Whatsapp Share Like Simpan

Hai, Bu, bagaimana kegiatan belajar anak selama di rumah beberapa bulan ini? Kondisi yang dialami saat ini ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendampingi anak dalam proses belajar secara daring.

Pada tanggal 9 September 2020 kemarin, Frisian Flag mengadakan acara live talk di Lazada bersama psikolog Efnie Indrianie, M. Psi dan Zeezee Shahab dengan topik bahasan seputar mengoptimalkan fungsi kerja otak si Kecil selama belajar di rumah.

Saat acara expert sharing, psikolog Efnie menjelaskan bahwa salah satu hal yang mempengaruhi efektivitas belajar anak adalah gaya belajar mereka. Yuk simak rangkumannya!

Apa Itu Gaya Belajar?

Gaya belajar adalah metode belajar yang dipergunakan untuk memudahkan seorang anak dalam mempelajari sesuatu. Salah satu indikator yang bisa kita perhatikan tentang gaya belajar anak adalah mudah atau sulitnya anak menerima informasi dengan metode belajar yang kita terapkan.

Gaya Belajar ini dapat diketahui oleh orang tua melalui proses pengamatan perilaku anak sehari-hari. Walaupun gaya belajar bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, pemahaman terhadap gaya belajar dan stimulus yang sesuai dengan gaya belajar akan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Artikel Sejenis

Tiga Tipe Gaya Belajar

Secara umum ada tiga tipe gaya belajar yang dominan dalam diri manusia (termasuk anak-anak), yaitu:

  • VISUAL

    Anak dengan tipe gaya belajar ini cenderung lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui INDERA PENGLIHATAN. Secara spesifik, gaya belajar Visual dibagi menjadi dua:

    • Text: mudah belajar dengan cara penyampaian melihat huruf, kata, kalimat, buku, angka, simbol, dan objek dua dimensi.
    • Picture: mudah belajar dengan cara penyampaian melihat gambar, foto, diagram, warna, bentuk, dan objek tiga dimensi.

    Ciri-ciri anak visual:

    • Suka membaca, menonton film/TV, melihat gambar, grafik, tabel, pemandangan, serta memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
    • Anak senang memperhatikan ekspresi orang saat berbicara.
    • Penampilan anak cenderung rapi.
    • Cenderung menyatakan emosi melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh.
    • Lebih mudah mengingat wajah orang dibanding namanya.
    • Menjelaskan sesuatu lebih suka menggunakan tampilan visual.
    • Memiliki kemampuan daya ingat yang kuat terhadap yang pernah dilihat.
    • Dalam mencoba hal baru lebih suka melihat buku contoh atau demonstrasinya terlebih dahulu.
    • Untuk meringkas pelajaran bisa menggunakan poster atau metode mind map.
    • Bagus dalam mengeja (spelling) dan lebih senang membaca sendiri daripada dibacakan.
    • Perlu berpikir sebentar dalam memahami apa yang baru didengarnya.

    Saran untuk para orang tua:

    1. Gunakan berbagai bentuk grafis, gambar, warna, atau tabel untuk menyampaikan informasi dan materi pelajaran.
    2. Berikan tanda pada materi-materi penting menggunakan warna yang berbeda.
    3. Ketika anak diminta menghafal, berikan ia kesempatan untuk membayangkan atau berimajinasi tentang materi yang sedang dipelajari.
    4. Beri penghargaan untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri.
    5. Perbanyak kegiatan yang memaksimalkan indera penglihatan.

Baca juga: Bantu si Kecil Lebih Fokus Belajar, Yuk!

  • AUDITORI

    Gaya belajar auditori adalah tipe gaya belajar yang yang cenderung lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui INDERA PENDENGARAN. Secara spesifik, gaya belajar Visual dibagi lagi menjadi 2 :

    1. Linguistik: mudah belajar dengan cara penyampaian melalui pendengaran, tata bahasa, keragaman kosa kata, berpantun, dan pentingnya isi kalimat.
    2. Musikal: mudah belajar dengan cara penyampaian mendengarkan intonasi, nada, serta kata-kata yang disampaikan secara berirama dan akustik.

