Share Like
Simpan

Adakah Ibu yang gemar jalan-jalan alias traveling? Ya, traveling memang menyenangkan. Selain bisa menambah pengalaman dan melihat pemandangan indah, kita juga dapat bersantai dan “kabur” dari rutinitas.

Ngomong-ngomong Bu, ternyata acara jalan-jalan saat hamil ada istilahnya sendiri, lho. Namanya babymoon, mirip-mirip dengan honeymoon alias bulan madu. Ini karena saat si Kecil lahir nanti, pasti akan semakin susah untuk mencari waktu berlibur berdua. Jadi, mengapa tidak liburan “terakhir” berdua saja? Kita jadi bisa menikmati waktu bersama sebelum sibuk menjalani peran sebagai orang tua.

Saya mau sharing sedikit, nih. Waktu sedang hamil trimester kedua kemarin, saya dan suami memutuskan untuk babymoon ke negara tetangga. Awalnya sih agak khawatir. Tapi, setelah banyak bertanya ke teman dan berkonsultasi ke dokter kandungan, semuanya jadi bisa berjalan dengan lancar, lho. Ternyata, kuncinya ada di persiapan yang tepat, Bu.

Mau tahu apa saja yang harus dipersiapkan sebelum liburan saat hamil? Yuk, kita lihat sama-sama!

 

Kapan Waktu Terbaik Pergi Berlibur?

Menurut para dokter, waktu liburan paling tepat adalah saat trimester kedua (12-24 minggu). Mengapa? Umumnya, di usia kehamilan tersebut, Ibu tak lagi mengalami morning sickness atau mual yang mengganggu. Selain itu, pada masa ini Ibu juga belum mengalami perubahan bentuk tubuh yang drastis.

Walaupun begitu, sebelum berangkat, pastikan Ibu sudah memeriksa kondisi kehamilan dengan dokter kandungan, ya. Jika Ibu berencana untuk menggunakan pesawat terbang jarak jauh, ada baiknya juga meminta rekomendasi dokter.  Apalagi kalau Ibu memiliki gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi atau pernah melahirkan prematur.

 

Nyaman di Perjalanan

Apa transportasi yang Ibu pilih untuk liburan kali ini? Jika Ibu bepergian dengan mobil, pastikan agar perjalanan diselingi dengan istirahat setiap 2 jam sekali agar Ibu bisa meluruskan kaki. Ini karena kaki kita saat hamil mudah kram apabila duduk terlalu lama. Jangan lupa, siapkan snack dan bantal, dan atur posisi kursi sedikit miring agar Ibu nyaman beristirahat.

Bagaimana saat bepergian di pesawat atau kereta? Sebaiknya, pilih kursi yang terletak di pinggir gang agar mudah keluar jika harus bolak-balik ke toilet atau sekedar jalan-jalan untuk melemaskan kaki. Selain itu, pakai stocking khusus yang bisa mengurangi risiko Trombosis Vena Dalam (penggumpalan darah pada pembuluh darah balik dalam di daerah tungkai bawah). Untuk mencegah dehidrasi, minumlah air mineral sebanyak satu liter setiap 5 jam sekali. Oh iya, hindari minum kopi dan teh terlalu banyak juga, Bu. Kedua minuman tersebut dapat merangsang keinginan untuk buang air kecil.

 

Barang-Barang Yang Dibawa Saat Berlibur

Sebenarnya, jika destinasi yang Ibu pilih adalah pantai atau tempat di mana Ibu bisa bersantai, maka barang yang dibawa tak perlu banyak. Cukup vitamin, obat-obatan, serta camilan sehat supaya perut Ibu tidak kosong, dan pakaian yang nyaman saja.

Namun, bagaimana kalau jalan-jalan di kota? Satu tips dari saya, coba bawa kursi lipat, Bu. Soalnya, Ibu hamil kan tidak boleh terlalu capek. Nah, berhubung jalan-jalan di kota membuat Ibu harus banyak berjalan kaki, ada baiknya Ibu dan Ayah siap siaga dengan kursi lipat yang ringan dan mudah dibawa.

Selain itu, ada baiknya jika Ibu menyimpan nomor telepon RS atau dokter lokal di tempat liburan. Jadi, bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, akan lebih cepat ditangani.

Bagaimana? Sudah siap babymoon? Selamat jalan-jalan, Bu!