Whatsapp Share Like Simpan

Kondisi new normal sekarang ini banyak membawa perubahan. Tak hanya soal ekonomi saja, tapi juga pendidikan anak. Mulai bulan Maret hingga kini anak-anak harus belajar di rumah secara online. Namun ternyata, mendampingi anak sekolah online itu tidak mudah ya, Bu.

Ada saja kendala yang mesti dihadapi, mulai dari anak ogah-ogahan belajar, pekerjaan rumah yang menumpuk, belum lagi kalau Ibu juga harus bekerja. Lama-kelamaan Ibu bisa mengalami stres. Oleh karena itu, Ibu pun membutuhkan langkah manajemen stres. Berikut ini beberapa langkah yang bisa langsung Ibu coba praktekkan di rumah:

Memahami Kesulitan Anak

Namanya juga anak-anak, ia masih dalam tahap belajar, jadi sangat mungkin mengalami kesulitan dalam prosesnya. Ibu pun harus memahami hal ini dan jangan buru-buru memarahinya karena tidak juga mengerti materi yang diajarkan oleh guru secara daring. Coba tanyakan padanya bagian mana yang belum ia pahami. Ia mungkin akan membutuhkan metode pengajaran lain yang memudahkannya dalam menerima dan mencerna materi tersebut.

Ketahui Gaya Belajar Anak

Gaya belajar adalah suatu metode dalam menerima dan menyerap suatu informasi. Nah, setiap anak akan memiliki gaya belajarnya masing-masing sesuai kemampuan yang ia miliki. Ada tiga jenis gaya belajar yang umum dimiliki oleh anak, auditori, kinestetik, dan visual.

Amatilah buah hati Ibu untuk mencari tahu jenis gaya belajar yang ia miliki. Setelah itu, berikan ia pendampingan belajar sesuai yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut. Hal ini akan mempermudah anak dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.

Artikel Sejenis

Tentukan Prioritas Utama

Sebagai seorang Ibu pasti ada banyak hal yang harus Ibu pikirkan, mulai dari rumah, keluarga, hingga pekerjaan. Manajemen stres yang bisa Ibu lakukan adalah menentukan prioritas utama. Untuk saat ini, anak akan sangat membutuhkan pendampingan dari Ibu untuk sekolah online supaya ia tetap bisa belajar dengan baik. Jadi, untuk sementara Ibu bisa menangguhkan hal-hal lainnya terlebih dulu. Setelah anak selesai belajar, barulah Ibu boleh mengerjakan pekerjaan lainnya.

Baca juga: Anak Juga Bisa Depresi & Stres, Lho!

Minta Bantuan Orang Lain

Terlalu banyak beban yang ditanggung sendiri dapat berdampak pada rasa lelah dan frustasi hingga membuat mood menurun dan emosi meningkat. Jika memang Ibu tidak sanggup untuk mengerjakan semuanya sendiri, tak ada salahnya untuk meminta bantuan orang lain kok, Bu.

Untuk mengajari anak belajar juga bukan perkara yang mudah karena membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Boleh saja Ibu menyewa tutor untuk membantu mengajari anak materi pelajaran yang belum ia pahami. Begitu juga untuk urusan rumah, Ibu bisa menyewa tenaga tambahan. Misalnya untuk menyetrika baju bisa diserahkan ke jasa laundry. Atau untuk makanan bisa memesan secara catering.

Kelola Emosi dengan Baik

Susahnya mengajari anak selama sekolah online kini menjadi keluhan banyak orang tua, terutama para Ibu. Anak yang tak kunjung paham atau malas belajar akhirnya membuat Ibu menjadi hilang kesabaran dan memarahi anaknya. Padahal, memarahi anak bukanlah solusi lho, Bu. Anak yang dimarahi justru akan semakin merasa tertekan dan sulit menerima materi pelajaran.

Manajemen stres sangat diperlukan untuk bisa mengontrol emosi dengan baik. Saat Ibu sudah merasa ingin marah, segeralah tarik nafas panjang dan berdiam diri sejenak. Tenangkan diri Ibu agar tidak berlanjut menjadi amarah besar yang akan memperumit masalah.

Berolahraga

Emosi dan stres juga bisa diakibatkan oleh rasa penat karena terlalu banyak di rumah lho, Bu. Untuk itulah Ibu juga perlu berolahraga agar badan tetap sehat dan bugar yang akan berdampak pada mood Ibu. Luangkanlah waktu setidaknya 30 menit untuk berolahraga ringan di dalam rumah secara rutin, seperti senam, yoga, atau meditasi. Anak juga sebaiknya diajak untuk berolahraga karena dapat berpengaruh terhadap daya konsentrasinya dalam belajar online.

Tidur Cukup dan Teratur

Langkah terakhir dalam manajemen stres selama mendampingi anak sekolah online adalah tidur cukup dan teratur. Kurang tidur dapat menyebabkan badan terasa lemas, mood menurun, hingga mudah emosi. Makanya, jangan sampai Ibu mengabaikan waktu tidur, ya. Beristirahatlah maksimal pada pukul 10 malam dengan waktu tidur selama 7 jam.

Jika Ibu tidur cukup di malam hari, Ibu akan terbangun di pagi hari dengan badan dan pikiran yang segar. Setelah itu, sempatkan untuk peregangan atau berolahraga ringan sebelum memulai hari. Niscaya Ibu akan lebih bisa menjalani aktivitas dengan baik dan tanpa emosi.

Itulah beberapa langkah manajemen stres yang bisa Ibu terapkan untuk bisa terus bersabar dalam mendampingi anak sekolah online. Semoga kondisi ini cepat berlalu dan kita semua bisa menjalani hidup seperti biasa lagi ya, Bu. Selamat mencoba tips di atas.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

Sumber:

Tirto