Share Like
Simpan

Periode haid bulan ini telah lewat dari tanggal yang seharusnya, dan semakin hari Ibu menjadi khawatir, apakah ini suatu tanda kehamilan? Setelah melakukan tes kehamilan sederhana hasilnya pun negatif. Seminggu kemudian, tes kehamilan diulang kembali dan hasilnya tetap negatif, padahal haid tak kunjung datang juga.

Apa saja yang dapat menyebabkan keterlambatan haid selain kehamilan? Beberapa kondisi di bawah ini mendasari keterlambatan haid, yaitu:

1. Stres
Stres dapat memengaruhi siklus haid normal, karena stres dapat menyebabkan tingkat hormon yang bertugas mengatur siklus menstruasi menjadi turun, sehingga tidak terjadi ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur. Hal ini perlu didiskusikan dengan dokter untuk membuat siklus haid kembali teratur.

2. Sakit
Bila Ibu sedang sakit, maka hal ini dapat membuat siklus haid terlambat dan biasanya berlangsung sementara saja. Setelah Ibu kembali sehat, umumnya siklus haid akan kembali normal.

3. Perubahan jadwal
Perubahan jadwal kerja atau aktivitas Ibu, misalnya Ibu harus beraktivitas di malam hari, sehingga istirahat dilakukan pada siang hari, dapat memengaruhi ‘jam tubuh’ juga.

4. Perubahan konsumsi obat
Mungkin Ibu sedang mengonsumsi obat baru, sehingga siklus haid terlambat atau tidak datang sama sekali. Bila obat yang Ibu minum menyebabkan keterlambatan, lebih baik Ibu konsultasikan dengan dokter untuk mendapat informasi dan penanganan yang tepat.

5. Berat badan berlebih
Berat badan berlebih dapat memengaruhi hormon dalam tubuh dan memengaruhi siklus haid. Dengan mengurangi beberapa kilogram berat badan, maka dapat membantu siklus haid menjadi teratur dan kembali normal.

6. Berat badan kurang
Kekurangan lemak tubuh dapat mengganggu siklus haid normal atau bahkan dapat mengakibatkan siklus haid berhenti sama sekali. Hal ini dikenal sebagai amenorrhea. Hal ini banyak dialami para atlet wanita atau olahragawati yang berlatih terlalu keras. Dengan menambah sedikit berat badan dapat mengembalikan siklus haid menjadi normal.

7. Salah menghitung siklus haid selanjutnya
Siklus haid tiap wanita berbeda, ada yang memiliki siklus 28 hari dan ada yang lebih lama. Kadang kala, keterlambatan siklus haid terjadi karena salah memperkirakan periode haid selanjutnya. Jika siklus haid tidak teratur, namun dapat diketahui waktu ovulasi, maka dapat diperkirakan siklus haid selanjutnya akan tiba sekira dua minggu setelah ovulasi.

8. Perimenopause
Perimenopause adalah suatu periode ketika seorang wanita produktif masuk ke dalam periode usia nonreproduktif. Pada periode ini, haid dapat menjadi tidak teratur.

9. Menopause
Menopause adalah suatu periode ketika seorang wanita masuk ke dalam periode tidak terjadi ovulasi lagi. Menopause dapat terjadi secara alami, namun juga dapat terjadi karena tindakan operasi, misalnya histerektomi atau pengangkatan rahim, atau karena kimiawi seperti penggunaan kemoterapi untuk mengatasi kanker.

Sebaiknya Ibu tidak segan berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan informasi dan penanganan keterlambatan haid yang tepat. Semakin dini ditemukan penyebabnya dan ditangani dengan baik, maka hasil yang diperoleh akan semakin baik.