Share Like
Simpan

Tak bisa dipungkiri, kelahiran anak kedua akan membawa perubahan besar dalam keluarga. Bukan hanya pada Ayah dan Ibu, hal ini juga dapat memengaruhi psikologi anak pertama, lho. Perhatian yang cenderung tercurah lebih banyak pada sang adik yang baru lahir, bisa saja membuat si Kecil merasa cemburu. Hal ini wajar kok, Bu, karena saya juga pernah mengalaminya dulu. Untuk mencari perhatian, si Kecil kerap melakukan hal-hal yang tidak biasa ia lakukan; seperti membantah apa yang saya katakan.

Setelah melakukan diskusi ibu hamil di forum Ibu dan Balita, ternyata ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantu si Kecil lebih siap menyambut kehadiran sang adik. Apa saja ya, Bu? Berikut informasinya!

Selama Masa Kehamilan

Mempersiapkan si Kecil untuk menerima kehadiran sang adik, bisa dimulai sejak Ibu masih hamil. Selain memberikan pengertian sederhana bahwa Ibu sedang mengandung adiknya, ajarkan juga si Kecil untuk menyayangi sang adik saat masih dalam kandungan. Misalnya dengan memintanya untuk mengelus-elus perut Ibu sebagai tanda kasih sayang.

Mengingat rasa ingin tahu si Kecil semakin besar saat usianya memasuki empat tahun ke atas, ia bisa saja menanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan adik bayi yang tengah Ibu kandung. Untuk menjawab rasa penasarannya, Ibu bisa melakukan beberapa hal seperti membacakan buku tentang bayi, serta mengajak si Kecil mengunjungi teman atau saudara yang memiliki bayi. Hal ini baik untuk perkembangan psikologi anak agar lebih memahami konsep dari bayi dan adik.

Menjelang Kelahiran

Mendekati waktu kelahiran sang adik, Ibu bisa menjelaskan secara sederhana pada si Kecil bahwa Ibu akan segera melahirkan. Sebaiknya, rencanakan juga agar si Kecil bisa secepatnya menjenguk Ibu dan adik baru setelah melahirkan. Hal ini baik bagi psikologi anak agar ia mengerti bahwa melahirkan adalah salah satu momen spesial keluarga yang patut dirayakan.

Saat Adik Sudah Lahir

Begitu sang adik sudah lahir dan bisa dibawa ke rumah, buat si Kecil terbiasa dengan kehadirannya, yuk! Caranya adalah dengan melibatkan ia dalam merawat sang adik, sehingga ia tidak merasa diabaikan. Misalnya dengan meminta si Kecil menghibur sang adik saat Ibu mengganti popoknya, atau membantunya mengenakan pakaian setelah mandi. Sekali lagi, cara ini punya dampak positif bagi psikologi anak guna mencegahnya merasa dilupakan dan diacuhkan.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Ibu lakukan agar si Kecil lebih siap dalam menyambut kehadiran sang adik. Adanya anggota keluarga baru tentu dapat berpengaruh pada psikologi balita , Bu. Itulah kenapa Ibu harus lebih memerhatikan dan meluangkan waktu untuk si Kecil. Misalnya saat sang adik tidur, Ibu bisa mengajaknya bermain atau melakukan berbagai kegiatan lain. Dengan memberikan perhatian dan waktu yang seimbang, si Kecil pun diharapkan bisa menerima kehadiran adiknya dengan lebih baik tanpa disertai rasa cemburu. Semoga informasi di atas berguna ya, Bu!