Share Like
Simpan

Batuk merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada anak, sebenarnya batuk merupakan refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalannya nafas. Namun demikian, pada kondisi tertentu, batuk butuh ditangani secara medis. Mengamati ciri dan jenis batuk akan membantu Anda mengidentifikasi, apakah batuk anak anak termasuk dalam kategori batuk biasa atau batuk yang perlu dikhawatirkan dan berbahaya.

Beberapa jenis batuk tak berbahaya:

  • Batuk mendadak
    Jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin ia tersedak makanan atau minuman yang masuk ke jalur yang salah atau ada sesuatu yang tersangkut ditenggorokannya. Dalam kasus seperti ini tidak perlu khawatir, karena batuk adalah suatu mekanisme yang justru membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut. Biasanya batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja. Namun jika batuk tidak kunjung reda, hubungi dokter.
  • Batuk Malam Hari
    Anak anda mungkin sering batuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat berbaring, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ketenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini tidak mengkhawatirkan namun tetap perlu diwaspadai.
  • Batuk disertai pilek
    Jika anak batuk dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus, kemungkinan ia menderita batuk pilek biasa. Batuk ini biasanya berlangsung selama satu minggu. Namun, jika lebih dari satu minggu, Anda harus menghibungi dokter
  • Batuk dengan muntah
    Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang reflek muntah. Anak yang batuk bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Selama muntah tidak terus berkelanjutan, kondisi ini masih terbilang wajar.
    Di luar itu, Anda perlu mewaspadai batuk anak sebagai jenis batuk yang berbahaya atau perlu ditangani secara medis. Misalnya batuk yang disertai demam tinggi, batuk pada bayi yang baru lahir, batuk rejan (terdengar bunyi “whoop” pada saat anak berusaha menarik nafas setelah batuk berkali-kali), batuk”menyalak” (batuk yang biasanya disebabkan oleh croup, yaitu peradangan pada laring dan trakea, batuk dengan mengi, atau batuk yang menyebabkan anak mengeluarkan suara kasar dan berisik saat bernafas.


Penanganan di rumah

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan dirumah untuk membuat anak lebih nyaman saat ia sedang batuk:

Berikan perhatian dan tetap tenang. Sangat dimengerti jika orangtua khawatir anaknya terkena atau terinfeksi. Namun tetaplah tenang, karena hal ini akan membantu anda dan si kecil.

Jika anak anda menderita asma. Pantau perkembangannya dengan seksama dan berikan obat-obat sesuai petunjuk dokter.

Jika hidung anak tersumbat. Bersihkan hidungnya sebelum memberikan makanan. Untuk membersihkannya bisa menggunakan tetes hidung atau alat hisap.

Jika anak mengalami pilek. Beristirahatlah dirumah, karena hal ini akan membentu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang lain. Cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan.

Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti “menggonggong”, bawalah kekamar mandi. Masukan air panas kedalam ember dan biarkan ruangan menjadi penuh uap selama 20 menit. Uap air akan membantu anak bernapas lebih mudah.

Jaga agar ruangan tetap lembab dan bersih.