Share Like
Simpan

Selamat pagi, Bu! Sarapan apa hari ini? Menggunakan bahan-bahan berbeda untuk membuat makanan ibu hamil memang diperlukan agar mendapat asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Namun, ada beberapa bahan yang tak boleh dikonsumsi wanita hamil karena mengandung bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.

Agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan dan janin tetap terjamin keselamatannya, ketahui bahan-bahan yang tak boleh ada dalam makanan ibu hamil berikut ini:

1. Soft cheese

Soft cheese merupakan keju yang dibuat dari unpasteurized milk atau susu yang tidak disterilkan sehingga memiliki kemungkinan mengandung bakteri e. coli dan listeria. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan hingga suhu 600° C selama 30 menit untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Keju yang termasuk dalam jenis soft cheese adalah brie, feta, camembert, roquefort, queso blanco, dan queso fresco.

Mencampurkan soft cheese dalam makanan ibu hamil bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan demam yang gejalanya muncul 2 hingga 5 hari setelah mengonsumsinya. Jika tetap ingin menggunakan keju dalam makanan ibu hamil, gunakanlah hard cheese seperti keju cheddar yang bebas kandungan bakteri jahat.

2. Ikan mentah

Bagi Ibu yang gemar mengonsumsi sushi, sebaiknya hentikan dulu selama masa kehamilan, ya! Ikan mentah memiliki kandungan bakteri yang dapat menyebabkan aneka gangguan kesehatan seperti diare dan demam. Meski gejalanya tampak tidak berbahaya, bakteri ini dapat menyebabkan kematian jika menyerang wanita hamil. Pasalnya, pada saat mengandung, sistem kekebalan tubuh secara otomatis akan melemah.

Agar terhindar dari bakteri berbahaya ini, pastikan memasak ikan sampai matang dengan suhu sekitar 63° C. Dengan memasaknya secara tepat, tak perlu ragu lagi mengonsumsi aneka jenis ikan sebagai makanan ibu hamil yang lezat dan juga sarat kandungan protein.

3. Telur mentah

Telur mentah memiliki kandungan bakteri salmonela yang mengakibatkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare sehingga tidak seharusnya dicampurkan dalam makanan ibu hamil. Jika ingin mengonsumsi telur, pastikan sudah dimasak hingga benar-benar matang pada suhu sekitar 72° C, bisa dengan cara digoreng ataupun direbus sesuai selera.

Ketika menyantap hidangan di restoran, pastikan menghindari menu yang mengandung telur mentah seperti caesar salad. Jika Ibu menggemari makanan semacam ini, lebih baik buat sendiri di rumah dengan menggunakan telur yang sudah melalui proses pasteurisasi sehingga lebih aman dan sehat. Meski masih belum banyak yang menjualnya, namun telur jenis ini sudah mulai bisa dijumpai di pasaran.

Mulai saat ini, lebih perhatikan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat makanan ibu hamil, ya! Selain untuk mencegah serangan penyakit dan bakteri jahat, makanan dengan bahan-bahan yang terjamin akan jauh lebih nikmat dan aman untuk calon anak kesayangan.