Share Like
Simpan

Apakah kita bisa mengasah kecerdasan otak si Kecil sejak dini agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang cerdas? Tentu jawabannya adalah iya! Sejatinya, setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Itulah yang menyebabkan saya berusaha sepenuh hati untuk mengasah kemampuan otak si Kecil sejak masih bayi.

Sejak lahir, si Kecil memiliki sel saraf penyusun otak yang disebut dengan neuron. Setidaknya, ada lebih dari 100 milyar neuron yang dimiliki oleh seorang bayi saat ia terlahir ke dunia. Neuron-neuron yang terbentuk di otak inilah yang terus berkembang hingga ia dewasa nanti. Semakin dirangsang dengan baik, maka semakin pesat pula perkembangan otaknya.

Nah, sekarang adalah tugas kita sebagai orang tua untuk mengasah kemampuan otak si Kecil. Hal ini bertujuan agar sel saraf pada otaknya dapat terhubung dengan baik. Ngomong-ngomong soal perkembangan otak si Kecil, saya jadi teringat kala si Kecil masih berusia 4 bulan dulu. Waktu itu, ia baru belajar bagaimana cara membuka dan menutup tangannya. Saya pun memberikan beberapa jenis mainan bayi yang aman untuk dipegang olehnya. Si Kecil juga jadi banyak belajar saat bermain bersama saya. Tatapan matanya seakan-akan berbicara dan berusaha untuk merespon.

Hari demi hari, saya semakin bersemangat untuk melatih si Kecil agar perkembangan otaknya lebih optimal. Pada suatu hari, seorang kerabat yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak berkunjung ke rumah. Kemudian, ia memberikan banyak sekali pelajaran berharga seputar bagaimana cara mengasah kemampuan otak bayi. Mau tahu apa saja tips yang ia bagikan kepada saya? Yuk, kita baca sama-sama! 

  • Sering mengajaknya berkomunikasi.

Pada dasarnya, percakapan dengan si Kecil sejak ia masih bayi merupakan hal yang sangat penting dalam mengasah kemampuan otaknya. Hal itu dikarenakan otak bayi sudah semakin peka untuk menangkap serta merespon sebuah percakapan. Lakukan gerak tubuh dan ekspresi wajah saat mengajaknya berkomunikasi. Lama-kelamaan si Kecil pasti akan meniru nada atau suara Ibu. Hindari mengajaknya berkomunikasi saat ia sedang lelah ya, Bu.

  • Beri sentuhan lembut saat ia menangis.

Pada dasarnya, bayi memang mudah sekali menangis. Oleh karena itu, berikan ia sentuhan berupa belaian lembut agar ia merasa lebih tenang. Belai bagian rambut, tubuh, hingga ke tungkai karena hal ini dapat menyambungkan koneksi neurologis untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya sejak dini. Baiknya lagi, kebiasaan ini dapat mempererat tali kasih antara Ibu dan si Kecil.

  • Membacakan cerita secara berkala.

Walaupun si Kecil belum bisa mengerti apa sesungguhnya isi dongeng yang Ibu ceritakan. Akan tetapi ia akan berusaha untuk mendengarkan apa yang Ibu sampaikan kepadanya. Lakukan secara berkala agar perkembangan otak si Kecil semakin terasah saat mengingat berbagai kosa kata yang sering ia dengar. Hal ini juga merupakan tahap awal ia belajar berbicara nantinya.

  • Lakukan jenis permainan yang menggunakan tangan.

Hibur si Kecil dengan permainan yang menggunakan tangan Ibu sebagai sarananya. Salah satu permainan populer dan mendunia yang dapat mengasah kemampuan otak bayi adalah permainan cilukba. Melalui permainan ini, ia jadi belajar untuk fokus. Pasalnya, jeda antara ‘Ciluk’ dan ‘Ba’ senantiasa merangsang koordinasi otak dan mata si Kecil.

Bagaimana, Bu? Sudah siap berbincang dan bermain dengan si Kecil? Saya berharap kiat-kiat yang saya bagikan tersebut bisa menginspirasi Ibu, ya. Semoga si Kecil dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas!