Share Like
Simpan

Merawat si Kecil yang baru lahir memang selalu punya kejutan tersendiri, ya. Walaupun mungkin kita sebelumnya sudah punya, Bu. Hal ini yang saya rasakan waktu membesarkan anak saya yang kedua dulu. Begini ceritanya!

Jadi, saat itu saya hendak memandikan si Kecil yang usianya masih bayi. Ketika hendak membersihkan kepalanya, kagetlah saya waktu merasakan ada bagian kulit yang kasar di dekat dahinya. Waktu saya lihat, ternyata di area tersebut, ada lapisan bersisik berwarna kuning. Hm, ini kenapa, ya? Padahal, saya tidak pernah menemukan masalah seperti ini waktu merawat anak saya yang pertama dulu.

Setelah berkonsultasi dengan dokter si Kecil, saya jadi tahu jawabannya, Bu. Ternyata, si Kecil  terkena kerak topi atau yang sering disebut sebagai cradle cap. Lho, kok bisa? Berikut saya coba paparkan serba-serbi gangguan kesehatan yang satu ini.

Apa Penyebabnya?

Kerak topi sebenarnya merupakan gangguan yang umum ditemui saat si Kecil masih berusia 0-8  bulan. Biasanya, ini terjadi akibat sisa-sisa hormon yang dimiliki tubuh bayi dari sejak berada di dalam kandungan dulu. Hormon ini menyebabkan minyak yang ada di kulit kepalanya tidak bisa terserap dengan sempurna. Akibatnya, sel-sel kulit serta debu jadi mudah menempel pada minyak dan membentuk kerak.

Apakah Ini Mengganggu si Kecil?

Walaupun bentuknya mungkin terlihat "mengerikan", tapi sebenarnya kerak topi tidak berbahaya sama sekali, kok. Bahkan, masalah kesehatan ini mungkin lebih menganggu kita ketimbang si Kecil karena ini tidak menimbulkan gatal atau rasa sakit baginya. Namun, jika kerak topinya sampai terlihat merah dan membengkak, segera bawa ia ke dokter ya, karena kemungkinan kulit kepalanya terinfeksi.

Bagaimana Perawatannya?

Jika didiamkan, kerak topi sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya. Walaupun begitu, Ibu juga bisa merawat kulit kepalanya lewat beberapa cara di bawah ini:

  1. Sebagai bentuk pencegahan, membersihkan rambut si Kecil secara berkala merupakan salah satu langkah untuk membersihkan minyak berlebih di kepalanya. Oleh karena itu, si Kecil sebaiknya keramas 2-3 kali seminggu.
  2. Untuk melembutkan kerak sehingga mudah terlepas, Ibu bisa menggunakan baby oil. Caranya, Oleskan pada bagian kulit kepalanya, lalu diamkan 10-15 menit, setelah itu lepaskan keraknya secara perlahan dan bilas dengan sampo bayi. Perlu diingat Bu, penggunaan baby oil jangan berlebihan ya, karena justru bisa menyebabkan biang keringat.
  3. Berhubung area kepala si Kecil masih sensitif, jadi kita harus berhati-hati saat merawatnya Bu, terutama jika kerak kepalanya muncul di bagian ubun-ubun. Oleh karena itu, gunakan kapas steril yang lembut untuk membasuh dan melepaskan kerak kulitnya itu, ya.
  4. Ibu juga bisa menggunakan perawatan secara alami dengan mengoleskan cocoa butter atau memakai gel lidah buaya pada bagian yang terkena kerak topi.

Semoga informasi dan tips yang saya berikan ini bisa bermanfaat ya, Bu. Ingat, jika gangguan kerak topi si Kecil tak kunjung sembuh atau bahkan memburuk, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter supaya bisa diberikan penanganan lebih lanjut, ya. Akhir kata, terima kasih sudah membaca dan jika Ibu punya tips lainnya seputar cara menangani kerak topi, silahkan langsung di-share ke sini, Bu!