibu. Biasanya Ibu lebih mengenal istilah Intellectual Quotient atau yang lebih tenar dengan istilah IQ. Keduanya memiliki perbedaan. Mari berkenalan dengan EQ agar Ibu memahami lebih lanjut manfaat EQ bagi perkembangan buah hati.

EQ ini juga dikenal dengan istilah Emotional Intelligence (EI). Berbeda dengan IQ yang biasanya digunakan untuk menilai tingkat intelektual seorang anak, EQ atau EI digunakan untuk menilai kesuksesan seseorang dalam menghadapi situasi sosial dan emosional. Jadi EQ membantu membangun hubungan (relationship), membuat keputusan dan berhadapan dengan situasi-situasi yang sulit. Dengan memahami dan dapat bergaul dengan orang-orang yang berada di sekitar, dapat membantu seseorang menjadi sukses di berbagai area di kehidupan. Kadangkala ada individu yang secara alami sudah memiliki keterampilan EQ sedangkan yang lain perlu berusaha.

Seluk beluk EQ
EQ bermanfaat dalam

# Mengenal emosi agar dapat mengatasi emosi yang dialami sendiri. Kadang ada yang dapat merasakan kejutan, merasa sedih atau gembira dalam waktu yang singkat atau lebih lama. Dengan mengenali emosi, dapat juga membantu kita memahami perasaan orang lain atau kadang kita melihat orang lain yang dengan mudah melalui hari-harinnya tanpa memikirkan emosinya. Coba katakan,"Saya bersyukur hari ini.", atau katakan,"Saya lagi marah." Biasakan untuk melakukannya setiap hari supaya dapat mengenali emosi yang dirasakan.

# Membangun rasa empati untuk membantu seseorang memberikan perhatian terhadap orang lain dan membangun hubungan yang baik. Empati memberikan petunjuk bagi kita untuk mengatur perkataan dan berperilaku bila sedang menghadapi seseorang dengan emosi yang kuat.

# Mengatur reaksi emosi. Semua orang pernah merasakan marah dan kekecewaan. Namun kita perlu tahu kapan, dimana dan bagaimana mengekspresikan diri sendiri saat mengalaminya. Bila sudah memahami emosi yang dirasakan, juga harus dapat mengendalikan diri bagaimana bereaksi dengan emosi.

# Memilih mood. Salah satu cara mengatasi emosi adalah dengan memilih mood (suasana hati). Ada individu yang mampu memilih mood yang sesuai dengan situasi yang tengah dihadapi. Dengan memilih mood yang tepat, maka dapat membantu seseorang agar tetap termotivasi, berkonsentrasi dengan tugas-tugasnya, dan tidak mudah menyerah.

Beberapa keterampilan/kemampuan yang turut berperan dalam perkembangan EI ini ada yang berkembang lebih awal, sehingga pada orang-orang tertentu, hal ini lebih mudah. Hal ini disebabkan oleh bagian otak yang berperan dalam mengatur diri sendiri terus berkembang dan akan matang hingga usia remaja. Namun berbagai latihan dapat membantu jalur otak tersebut berkembang lebih baik.

Ayo tingkatkan EQ si Kecil. Caranya?

  • Ajak anak untuk peduli dengan orang-orang di sekitarnya
  • Ajarkan pentingnya arti kejujuran
  • Ajarkan meminta maaf setiap kali berbuat kesalahan
  • Ajarkan agar tetap optimis saat menghadapi problem
  • Berikan pujian kepada anak bila melakukan hal/tugasnya dengan baik
  • Ikut berpartisipasi dengan apa yang anak lakukan
  • Ibu tidak bersikap seperti layaknya seorang bos