Whatsapp Share Like Simpan

Belakangan ini tindakan bullying alias penindasan semakin marak terjadi. Pelakunya kebanyakan adalah anak-anak usia sekolah terhadap teman sekolah, tetangga, maupun orang di sekitarnya. Alasannya terkadang sangat simpel, seperti sekedar iseng, tidak suka, ada perselisihan, maupun ingin mencari perhatian. Miris sekali ya, Bu?

Sebenarnya, bagaimana seorang anak bisa menjadi pelaku bullying? Hal ini tidak terlepas dari cara mendidik anak yang dilakukan oleh orang tuanya, Bu. Ketika seseorang melakukan penindasan terhadap orang lain, bisa jadi ia kerap mendapatkan perlakuan yang kurang baik, dibentak, hingga kekerasan fisik di rumah. Untuk menghindari hal buruk tersebut, para orang tua bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

Memberikan Pemahaman Tentang Bullying

Sebagai langkah awal, cara mendidik anak adalah dengan memberikan pemahaman pada anak tentang bullying, termasuk pengertian, mengapa tidak boleh dilakukan, dan apa dampaknya. Sekecil apapun bentuk penindasan yang dilakukan pada orang lain tetap tidak boleh dilakukan, karena dari hal kecil inilah dapat berkembang menjadi lebih besar. Bullying adalah tindakan yang tidak memberikan manfaat, tapi justru bisa merugikan diri sendiri. Supaya mudah dipahami oleh anak, berikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana.

Mendidik Anak untuk Menghormati & Menghargai Orang Lain

Mendidik Anak untuk Menghormati & Menghargai Orang Lain

Saat anak menindas orang lain, ia mungkin tidak memahami konsep menghormati dan menghargai. Oleh karena itu, anak perlu untuk diajari dan diberi pemahaman bahwa setiap individu itu unik. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga anak harus bersikap baik, berusaha memahami, dan tidak menyakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Tentunya Ibu perlu memberikan contoh di dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan bersikap ramah kepada tetangga, membantu orang yang sedang kesusahan, atau memberi sedekah kepada pengemis.

Artikel Sejenis

Hindari Memaksakan Keinginan pada Anak

Sebagai orang tua, Ibu memang berhak menerapkan aturan di rumah dan menentukan yang terbaik untuk anak. Namun, anak juga memiliki hak untuk memilih selama pilihannya tidak melanggar aturan. Janganlah memaksakan keinginan Ibu kepada anak jika ia memang tidak menginginkannya.

Memaksakan kehendak hanya akan membuatnya merasa tertekan sehingga ia mencari pelampiasan di luar rumah. Lebih baik, ajak anak berdiskusi tentang keinginan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta menyetujui peraturan yang dibuat bersama.

Menjadi Panutan bagi Anak

Cara mendidik anak tidak cukup hanya dengan menasehati saja, Bu, tapi juga harus disertai dengan contoh secara langsung. Anak akan lebih mudah melakukan sesuatu jika ia terbiasa melihatnya. Untuk itu, Ibu haruslah menjadi panutan bagi anaknya dengan selalu berperilaku dan berkata yang baik terhadap semua orang.

Hindarilah perilaku agresif, karena akan sangat mudah ditiru oleh anak. Saat Ibu sedang merasa emosi, lebih baik tenangkan diri untuk meredam emosi sehingga anak dapat meniru cara melampiaskan emosi dengan cara yang benar.

 

Baca juga: Cara Mendidik Anak Lewat Pujian [Emotional Intelligence]

Mengontrol Pertengkaran Anak di Rumah

Pertengkaran antar saudara akibat perselisihan adalah hal yang wajar terjadi di dalam sebuah keluarga. Namun saat pertengkaran tersebut sudah mengandung kekerasan fisik dan verbal, sebaiknya Ibu segera mengambil tindakan karena ini dapat berpengaruh terhadap perilaku sosial anak di masa depan. Nasehati anak untuk tidak bertengkar dengan melibatkan kekerasan.

Dalam pertengkaran anak Ibu juga harus bisa bersikap adil dengan tidak memihak salah satu anak. Pihak yang salah harus diberi konsekuensi yang sesuai. Jika Ibu bersikap tidak adil, maka anak yang terabaikan bisa merasa sakit hati dan memendam amarah yang mungkin dilampiaskan pada orang lain.

Sering Meluangkan Waktu Bersama Anak

Ibu mungkin sibuk dengan berbagai urusan rumah maupun di luar rumah, tapi Ibu tetap harus hadir dalam kehidupan anak sebagai bentuk kasih sayang Ibu terhadapnya. Cara mendidik anak agar terhindar dari perilaku bullying salah satunya adalah dengan meluangkan waktu setiap hari bersama buah hati untuk mengenali dan mendengarkan ceritanya.

Lakukan berbagai macam kegiatan bersama-sama untuk menjalin kedekatan dengan anak. Ikatan Ibu dan buah hati terjalin dengan baik akan mempengaruhi kepribadian anak menjadi orang yang penyayang dan tidak mudah menyakiti orang lain.

Mengenal Teman Anak

Mengenal Teman Anak

Selain keluarga, anak juga bisa mendapatkan pengaruh buruk dari teman-temannya. Ibu pun perlu mengenal siapa saja teman yang anak miliki, baik yang di sekolah maupun di sekitar rumah. Undang teman-temannya untuk bermain ke rumah agar Ibu lebih mengenali karakter masing-masing anak. Apabila ada anak yang kasar, Ibu perlu memberitahu anak untuk tidak meniru perilaku tersebut. Jika anak tersebut menindas anak Ibu, maka sebaiknya tidak terlalu dekat dengannya.

Ajak Anak untuk Berani Melawan Bullying

Cara mendidik anak yang terakhir adalah dengan mengajaknya berani melawan perilaku bullying yang mungkin dilakukan oleh temannya. Saat anak melihat ada tindakan penindasan di sekolah, misalnya, minta anak untuk segera melaporkannya kepada guru. Cara ini menjadi sebuah bentuk bahwa ia tidak menyetujui dan berusaha menghentikan tindakan negatif tersebut.

Selain itu, Ibu juga sebaiknya mengajari anak untuk mendampingi temannya yang menjadi korban penindasan. Dukungan akan sangat dibutuhkan bagi korban supaya tidak merasa terpuruk dan bisa lebih percaya diri dalam menghadapi masalahnya.

 

Cara mendidik anak yang tepat dari orang tua menjadi kunci utama untuk menghindarkan buah hati dari perilaku negatif, termasuk bullying. Apapun alasan yang menjadi latar belakang tindakan penindasan tidak dapat dibenarkan. Jika memang terdapat masalah dengan teman, ajari anak untuk membicarakannya dengan baik tanpa perlu adanya kekerasan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu.

Ibu memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak? Langsung kunjungi laman Tanya Pakar saja ya, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa memakai fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Theasianparent

Halodoc