Share Like
Simpan

Memaksimalkan Pertumbuhan Si Kecil di Masa Golden Years

Untuk mengoptimalkan masa golden years dalam kehidupan anak, Frisian Flag, produsen susu asal Belanda yang sudah 87 tahun berada di Indonesia, kembali mengadakan Smart Parents Conference di tahun 2009 sebagai wujud komitmen Frisian Flag Indonesia untuk menjadi partner para orangtua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan stimulasi yang tepat bagi sang buah hati. Selama tiga hari berturut-turut, 24-26 Juli 2009 pengunjung diperkaya dengan berbagai pengetahuan tentang cara menjadi orangtua cerdas melalui 21 kelas seminar dengan variasi topik yang sangat menarik, yang ditunjang dengan kidzone dan booth konsultasi dengan pakar ahli.


Dalam sambutannya, Berndt Kodden, Marketing Manager Frisian Flag Indonesia mengatakan, “Inilah kali kedua kami mengadakan Smart Parents Conference Kami sangat senang mengadakan acara ini karena kami tahu untuk menjadi orangtua yang cerdas, tidak ada sekolahnya. Kami berharap, semua yang diberikan selama Smart Parents Conference akan membantu orangtua dalam mengoptimalkan tumbuh-kembang anaknya sehingga dapat menjadi generasi muda yang kompeten di masa mendatang.”

Hari pertama difokuskan untuk membahas nutrisi dan stimulasi untuk pertumbuhan anak. Dalam kelas Brain Food Untuk Masa Golden Years Ir. Marzuki Iskandar, M.T.P menjelaskan masa emas sebenarnya telah? dimulai sejak anak masih dalam kandungan hingga ia berusia 3 tahun. Masa ini ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat cepat, dan masa ini tak akan pernah terulang lagi dalam kehidupannya. Kunci utama untuk mendapatkan pertumbuhan cepat terletak pada kuantitas maupun kualitas dari nutrisi yang diberikan oleh orangtuanya: haruslah tepat dan seimbang.

Ternyata nutrisi saja tidak cukup untuk mengembangkan kecerdasan anak. Dalam materi “Glenn Doman Method, How To Multiply Your Baby Intelligence” Irene F. Mongkar menyampaikan bahwa semua anak pada dasarnya cerdas. Jadi kuranglah tepat jika kecerdasan anak hanya dilihat dari prestasi akademis, karena kecerdasan itu sangat beragam jenisnya; ada cerdas bahasa, matematis, musik, spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal dan natural. Karenanya, dalam melipatgandakan kecerdasan sang buah hati juga bisa dilakukan dengan mengasah berbagai aspek kecerdasan tersebut. Di samping itu dalam mengasuh sang buah hati, orangtua harus menghargai semangat dan sikap kritis yang ditunjukkan anaknya, caranya dengan selalu menjawab pertanyaan anak, bukan dengan jawaban ala kadarnya tapi dengan mengajak anaknya untuk bersama-sama mencari jawabannya di berbagai media pengetahuan? ataupun bertanya langsung pada ahlinya.


Tak ketinggalan Prof. DR. Arief Rahman, M.Pd. pun menyampaikan cara-cara “Mengembangkan Perilaku yang Positif pada Anak”. Berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun sebagai pendidik,? pendidikan haruslah bermodalkan pemikiran positif.? Beliau juga mengajak peserta mengingat betapa pentingnya 6S dalam keseharian individu, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sabar, Syukur, dan Sehat. Menurutnya, orangtua harus bisa menyebarkan “virus” gembira dan sifat-sifat positif lainnya kepada anaknya. Be a smart parents! Caranya dengan memastikan anak selalu terjaga kesehatannya; memberikan rasa aman dan nyaman dengan tidak memberikan ancaman; tunjukkan rasa cinta; dan menghargai setiap karya anak.


Hari kedua terfokus pada pengembangan kecerdasan anak lewat stimulasi-stimulasi fisik dengan aktif bergerak dan bermain. Kesempatan kembali diberikan pada Irene F. Mongkar, pakar metode Glenn Doman, untuk memberikan materi Physically Superb. Irene menganjurkan beberapa cara untuk menstimulasi gerak anak secara maksimal. Caranya dengan bermain bersama anak dan melakukan gerakan bersama, seperti merayap, merangkak, berjalan, berlari, dan melompat bersama. Disini para orangtua pun diajarkan bagaimana mengajak anak untuk memiliki kebutuhan untuk bergerak. Tak hanya menyediakan kelas seminar, disini para peserta juga bisa berkonsultasi gratis mengenai kesehatan dan perkembangan anak, pengelolaan keuangan keluarga, dan metode senam otak pada para pembicara di meja-meja yang sudah disediakan. Yang menarik dari event ini adalah tersedianya area Kidzone yang menjadi tempat dimana para orangtua dapat menitipkan anaknya serta menyediakan berbagai aktivitas menarik bersama kakak-kakak pengasuh. Event hari kedua ini berlangsung sangat sukses, hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang melonjak hingga mencapai lebih dari 700 partisipan.

Hari terakhir diwarnai dengan kelas spesial untuk para orangtua laki-laki bertajuk, “Peran Ayah Membuat Anak Secerdas ‘Einstein’”. Tentunya bukan hanya Ibu yang bertanggungjawab atas pertumbuhan anaknya. Menurut penuturan Roslina Verauli, Ayah berperan besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan kompeten melalui kegiatan bermain yang lebih kasar (yang melibatkan fisik baik di dalam maupun di luar ruangan). Di samping itu, peran Ayah juga dibutuhkan dalam menumbuhkan kebutuhan akan hasrat berprestasi melalui kegiatan mengenalkan anak tentang berbagai jenis pekerjaan dan cita-cita. Roslina pun menegaskan peran Ayah untuk mengajarkan tentang? peran jenis kelamin laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak dan ekspektasi dari lingkungan sosial dari seorang laki-laki. Selain itu Irene F. Mongkar kembali hadir untuk memberikan materi “Cara Tepat Mengajarkan membaca, Matematika, dan Ensiklopedi”. Rangkaian kegiatan Smart Parents Conference tahun ini pun ditutup dengan keceriaan anak-anak membentuk barisan yang cukup rapi sambil menyanyikan lagu Naik Kereta Api untuk mengunjungi stan-stan agar lebih mengenal Frisian Flag Indonesia. Acara Frisian Flag Smart Parents Conference 2009 ditutup dengan hasil yang cukup membanggakan. Frisian Flag patut berbangga karena berhasil merangkul para orangtua untuk berbagi ilmu bersama dan berhasil memupuk semangat mereka untuk menjadikan dirinya orangtua yang cerdas dalam menstimulasi pertumbuhan anak secara maksimal.