Share Like
Simpan

Bila si Kecil diare, tentu Ibu dan Ayah khawatir, terlebih jika usianya masih 1 bulan atau 2 bulan. Umumnya bayi usia 1 bulan memiliki kotoran yang lunak, kekuningan, dan frekuensinya bisa beberapa kali dalam sehari. Bila si Kecil mendapat ASI, frekuensi buang air besarnya (BAB) dapat mencapai lima kali sehari dan biasanya ia akan BAB beberapa saat setelah menyusu. Hal ini normal terjadi karena gerakan usus si Kecil belum sepenuhnya ‘sempurna’.

Bagaimana membedakan frekuensi BAB si Kecil ini temasuk normal atau diare? Bila si Kecil diare, frekuensi BAB-nya akan meningkat tiba-tiba dan lebih sering daripada biasanya, misalnya BAB lebih dari satu kali setiap habis menyusu. Bentuk feses atau kotorannya cair, berbau, dan terdapat lendir yang menempel pada kotorannya. Selain itu, mungkin si Kecil demam dan enggan menyusu, sehingga berat badannya pun turun.

Umumnya diare pada anak-anak tidak berlangsung lama dan sebagian besar disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh dengan sendirinya. Selain virus, perubahan diet pada Ibu menyusui dapat berpengaruh. Demikian pula dengan penggunaan obat pada Ibu menyusui.

Bahaya diare pada anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 3 tahun, adalah dehidrasi. Bila si Kecil kekurangan cairan, matanya akan tampak cekung, rewel, dan menangis tanpa air mata, dan volume urin sedikit yang dapat diketahui dari pergantian popok yang tidak sebanyak biasanya atau popok tidak basah karena si Kecil tidak buang air kecil. Si Kecil akan terlihat lemah dan bibir terlihat kering. Pada dehidrasi yang berat, si Kecil tidak kencing dalam 8 jam, bila kulitnya dicubit tidak mudah kembali, serta ubun-ubun teraba cekung. Selain itu dapat ditemukan darah, lendir, dan nanah pada kotorannya dan disertai muntah-muntah. Gejala ini dapat memperberat dehidrasi dan sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapat pertolongan medis secepatnya. Ingatlah, semakin kecil usia bayi, ia akan lebih mudah mengalami dehidrasi dan dapat membahayakan kesehatannya.

Untuk bayi diare, umumnya dokter tidak menganjurkan pemberian obat diare yang dijual bebas, dan akan meresepkan antibiotik hanya untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. Pastikan si Kecil mendapat cukup asupan cairan, dan tetap diberikan ASI. Pemberian ASI dapat mencegah diare dan membantu pemulihan diare dengan cepat. Ikuti petunjuk dokter dalam memberikan cairan tambahan yang mengandung elektrolit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.