Whatsapp Share Like Simpan

Membangunkan anak untuk sahur itu butuh perjuangan ya, Bu. Padahal sahur sangat penting dan harus dilakukan bila anak ingin kuat menjalani puasa. Sahur juga akan sangat berpengaruh pada kualitas puasa serta kesehatan anak. Jika ingin semuanya berjalan dengan lancar, maka tentunya menu sahur anak harus benar-benar diperhatikan. Ada menu yang sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan efek negatif tertentu bagi tubuh. Apa saja ya menu tersebut dan apa dampaknya? Cari tahu jawabannya dari informasi di bawah ini, yuk.

Makanan Tinggi Lemak

Makanan yang mengandung lemak memang tidak baik untuk tubuh. Makanan berlemak bisa berdampak dua hal, yakni menghambat proses pengeluaran makanan sehingga menyebabkan sembelit atau malah mempercepat sistem pencernaan sehingga mengakibatkan diare. Dampak yang dirasakan akan berbeda pada setiap anak, tergantung pada tipe lemak dan kecenderungan tubuh dalam bereaksi.

Di samping itu, penumpukan lemak yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan sehingga bisa menyebabkan kegemukan. Jadi sebaiknya hindarilah menghidangkan makanan berlemak tinggi saat sahur, Bu. Gantilah pengolahan makanan yang biasanya digoreng menjadi dipanggang, dikukus, atau ditumis.

Makanan Mengandung Banyak Garam/Penyedap

Selama puasa anak tidak akan minum hingga waktunya berbuka nanti. Wajar saja kalau ia akan merasa kehausan. Jangan memperparah rasa haus tersebut dengan memberikannya menu sahur berupa makanan yang mengandung banyak garam atau penyedap rasa. Jenis makanan ini bisa memicu rasa haus, sehingga anak akan merasa sangat kehausan. Contoh makanan tinggi garam yang sebaiknya dihindari adalah makanan kaleng atau berpenyedap.

Saat memasak Ibu juga lebih baik mengurangi pemberian garam atau penyedap rasa pada masakan. Pengonsumsian makanan tinggi garam dalam jangka waktu lama juga tidak baik bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko terserang hipertensi atau darah tinggi.

Artikel Sejenis

Karbohidrat Sederhana

Dikarenakan anak tidak makan selama berjam-jam, maka ia akan membutuhkan pasokan makanan yang tepat. Hindarilah memberikan anak makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, sebab jenis karbohidrat ini cepat diserap oleh tubuh. Diketahui bahwa karbohidrat sederhana umumnya akan habis terserap tubuh dalam waktu 4-5 jam. Akibatnya, anak akan cepat merasa lapar dan berdampak pada rasa lemas dan lesu di sisa waktu puasanya. Contoh karbohidrat sederhana misalnya adalah kue, tepung, mie instan, soft drink, produk susu, dan gula pasir.

Oleh karenanya, gantilah jenis karbohidrat yang Ibu hidangkan di waktu sahur menjadi karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap oleh tubuh sehingga anak akan merasa kenyang lebih lama. Contohnya saja gandum, nasi merah, oat, ubi, kentang, dan barley.

Makanan Pedas

Makanan yang mengandung rasa pedas cepat menimbulkan rasa haus di tenggorokan sehingga anak ingin minum terus-menerus. Tak hanya itu, bagi penderita maag makanan pedas juga dapat meningkatkan asam lambung yang bisa memicu rasa nyeri pada perut bagian atas.

Sebagian besar anak juga tidak mampu mengonsumsi makanan pedas atau memiliki lambung yang lemah sehingga perutnya terasa sakit dan berujung pada diare. Untuk itu, menu sahur berupa makanan pedas sangat tidak direkomendasikan untuk diberikan pada anak, khususnya saat sahur.

Makanan atau Minuman Manis

Bila makanan dan minuman manis dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka karena dapat mengembalikan energi, tapi saat sahur adalah kebalikannya. Mengonsumsi gula yang terlalu banyak saat sahur dapat memicu rasa haus berlebih. Di samping itu, perut juga bisa menjadi kembung dan terasa tidak nyaman.

Jadi sebaiknya anak tidak diberi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih untuk menu sahurnya. Ibu boleh mengganti gula dengan pemanis alami seperti gula yang lebih bermanfaat bagi tubuh. Anak juga lebih baik tidak mengonsumsi permen, cokelat, dan minuman kemasan.

Minuman Berkafein

Minuman yang mengandung kafein itu bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan kadar urin. Jika dikonsumsi oleh anak saat sahur, maka ia dapat merasakan haus yang berlebihan. Minuman berkafein ini contohnya adalah kopi dan teh.

Untuk menu sahur, sebaiknya berikan anak air putih, air kelapa, jus buah, susu almond, atau susu kedelai saja, Bu. Kebutuhan cairan anak akan tetap tercukupi tanpa membuatnya merasa haus berlebihan.

Dengan menghindari menu sahur yang kurang baik untuk dikonsumsi oleh anak saat sahur, ia pun bisa lebih maksimal dalam menjalankan ibadah puasanya. Sangat penting untuk memastikan anak mengonsumsi menu yang sehat selama puasa sebab ia masih dalam tahap belajar, Bu. Pencernaan dan daya tahan tubuhnya juga belum sebaik orang dewasa, jadi Ibu harus lebih selektif.

Susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI juga turut membantu anak belajar puasa dengan lebih semangat. Di dalam susu ini sudah terkandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh anak. Diantaranya adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta omega 3 dan 6, selenium, zat besi, zinc, prebiotik inulin, dan kalsium.

Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Haibunda, TheAsianParent, Kumparan