Share Like
Simpan

Halo Bu, bagaimana tumbuh kembang si Kecil sejauh ini? Menjelang tahun pertama, tentu semakin banyak momen pembelajaran berharga yang dilakukan oleh si Kecil, ya. Benar, kan? Saya pun juga tidak pernah melewatkan momen berharga tersebut setiap hari, lho. Jangan lewatkan masa emas pertumbuhannya dengan sering mengajaknya bercerita. Mulai dari saat mengganti popoknya di pagi hari, waktu makan siang, hingga ketika bermain di luar rumah.

Berbincang soal momen tumbuh kembang si Kecil, saya punya sedikit cerita saat ia masih berusia 10 bulan dulu, nih. Pada suatu siang, saya sedang menyuapi si Kecil makan. Kemudian saya menunjuk gambar kucing di bajunya dan mulai sedikit bercerita, "Lihat, kucing ini bunyinya miaw." Ketika ada kucing lewat, spontan ia langsung menunjuk ke arah kucing tersebut dan berkata, “Aww… Oww…” Wah, melihat usahanya untuk meniru suara hewan, saya pun langsung memberinya pujian, “Wow, kamu hebat sekali ya, sayang!” Pasalnya, kemampuannya meniru suara seperti yang saya ajarkan adalah tahap awal agar si Kecil bisa bicara selain menangis, Bu

Pembelajaran intensif di awal masa pertumbuhan adalah waktu yang tepat untuk mengasah pertumbuhan otak si Kecil secara optimal. Nah, berikut ini adalah cara saya mengajari si Kecil berbicara sejak dini: 

  1. Sejak masih berusia 8 minggu, si Kecil biasanya sudah bisa membuat suara seperti, “Ohh... Ahh…” Hal tersebut biasanya ia lakukan jika ada objek yang menarik perhatiannya. Jadi, Ibu bisa mulai mengasah kemampuannya tersebut dengan mengajaknya bercerita. Biarkan ia merespon dengan suara seperti apapun, ya.
  2. Ketika si Kecil melihat hewan berkeliaran di sekitar rumah, Ibu bisa menyebutkan jenis hewan tersebut sambil menirukannya suaranya di depan si Kecil. Misalnya ada seekor burung pipit kecil di pagar rumah. Lalu, tunjuk burung tersebut sambil berkata,“Itu burung, sayang. Suaranya cit cit cit.” Nah, dengan begitu ia akan mengingat dengan baik seperti apa suara burung dan mulai belajar untuk menirunya.
  3. Ulangi aktivitas ini secara konsisten dari hari ke hari agar otak si Kecil dapat menangkap dan merekam dengan baik apa yang sudah Ibu ajarkan. Momen pembelajaran tersebut sangat bermanfaat untuk melatih koordinasi otak, tangan, dan indera pengucapnya di masa yang akan datang.

Itulah beberapa tips yang dapat Ibu praktikan bersama si Kecil sejak dini. Satu lagi, saat si Kecil sudah memasuki usia 6 bulan nanti, ia semakin membutuhkan Zat Besi untuk mengoptimalkan pertumbuhan otaknya. Berbagai jenis makanan yang mengandung Zat Besi antara lain adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, tahu, dan kacang-kacangan.  Perlu diperhatikan saat memberikan daging cincang untuk si Kecil, sebaiknya tambahkan air lebih untuk memasak supaya lebih mudah ditelan. Untuk ikan, pilih ikan seperti ikan tuna atau tenggiri yang mengandung protein hewani yang alami.

Semoga informasi tersebut dapat memberi inspirasi untuk Ibu, ya! Terima kasih sudah membaca!