Whatsapp Share Like Simpan

Setiap anak dilahirkan dengan bakatnya masing-masing. Salah satu bakat anak adalah kemampuan dan keterampilan yang melibatkan gerakan atau yang disebut dengan anak cerdas gerak. Apa itu? Berikut informasi selengkapnya, Bu:

Mengenal Bakat Anak Cerdas Gerak

Anak cerdas gerak (kinestetik) biasanya menunjukkan kemampuan dan keterampilan gerak yang melebihi kemampuan anak seusianya. Psikolog anak dari Universitas Paramadina, Alzena Masykouri MPsi mengatakan, anak cerdas gerak menampilkan integrasi yang baik antara pikiran dan tubuh secara bersamaan untuk mencapai suatu tujuan.

Kegiatan-kegiatan sederhana dan sehari-hari yang berkaitan dengan kecerdasan ini, misalnya saja memanjat pohon, menerbangkan layangan, lompat tali dengan berbagai gaya, petak umpet, bahkan main kelereng. Selain lihai, anak cerdas gerak mampu pula mengembangkan keterampilan emosi dan sosialnya melalui kegiatan bergeraknya. Jadi tidak semata terampil, mereka juga mampu membawakan dirinya dengan sportivitas dan interaksi antara individu yang baik.

Anak dengan kecerdasan gerak memiliki kemampuan untuk dapat meniru, menghafal dan menghayati gerakan-gerakan yang dilihatnya. Tak sekedar meniru, tapi juga mampu menampilkannya dengan baik. Sedangkan pada anak yang menggeluti bidang olahraga, mereka mampu menangkap maksud pengarahan gerakan yang diajarkan dengan cepat. Selain itu ia juga mampu untuk menunjukkan keterampilan teknik dalam melakukan aktivitas olahraga tertentu.

Logika Motorik

Sani B. Hermawan, Psi, psikolog dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, mengatakan anak cerdas gerak umumnya memiliki kematangan motorik baik motorik kasar. Contohnya seperti berlari, menangkap, melempar, dan memanjat tebing serta motorik halus seperti menulis, menggunting, dan menempel. Kedua tipe gerakan ini membutuhkan koordinasi visual-motorik, ketepatan, keseimbangan dan kelenturan.

Artikel Sejenis

Terdapat tiga pusat kemampuan kognitif di dalam kecerdasan kinestetik, yaitu:

  1. Logika motorik: merupakan kemampuan saraf otot untuk bergerak.
  2. Memori kinestetik: merupakan kemampuan anak mengatur batas dari gerakan melalui konstruksi otot, gerakan, dan posisi dalam ruang. 
  3. Kesadaran kinestetik: merupakan kemampuan indera gerak anak untuk mengikuti perintah dan petunjuk. Indera gerak meneruskan informasi ke otak yang kemudian mengatur postur tubuh, gerakan, dan perubahan keseimbangan tubuh.

Namun, kecerdasan gerak tidak sekedar melibatkan gerakan saja, tapi juga melibatkan kemampuan berpikir. Misalnya, meniru gerakan tarian atau menendang bola ke arah gawang. Pada usia 3 tahun, biasanya anak mulai menunjukkan ciri-ciri keunggulan dalam kecerdasan kinestetik. Kesiapan motoriknya sudah berkembang mendekati sempurna. Sejalan dengan kesiapan fisiknya, anak juga mulai berkembang kemampuan berpikirnya. Anak mulai mampu meniru serta menghafal gerakan sehingga ketika diminta mengulang kembali gerakan tertentu, ia mampu melakukannya dengan baik.

Bagaimana Cara Menemukannya?

Orangtua bisa menemukan bakat anak cerdas gerak sedini mungkin. Melalui olahraga atau seni, seperti menyanyi atau menari, anak dapat teramati kemampuan geraknya. Kecerdasan ini dapat diamati saat anak mulai melakukan gerak bertujuan, misalnya berjalan, melompat, memanjat atau berlari. Bila anak terlihat mampu melakukan gerakan dengan sangat terampil dibandingkan anak seusianya, berarti ada kemungkinan ia memiliki kelebihan dalam kecerdasan gerak.

