Share Like
Simpan

Halo Ibu, bagaimana perkembangan si Kecil saat ini? Tentu bahagia sekali ya, bisa melihat si Kecil tumbuh optimal dan bermain dengan riang gembira. Selain bermain di dalam rumah, ternyata banyak kegiatan menyenangkan lainnya yang bisa dilakukan di luar rumah bersama si Kecil lho, Bu. Salah satunya adalah bertanam.

Mungkin yang terbesit di benak Ibu tentang kegiatan ini adalah betapa kotornya tangan si Kecil seusai beraktivitas. Padahal, melibatkan si Kecil dengan kegiatan bertanam dapat merangsang kemampuan motoriknya, lho. Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung dapat mengajarkannya untuk mencintai lingkungan.

Di sisi lain, bertanam ini juga dapat merangsang si Kecil untuk menyukai makan sayur dan buah. Mengapa demikian? Ketika si Kecil terlibat dalam menanam sayur atau buah, akan timbul kesadaran atas usahanya merawat tanaman tersebut hingga siap dipanen. Tidak hanya lewat penjelasan yang Ibu berikan, tapi si Kecil bisa melihat langsung bentuk tanaman yang selama ini berguna bagi tumbuh kembangnya.

Bertanam dengan si Kecil ternyata tidak sesulit yang Ibu bayangkan lho. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Sebelum mulai bertanam, Ibu dapat menyiapkan pot dan tanamannya terlebih dulu. Saya dulu menyiapkan tanaman tomat dan wortel yang tergolong mudah, lalu membiarkan si Kecil memilih sendiri mana yang paling disukai dari keduanya agar ia lebih merasa terikat dengan tanamannya. Jika sudah, siapkan benih tanaman, tanah, pupuk kompos, sarung tangan, dan sekop kecil. Sambil menyiapkan peralatan, Ibu dapat meminta si Kecil untuk mencampurkan tanah dan pupuk kompos. Jangan lupa untuk memakaikannya sarung tangan terlebih dulu, Bu.

2. Isi pot dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kompos tadi hingga separuh isi pot, menggunakan sekop kecil. Minta si Kecil untuk menanam benih tanaman yang telah disiapkan, kemudian isi kembali dengan tanah hingga pot hampir penuh.

3. Letakkan pot di halaman rumah, atau jika memungkinkan, di dalam ruangan yang mendapatkan udara dan sinar matahari yang cukup. Minta si Kecil memberikan nama untuk tanamannya itu. Setiap harinya, Ibu dapat meminta si Kecil untuk memantau pertumbuhan tanaman tersebut. Jangan lupa mengingatkan si Kecil untuk menyiram tanaman secara rutin ya, Bu.

4. Selama masa pertumbuhan tanaman tersebut, pasti si Kecil akan bertanya setiap hari kapan “tanaman kesayangannya” tumbuh besar dan berbuah. Jika begitu, Ibu dapat menjelaskan padanya bahwa butuh waktu sekitar sebulan agar benih tersebut dapat tumbuh dan siap untuk dipanen.

Cukup mudah kan? Tentunya kegiatan seperti ini tidak hanya akan memberikan manfaat yang berharga, tetapi juga menambah momen-momen kebersamaan antara Ibu dan si Kecil. Selamat mencoba kegiatan ini di akhir pekan, Bu!