Share Like
Simpan

Usia tepat untuk memulai
Usia tepat 1 tahun atau lebih muda dari itu adalah saat yang paling ideal untuk memulai. Dia atas usia 2 tahun akan semakin dan semakin lama bagi anak untuk mengenal jumlah dan fakta. Bahkan sesungguhnya proses belajar matematika bisa dilakukan pada bayi yang baru lahir sekalipun. Karena justru akan membantu indera pendengarannya saat kita menyebutkan jumlah dan fakta (mengajaknya berbicara). Kita juga membantu perkembangan indera penglihatannya saat memperlihatkan kartu berisi bola-bola merah kepadanya.

Sikap dan pendekatan orangtua
Sesungguhnya anak-anak sangat ingin belajar tentang segala sesuatu. Bahkan sejak dilahirkan anak-anak sudah belajar secara naluriah. Proses berpikir terjadi secara alamiah dan tidak bisa dihindari. Sikap yang paling penting adalah orangtua perlu memberikan fasilitas agar proses belajar anak berlangsung dengan menyenangkan bukan dengan paksaan. Jadikan proses belajar sebagai permainan paling sehat dan pertualangan yang mengagumkan.

Waktu terbaik untuk mengajar
Bukan persoalan pagi, siang, atau malam, tetapi lakukan proses belajar matematika saat suasana hati orangtua dan anak gembira. Artinya, jangan lakukan pengajaran matematika bila anak sedang rewel. Juga jangan lakukan bila orangtua sedang jengkel, mumet, stress, dan sebagainya.


Lamanya pengajaran

  • Berlangsung dengan sangat singkat. Awalnya lakukan tiga kali sehari dan setiap pelajaran hanya berlangsung beberapa detik.
  • Cara Mengajar
    Baik itu saat belajar penambahan, pengurangan, perkalian atau apapun, kuncinya adalah semangat orangtua dalam mengajar.
  • Konsistensi
    Lakukan secara konsisten karena program yang dilakukan dengan konsisten dan menyenangkan akan jauh lebih berhasil ketimbang dilakukan setengah-setengah. Bila terlalu ambisius dan terlalu membebani anak dengan target-target malah akan membuat anak dan orangtua sama-sama frustasi.
  • Memperkenalkan materi baru
    Percayalah, orangtua akan kagum melihat betapa haus dan cepatnya anak-anak belajar. Karena itu jangan melakukan pengulangan materi yang sama yang akan membuatnya jenuh dan enggan belajar. Daripada mengulang lebih baik memberi materi baru. Anak-anak akan senang bila belajar sesuatu yang baru setiap hari.
  • Menguji anak
    Ajarkan saya, jangan sekali-kali mengujinya. Belajar adalah proses alamiah yang menyenangkan sedangkan menguji sangat tidak menyenagkan bagi yang diuji(anak).
  • Mempersiapkan materi
    Materinya sangat sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
    a. Sejumlah karton putih yang tebal dan kaku berukuran 28x28cm. Siapakan minimal 100 lembar.
    b. Stiker berbentuk bola-bola merah dengan diameter 2 cm sejumlah 5.050 stiker
    c. Spidol besar berwarna merah yang ujungnya tebal dan rata.

Tip mempersiapkan materi

  • Mulailah dengan kartu berisi seratus dot (bola-bola) merah dan terus mundur hingga kartu berisi satu bola merah.
  • Hitunglah bola-bola merah dengan tepat lebih dahulu sebelum menempelkannya pada kartu karena akan sulit menghitungnya bila kita telah menempelkannya pada kartu.
  • Tulislah angkanya dengan pensil atau pena pada keempat sudut kartu di belakang karton sebelum menempel bola-bolanya di bagian depan.
  • Jangan menempel bola-bola dengan pola kotak, lingkaran, segitiga, segilima, atau bentuk lainnya.
  • Tempellah bola-bola pada kartu secara acak mulai dri tengah dan jangan terlalu berdekatan atau saling menempel.
  • Sisakan jarak pada seluruh pinggiran kartu agar tangan kita tidak menutupi bola-bola saat menunjukan kartu kepada anak.
    ?

Sumber: Booklet from Frisian Flag - The second series of 'How Smart are Your Kids?