Share Like
Simpan

Kini bermain berbagai games tidak hanya membutuhkan peralatan canggih. Hanya dengan telepon genggam, dan sejenisnya, permainan sudah bisa dilakukan dimana saja. Pemandangan anak yang asyik bermain dengan gadget yang berukuran kecil sudah tampak biasa. Apa tanda-tanda mereka mulai kecanduan bermain games?

Ada tiga hal yang dikhawatirkan orang tua saat melihat anaknya bermain video games dengan asyiknya tanpa peduli waktu. Tiga hal tersebut menyangkut dampak games terhadap perilaku, kesehatan dan sosial. Dampak tersebut cukup bervariasi, tergantung dengan isi dan gaya games yang digelutinya.

Mungkin kekhawatiran terbesar orang tua adalah faktor kadar kekerasan (violence) dalam permainan tersebut yang mungkin akan menimbulkan dampak tertentu kepada si anak. Kadang dalam permainan tersebut memunculkan pola perilaku yang buruk, mengajarkan anak menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalahnya, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat kekerasan dalam games memiliki efek menenangkan anak. Itu sebabnya orang tua harus tahu games apa yang dimainkan oleh anaknya dan menyeleksi segala ‘isi’ games yang mereka rasa tidak sesuai untuk dimainkan oleh anak. Walau sebagian anak tampak sangat memahami dengan jelas antara aktivitas di dunia fantasi permainannya dengan yang ada di dunia sebenarnya, namun orang tua perlu tetap membimbing dan mendampinginya.

Kenali tanda-tanda kecanduan games pada anak:
• Bermain games dengan waktu yang semakin lama
• Memikirkan games saat melakukan akitivitas lain
• Bermain games untuk ‘lari’ dari masalah yang dihadapi
• Berbohong kepada teman atau anggota keluarga dengan menyembunyikan gadget saat bermain games
• Menjadi rewel saat diminta berhenti bermain games

Bermain video games dalam waktu yang cukup lama dapat mengganggu kesehatan, misalnya mata terasa tegang, sakit kepala, dan cedera otot akibat tekanan yang berulang. Orang tua harus membatasi berapa lama anak menghabiskan waktunya bermain berbagai games tersebut dan mengajak anak untuk beristirahat sejenak saat bermain games yang berseri, misalnya. Dampak kecanduan games tidak hanya sampai di situ saja. Gangguan berinteraksi sosial dengan orang lain bisa saja terjadi akibat asyiknya bermain games.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zat dopamin dalam jumlah banyak akan mengalir ke otak selama bermain video games dan dampak ini mirip dengan bahan kimiawi yang dikeluarkan saat menggunakan obat-obatan berbahaya seperti amfetamin. Dopamin merupakan hormon yang mengatur mood dan kadar yang berlebihan akan menimbulkan perasaan yang melambung tinggi atau ‘high’. Itu sebabnya kecanduan video games bisa saja berupa kimiawi, tidak hanya psikologis.

Hindari mengenalkan permainan video games pada usia dini, karena semakin muda usia dikenalkan games, maka mereka akan lebih berisiko mengalami kecanduan. Batasi akses ke video games di ruang keluarga dan bila memungkinkan, tidak meletakkan komputer di kamar mereka. Berikan batasan waktu, bahkan untuk menonton televisi sekalipun atau saat mereka merengek beralasan satu level lagi atau minta menambah waktu 5 menit lagi. Ibu perlu bersikap tegas, namun tidak berarti kasar.

Agar anak tidak telanjur kecanduan bermain video games atau yang lainnya, Ibu perlu mengatasinya dengan trik-trik tertentu. Lakukan perjalanan aktivitas di luar lingkungan seperti pergi ke luar kota, berkemah di halaman, berenang, bersepeda bersama, mengunjungi kebun binatang atau museum, merupakan beberapa contoh kegiatan yang bisa Ibu lakukan bersama keluarga. Segarnya udara pagi, sinar matahari pagi dan suara tertawa bersama akan menggantikan berbagai games yang biasa anak lakukan.