Share Like
Simpan

Halo, Bu! Bagaimana makan si Kecil hari ini? Senang ya, jika melihat ia makan dengan lahap. Apakah si Kecil juga sudah mulai suka jajan akhir-akhir ini? Jika iya, perhatikan dengan baik jajanannya ya, Bu. Pasalnya, jajanan di luar rumah sering kali tidak menyehatkan, belum lagi kandungan gizinya tidak terjamin. Tentu Ibu tidak ingin si Kecil sakit karena jajan sembarangan, bukan?

Terkadang, hobinya yang suka jajan membuat Ibu khawatir bahwa hal itu akan merusak nafsu makannya. Benar, Bu? Namun, para ahli nutrisi ternyata malah menganjurkan si Kecil diberi jajanan sehat dan ringan, supaya asupan gizinya selalu tercukupi. Nah, sebelum mengizinkannya jajan, ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan, yaitu jenis jajanan dan waktu yang tepat untuk memberikannya.

Oleh karena itu, mari kita hitung terlebih dahulu kebutuhan kalori si Kecil sesuai dengan usianya. Caranya adalah:

Menentukan Berat Badan Ideal (BBI). Pada balita, rumusnya adalah

BBI = (usia balita dalam tahun x 2) + 8

Contoh: jika si Kecil berusia 4 tahun, maka BBI = (4 x 2) + 8 = 16 kilogram

Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari.

1. Kebutuhan energi/kalori = 1000 + (100 x usia balita dalam tahun)

Contoh: jika si Kecil berusia 4 tahun, maka kebutuhan energi/kalori

1000 + (100 x 4) = 1.400 kalori

2. Kebutuhan protein = (10% x total kebutuhan kalori) : 4 = x gram

Contoh: jika si Kecil berusia 4 tahun, maka kebutuhan protein =

(10% x 1.400) : 4 = 35 gram

3. Kebutuhan lemak = (20% x total kebutuhan kalori) : 9 = x gram

Contoh: jika si Kecil berusia 4 tahun, maka kebutuhan lemak =

(20% x 1.400) : 9 = +/- 31 gram

4. Kebutuhan karbohidrat = (70% x total kebutuhan kalori) : 4 = x gram

Contoh: jika si Kecil berusia 4 tahun, maka kebutuhan karbohidrat =

(70% x 1.400) : 4 = 245 gram

Setelah ini, Ibu bisa mengatur menu-menu makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh si Kecil. Menurut situs yang saya baca, kebutuhan gizi dan nutrisi untuk balita, harus mencakup berbagai kelompok makanan berikut: 

  • 4 porsi jenis karbohidrat per hari.
  • 2-3 porsi susu per hari
  • 1-2 porsi daging per hari.
  • 5 porsi jenis buah dan sayuran per hari.

Maka dari itu, selain makan pagi (280 kalori), selingan pagi (140 kalori), makan siang (420 kalori) dan makan malam (420 kalori), Ibu bisa memberikan jajanan sehat kepada si Kecil pada waktu tertentu agar kebutuhan kalorinya tetap tercukupi. Selingan di antara makan pagi dan siang, serta di sore hari (antara makan siang dan malam) sangatlah dianjurkan.

Beberapa menu jajanan sehat  yang bisa dipilih adalah sebagai berikut:

  1. Yogurt rendah lemak. Hidangkan dengan campuran buah-buahan segar supaya lebih lezat dan menarik,misalnya dibuat smoothies.
  2. Keju. Potong keju dengan beragam bentuk unik supaya si Kecil tertarik menyantapnya.
  3. Kentang. Boleh digoreng atau direbus, kemudian ditaburi keju. Namun, perhatikan taburan garam yang digunakan agar tidak berlebihan.
  4. Roti gandum. Olesi dengan selai kacang, selai buah, atau diisi keju untuk memenuhi kebutuhan serat, lemak, vitamin dan protein.
  5. Sereal. Disantap dengan susu, namun perhatikan kandungan gulanya. Akan lebih baik jika Ibu memilih sereal dengan kandungan gula yang rendah.
  6. Jajanan campur. Ayo lebih kreatif menciptakan jajanan sehat bagi si Kecil! Ibu bisa membuat popcorn (tanpa mentega atau gula) dicampur dengan kismis dan kacang-kacangan, seperti almond atau mete.

Bagaimana, Bu ? Sekarang Ibu bisa lebih bebas berkreasi tanpa perlu khawatir nafsu makannya berkurang karena sering jajan atau ngemil. Selamat bereksperimen dengan jajanan si Kecil!