Whatsapp Share Like Simpan

Keberadaan gadget canggih di zaman sekarang ini sangat membantu kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian besar orang tua, gadget sering difungsikan sebagai alat untuk mengatasi anak yang rewel. Namun berhati-hatilah dengan kebiasaan ini, Bu. Anak bisa kecanduan gadget jika pemberiannya tidak dibatasi dengan baik.

Perhimpunan Dokter Anak Kanada dan Akademi Dokter Anak Amerika mengemukakan bahwa anak di bawah usia 2 tahun sama sekali tidak boleh terpapar teknologi. Untuk anak usia 3-5 tahun sudah boleh diberikan dengan batasan 1 jam per hari, sementara anak usia 6-18 tahun 2 jam per hari. Jika anak-anak terpapar teknologi terlalu lama, dikhawatirkan akan menimbulkan beberapa dampak seperti berikut ini:

Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Menurut penelitian yang dilakukan di Bristol University pada 2010, kecanduan gadget dapat menyebabkan kesehatan mental anak terganggu. Terlalu lama bermain gadget akan meningkatkan risiko psikosis, gangguan kecemasan, bipolar, kurang fokus, dan masalah perilaku lainnya.

Menyebabkan Obesitas

Disadari atau tidak, terlalu lama memainkan gadget atau menonton televisi bisa menyebabkan anak terserang obesitas dan diabetes. Hal ini dikarenakan anak jadi malas bergerak, padahal di usia tersebut anak-anak seharusnya aktif bermain fisik. Akibat dari malas bergerak ini dapat membuat penumpukan lemak dan metabolisme tubuhnya ikut terganggu, sehingga risiko anak mengalami obesitas pun dapat meningkat hingga 30 persen. Bahkan, anak yang kurang bergerak bisa memicu serangan jantung dan stroke di usia dini. Jangan sampai hal tersebut terjadi pada buah hati ya, Bu.

Kurang Tidur

Ketika anak sudah asyik memainkan gadget atau game, ia pasti akan lupa waktu dan jadi kurang tidur. Pada anak-anak, waktu tidur itu sangat penting lho, Bu. Jika anak kurang tidur, proses metabolisme tubuhnya akan terganggu. Kecanduan gadget juga bisa mengganggu perkembangan otak, konsentrasi berkurang, memicu tantrum, meningkatkan hormon stres, diabetes, kegemukan, dan sulit berpikir logis.

Artikel Sejenis

Memicu Perilaku Agresif

Internet menjadi tempatnya berbagai macam konten yang kadang tidak pantas disaksikan oleh anak-anak, seperti kekerasan dan pornografi. Ketika anak menontonnya, maka hal tersebut dapat memicu perilaku agresif pada diri anak. Ia bisa dengan mudah meniru adegan yang ia tonton sehingga dapat berakibat buruk pada masa depannya.

Perkembangan Otak Terganggu

Anak yang kecanduan gadget perkembangan otaknya juga bisa mengalami hambatan. Ini karena di umur 0-2 tahun otaknya sedang berkembang dengan cepat dan masih terus berlangsung sampai ia berusia 21 tahun. Perkembangan tersebut akan dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungan.

Rangsangan yang berlebihan dari teknologi seperti televisi dan gadget sudah terbukti dapat memperlambat perkembangan kognitif anak. Sebagai dampaknya, anak akan mengalami gangguan proses belajar, menurunnya kemandirian, meningkatkan sifat impulsif, hingga menyebabkan tantrum.

 

Baca juga: 4 Cara Siapkan Internet Aman untuk Anak

Menghambat Perkembangan Anak

Anak membutuhkan banyak stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangannya. Namun di saat anak sudah kecanduan gadget, maka anak akan kekurangan stimulasi yang ia butuhkan untuk meningkatkan berbagai kemampuan yang seharusnya sudah ia pelajari sejak dini. Sebagai dampaknya, perkembangan anak pun jadi terhambat, seperti kemampuannya dalam berkomunikasi, motorik, kognitif, hingga sosial.

Paparan Radiasi Emisi

Seperti yang sudah diketahui, gadget dapat memancarkan paparan radiasi emisi. Tak main-main, paparan tersebut bisa menjadi penyebab kanker, Bu. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih berisiko terpapar radiasi. Ini dikarenakan otak dan sistem imun anak masih berkembang. Artinya, anak yang kecanduan gadget akan lebih banyak terpapar radiasi emisi, sehingga risiko ia terserang penyakit pun jadi lebih besar.

Mengganggu Proses Belajar

Gadget memang bisa digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. Hanya dengan menyentuh layar saja anak akan mendapatkan semua informasi yang butuhkan. Proses belajar pun jadi jauh lebih mudah. Sayangnya, kemudahan yang diberikan oleh gadget tersebut justru dapat menyebabkan otak anak kurang terasah dengan baik karena ia terbiasa mencari jalan pintas terhadap masalahnya. Jika otaknya kurang terasah, maka proses belajarnya pun akan ikut terganggu.

Mudah Kehilangan Fokus

Adanya kecepatan konten di dalam media bisa memicu anak yang kecanduan gadget mempunyai rentang perhatian (attention span) yang pendek. Anak menjadi mudah berganti fokus dan kurang mampu fokus pada satu hal, sehingga ia akan susah dalam memusatkan perhatiannya. Sebagai imbasnya, anak akan kesulitan dalam belajar dan terus berdampak pada masa depannya nanti.

Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget

Untuk menghindari anak kecanduan gadget atau apabila sudah terlanjur, Ibu bisa mengatasinya dengan beberapa tips di bawah ini:

  • Batasi penggunaan sesuai dengan usia anak.
  • Tetapkan jadwal penggunaan gadget.
  • Tidak memberikan akses penuh pada anak.
  • Jadilah contoh yang baik.
  • Ajari anak tentang pentingnya menahan diri.
  • Ajak anak melakukan aktivitas lainnya.

Peran orang tua dalam mengontrol penggunaan gadget pada anak menjadi kunci utama agar anak terhindar dari risiko kecanduan gadget. Jangan mudah memberikan gadget pada anak hanya untuk membuatnya diam dan tidak mengganggu pekerjaan Ibu. Lebih baik berikan ia permainan yang dapat mengasah kemampuannya supaya perkembangannya dapat berjalan dengan baik. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

id.theasianparent, halodoc

https://id.theasianparent.com/10-bahaya-penggunaan-gadget-pada-anak

https://id.theasianparent.com/6-tips-mengatasi-kecanduan-gadget-pada-anak

https://www.halodoc.com/artikel/si-kecil-kecanduan-gadget-ini-dampaknya