Kembangkan Bakat Anak

Orangtua dapat mengembangkan anak cerdas gerak dengan mengikutsertakannya dalam kegiatan terstruktur, misalnya les menari atau klub olahraga. Tentunya pilih klub atau les yang memang memiliki program untuk anak usia dini (mulai 3 tahun). Orangtua perlu mengamati minat anak yang sebenarnya. Bisa jadi ia memiliki kecerdasan gerak, tapi belum berminat terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan aktivitas motorik tersebut. Jadi, jangan berharap anak langsung menyukai kegiatan les yang dipilih.

Sebaiknya berikan stimulasi berupa kegiatan yang sesuai dengan usia anak juga meski anak cerdas gerak cenderung lebih mahir. Bagi anak yang lebih muda diberikan latihan yang sederhana, mudah ditiru, dan tidak berbahaya. Sedangkan, untuk yang lebih matang usianya diberikan kegiatan yang lebih kompleks, melibatkan kreativitas dan bersifat menantang.

Tips Mengembangkan Potensinya:

  • Sediakan ruang luas tempat anak bisa menyentuh apapun yang mereka lihat. Ajak anak ke tempat - tempat yang memicu eksplorasinya dalam menyentuh.
  • Berikan anak ruang yang cukup untuk bergerak. Anak cerdas gerak belajar berinteraksi dengan ruang disekitarnya.
  • Minta anak berpartisipasi dalam aktivitas yang berorientasi pada gerakan seperti, senam, balet, dan olahraga. Beberapa aktivitas menawarkan anak belajar melalui interaksi spasial dan gerakan tubuh yang bermanfaat untuk membangun kepercayaan dirinya.
  • Bermain drama juga melatih kemampuan cerdas gerak anak.
  • Latih kemampuan motorik halus anak. Lakukan beberapa kegiatan yang menunjang kemampuannya ini seperti memasukan manik - manik ke benang, menggunting kertas dan kegiatan kerajinan tangan lainnya.

Dukung Bakatnya

Jika kecerdasan ini tidak diasah maka bakat anak tersebut hanya berupa potensi dan bukan berupa prestasi. Lingkungan perlu memberikan kesempatan dan keleluasaan anak untuk memunculkan bakatnya. Berikut beberapa pedoman untuk orangtua:

  1. Cerdas gerak juga merupakan kecerdasan yang perlu dikembangkan seperti kecerdasan lainnya.
  2. Orang tua perlu memberikan stimulus gerak sedini mungkin, misalnya dengan melatih anak menangkap bola, melatih gerakan mengikuti musik, melukis, menempel, dan lainnya.
  3. Sadari setiap anak unik dan memiliki minat berbeda dan membutuhkan lingkungan untuk mendukungnya.
  4. Ikutkan anak berbagai lomba yang melibatkan cerdas gerak untuk memastikan bakat dan minatnya.
  5. Cerdas gerak bisa dilatih lebih serius melalui sekolah informal, namun tetap dengan persetujuan anak dan jangan memaksanya.
  6. Hindari label bahwa anak cerdas gerak biasanya rendah dalam prestasi akademis.

Apakah si Kecil juga termasuk ke dalam anak cerdas gerak, Bu? Jika ya, maka jangan sia-siakan bakat anak tersebut. Kembangkan sedari kecil agar dapat mengantarkannya menuju kesuksesan.

Ingin bisa berkonsultasi tentang nutrisi, tumbuh kembang, atau topik lainnya seputar anak? Tanyakan saja langsung kepada ahlinya di laman Tanya Pakar, Bu. Untuk bisa mengaksesnya, registrasi terlebih dulu, ya.