    Ciri anak auditori:

    • Suka mendengar radio, musik, sandiwara, debat, atau diskusi.
    • Suka dibacakan cerita dengan berbagai intonasi, membaca dengan mengeluarkan suara, serta lebih memilih instruksi secara verbal.
    • Mengungkapkan emosi secara verbal.
    • Cenderung mengingat dengan baik kata-kata dan gagasan yang pernah diucapkan.
    • Suka melakukan aktivitas kreatif, seperti berbicara, bernyanyi, berdebat, bercerita, diskusi, dan sesi tanya jawab.
    • Lebih mudah belajar sambil diiringi musik atau mendengarkan rekaman.
    • Sulit diam dalam waktu lama.
    • Bagus dalam tata bahasa dan bahasa asing.

    Saran untuk para orang tua:

    1. Membaca dan mengulang bahan pelajaran dengan bersuara atau meminta orang lain membacakan pelajaran.
    2. Gunakan tape recorder untuk merekam materi pelajaran yang diajarkan di sekolah untuk diulang di rumah.
    3. Libatkan anak dalam kegiatan diskusi secara verbal.
    4. Lakukan review secara verbal dengan teman, orangtua, atau guru.
    5. Beri penghargaan untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri.
    6. Cari tahu tipe guru yang mengajarnya di sekolah. Apabila diajar oleh tipe guru yang berbeda, maka kita harus melengkapinya di rumah.
    7. Rekamlah ide-ide dan pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.
  • KINESTETIK

    Gaya belajar kinestetik adalah tipe gaya belajar yang cenderung lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui serangkaian aktivitas yang MENGGERAKKAN anggota tubuh dan mempraktekkan hal-hal yang dipelajari. Secara spesifik, gaya belajar Kinestetik dibagi lagi menjadi dua:

    1. Body (movement): mudah belajar dengan cara penyampaian melalui gerakan tubuh, berjalan-jalan, membolak-balik tubuh, bergoyang, terampil, dan cekatan.
    2. Tactile (touch): mudah belajar dengan cara penyampaian melalui penggunaan jari, perabaan, dan sentuhan tubuh. Kemampuan jari-jemarinya cekatan dan terampil, sehingga mampu membuat kreasi tangan seperti clay, designer, menari jenis tarian yang gemulai, menulis halus, dan menggambarnya cukup teliti dan detail.

    Ciri-ciri anak kinestetik:

    • Menyukai kegiatan aktif, baik sosial, kesenian maupun olahraga.
    • Sulit duduk dengan tenang.
    • Gemar menyentuh semua yang dilihat dan kerap menggunakan gerakan/bahasa tubuh saat mengekspresikan diri atau mengungkapkan emosi.
    • Mencari perhatian lewat fisik, seperti menyentuh orang lain, dan suka mengerjakan sesuatu yang menggunakan tangannya secara aktif.
    • Mencoba mainan baru biasanya langsung dikerjakan/dimainkan.
    • Menghafal dengan cara berjalan atau melihat objek secara langsung.
    • Mengunyah permen ketika mendengarkan penjelasan dari guru.
    • Menyenangi metode bermain peran.
    • Memiliki koordinasi mata dan tangan cukup baik.

    Saran untuk orang tua:

    1. Bersekolah pada sekolah yang menganut sistem active learning dimana siswa banyak terlibat dalam proses belajar.
    2. Belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai alat peraga, misalnya eksperimen di laboratorium.
    3. Untuk siswa yang memiliki kapasitas energi berlebih, sebaiknya diberikan aktivitas fisik di rumah sebelum bersekolah.
    4. Di kelas dapat ikut beraktifitas seperti membersihkan papan tulis atau membantu guru untuk membagikan buku-buku pelajaran.

Gaya belajar yang sesuai dengan kemampuan anak tidak hanya sekedar memiliki manfaat untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, tapi juga bisa menstimulasi daya imajinasi dan kreativitasnya. Anak yang kreatif merupakan salah satu ciri dari ANAK PRIMA yang Kreatif, Tangguh, Percaya Diri. Profil ANAK PRIMA sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan perubahan yang sangat dinamis. Gunakan tools berikut untuk mencari tahu karakter ANAK PRIMA ya, Bu.

Namun, semua ini tidak akan efektif apabila tidak disertai dengan nutrisi yang seimbang dan baik. Terdapat sejumlah nutrisi yang sangat baik pada FRISIAN FLAG 123/456 PRIMANUTRI yang dapat membantu mengoptimalkan fungsi kerja otak dalam proses belajar.

Yuk, join keseruan live sharing berikutnya di Lazada! Karena selain dapat ilmu parenting langsung dari ahlinya, Ibu bisa mendapatkan berbagai promo dan penawaran harga terbaik selama live, juga berkesempatan memenangkan giveaway seru. Stay tuned terus di media sosial Ibu dan Balita, ya!