Share Like
Simpan

Bu, bicara soal ungkapan kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya sebetulnya  nggak ada habisnya. Memeluk, menggendong, mencium, dan masih banyak lagi. 

Untuk memudahkan Ibu beraktivitas sambil menggendong si Kecil, banyak yang memilih untuk menggunakan kain  selendang/jarik. 

Nah, kali ini saya akan memberikan Ibu beberapa variasi menggunakan kain untuk menggendong si Kecil. Cara penggunaan kain ini tidaklah jauh berbeda dengan cara menggunakan kain yang sudah diwariskan secara turun-temurun sejak dulu itu. Namun, tidak hanya menggendong si Kecil di depan atau di pinggang, kali ini ia juga bisa digendong di bagian punggung . Baiknya lagi, variasi  ini tetap aman untuk menggendong bayi yang baru lahir. 

1. Robins Hip Carry

Penggunaan kain ini memposisikan si Kecil berada di atas pinggang Ibu. Cara menggunakannya mirip dengan yang sudah menjadi tradisi di kalangan orang tua, namun Ibu bisa mengganti cara mengikatnya dengan membuat lilitan pada bagian dada dengan  menyilangkan kedua kain seperti simpul tarik, lalu ikat kedua bagian kain pada pinggang atau punggung Ibu. Saat menggunakan teknik ini, pastikan bahwa kain yang membungkus si Kecil cukup lebar untuk menopang keseluruhan bagian punggung hingga lehernya, ya.  

2. Front Wrap Cross Carry

Nah, untuk variasi yang satu ini bisa Ibu gunakan kepada si Kecil yang masih berusia 0-12 bulan. Teknik ini agak sedikit berbeda dengan Robin Hips Carry, karena kain yang Ibu gunakan sebaiknya sedikit lebih panjang. Cara mengaplikasikannya adalah dengan menaruh bagian tengah kain pada bagian tengkuk si Kecil lalu lebarkan kain tersebut dan selipkan sedikit bagian bawah kain ke dalam kakinya agar dapat menopang tubuh dengan baik. Lalu silangkan kedua bagian kain di punggung Ibu dan tarik ke depan melalui pundak. Kemudian silangkan kembali kain di bagian depan (punggung si Kecil) dan ikat di belakang. Saat menyilangkan kain, pastikan kain tidak dalam kondisi memuntir agar Ibu dan si Kecil dapat merasa lebih nyaman. Teknik ini juga bisa digunakan untuk menyusui si Kecil lho, Bu .

3. Chunei Back Carry / Double Hammock Carry

Teknik ini hampir mirip cara menggunakannya dengan Front Wrap Carry, bedanya kali ini si Kecil berada di punggung Ibu. Cara ini cukup aman dilakukan untuk bayi berusia 0-12 bulan, namun sebaiknya Ibu berlatih dengan menggunakan boneka terlebih dahulu untuk memahami cara kerja kain gendongan ini. Nah, cara menggunakannya adalah seperti ini: pertama-tama gendong si Kecil di bagian depan, lalu taruh bagian tengah kain pada tengkuknya kemudian lebarkan kain hingga menutupi bagian punggung dan kakinya. Lalu secara perlahan pindahkan ia ke punggung Ibu dan naikkan hingga ia bisa melihat melalui pundak Ibu. Tarik satu sisi kain ke depan melalui pundak, lalu jepit di antara kedua lutut. Lalu lingkarkan sisi kain lainnya memutari torso Ibu (melewati bagian bawah kain yang dijepit). Setelah kain sudah berada di belakang, tarik menyilang ke arah pundak. Sekarang kain gendongan Ibu sudah menyerupai tas punggung. Ibu bisa menyesuaikan kembali posisi si Kecil dengan menarik kedua bagian kain di depan. Untuk mengikatnya, tarik kedua ujung kain tersebut kearah punggung, silangkan, kemudian tarik ke depan dan ikat.  

4. Kangaroo Carry

Hampir serupa dengan Front Wrap Cross Carry, namun setelah meletakkan bagian tengah kain pada tengkuk si Kecil, buang kedua ujung kain ke belakang pundak kemudian rapihkan bagian bawah kain dan selipkan ke dalam tubuh bayi. Sambil menopang tubuh si Kecil dengan satu tangan, ambil ujung kain secara menyilang dan tarik ke depan ke bawah tubuhnya. Lakukan hal yang sama dengan ujung kain lainnya. Jika kedua ujung kain sudah berada di depan, silangkan keduanya di bawah kaki si Kecil. Setelah terikat dengan baik, puntir kain yang berada di pundak Ibu dengan cara membalikkan sisinya agar gendongan Ibu sedikit lebih kencang dan lebih aman. Lakukanlah pada kedua sisi pundak Ibu. Jika Ibu belum terbiasa, Ibu bisa membalut kain terlebih dahulu (sisakan ruang pada bagian depan) baru letakkan si Kecil pada bagian kantung dan sesuaikan tingkat kenyamanannya lalu ikat.

5. Cross Craddle Carry

Berbeda dengan empat variasi sebelumnya, teknik ini membutuhkan kain yang sedikit lebih lebar kemudian lipat memanjang. Setelah itu letakkan bagian tengah kain pada perut bagian atas Ibu (lipatan yang dapat dibuka berada di atas) lalu tarik bagian ujung kain yang ada di belakang secara menyilang pada punggung kemudian melewati pundak. Nah, sekarang buka lipatan kain yang ada di depan Ibu kemudian gendong si Kecil dan letakkan di dalam lipatan kain tersebut. Pastikan bahwa kain tersebut dapat menopang leher bayi dengan baik dan sisi dalam kain tidak terlipat ke luar. Setelah itu tarik kedua ujung kain tadi menyilang di bawah tubuh si Kecil (pastikan menopang tubuhnya dengan baik ya, Bu) lalu tarik kebelakang dan ikat.  

Cara menggunakan kain untuk menggendong si Kecil ternyata banyak ya, Bu! Sebagai permulaan, sebaiknya Ibu mencoba beberapa variasi tadi dengan menggunakan boneka hingga Ibu terbiasa. Jika Ibu kurang yakin untuk melakukannya sendiri, Ibu bisa meminta bantuan orang lain untuk menarik atau merapikan kain selagi Ibu menggendong si Kecil. 

Selamat mencoba, Bu!