Share Like
Simpan

Melihat si Kecil selalu mengemut makanannya sering membuat Ibu gemas dan tidak sabar menunggunya untuk segera mengunyah dan menelan makanannya. Padahal Ibu ingin memberikan jenis makanan yang baru agar gizi si Kecil dapat terpenuhi dengan baik. Namun, bagaimana bisa memberikan kalau si Kecil selalu mengemut makanannya?

Sebagian besar batita akan belajar mengunyah dan menelan jenis-jenis makanan tertentu dengan benar saat dalam kisaran usia 12-14 bulan. Walau kadang sesekali si Kecil dapat mengunyah makanannya dengan benar, mungkin sementara waktu ia akan berhenti melakukannya. Makan merupakan ‘tugas’ yang cukup kompleks karena memerlukan koordinasi dari beberapa sistem organ tubuh. Untuk menelan dan mengunyah makanannya, si Kecil perlu belajar bagaimana lidah, gigi, dan otot tenggorokan dapat bekerja sama. Hal ini penting agar si Kecil tahu kebiasaan makan yang tepat sehingga ia mendapat nutrisi yang dibutuhkan.

Setiap orang tua bisa merasa frustrasi saat terlibat dalam pemberian makan pada batita, terutama saat si Kecil tidak mau menerima segala jenis makanannya dengan mudah, dan malah bermain dengan makanan, atau mengemut makanannya. Kondisi ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai kebiasaan si Kecil itu untuk mencari kemungkinan adanya gangguan mengunyah dan menelan yang memerlukan bantuan dari dokter. Walau mengemut makanan tidak perlu dikhawatirkan, namun bila berlangsung lama dapat menimbulkan risiko tersedak, atau gangguan asupan gizi kelak bila perilaku tersebut menetap.

Coba biarkan si Kecil menggigit potongan kecil makanan atau ajak ia makan bersama sesering mungkin. Kedua cara tersebut dapat menjadi contoh kebiasaan makan yang baik. Pastikan saat Ibu menawarkan makanan baru tidak dalam keadaan terburu-buru, jadi pilih waktu yang tepat. Sajikan makanan dalam potongan kecil dan coba makan dan nikmati di hadapannya agar si Kecil juga mau mencobanya.

Ibu juga bisa mengajarkan dengan meletakkan makanan dalam mulut, kemudian kunyah dengan mulut sedikit terbuka agar si Kecil dapat melihat gigi mengunyah makanan menjadi lebih kecil. Bila makanan sudah dalam ukuran lebih kecil, beri tahu si Kecil untuk menelannya. Uraikan proses mengunyah dan menelan satu per satu. Mungkin Ibu bisa berkata, ”Ibu mengunyah makanan dengan gigi depan dan sekarang Ibu memindahkan makanan ke gigi belakang. Sekarang makanan sudah berukuran lebih kecil dan Ibu sudah bisa menelannya.” Minta si Kecil untuk tidak mengemut makanannya di dalam mulut karena akan semakin sulit dikunyah dan si Kecil bisa tersedak. Berikan makanan dengan jenis dan porsi sedikit, agar si Kecil tidak merasa bingung menghadapi piring makanannya.

Berikan pujian bila si Kecil akhirnya bisa mengunyah dan menelan makanannya tanpa diemut lagi. Kesabaran Ibu dalam hal ini juga diperlukan.