Share Like
Simpan

Bu, saya ingin berbagi cerita sedikit. Dulu, anak saya waktu usia 3 tahun, hobi sekali menolak apa yang diminta sang Ibu. Disuruh untuk mandi dia bilang, “Nggak!” Bahkan hanya untuk memberi salam pada neneknya pun, ia menolak. Jika ditulis apa-apa saja yang membuatnya berkata “tidak” mungkin sudah jadi novel kali, ya. Apakah Ibu memiliki pengalaman yang sama? Sebenarnya apa sih yang terjadi dan apa yang harus dilakukan?

Mengapa si Kecil Jadi Hobi Bilang “Nggak”?

Sikapnya itu sebenarnya wajar, Bu. Dari info yang saya baca, sebuah studi menunjukkan kalau anak usia 2-3 tahun ternyata bisa berargumen dengan orang tuanya sebanyak 20-25 kali dalam satu jam! Wah, melihat angkanya saja sudah melelahkan, ya?

Kenapa sih dia melakukan hal ini? “Anak-anak di usia ini menyadari bahwa mereka bisa bersikap tegas, dan berargumentasi dengan orang tuanya adalah salah satu hal yang membuat mereka percaya diri,” ujar John Sargent, seorang psikater anak di Houston. John menambahkan, buat mereka, dunia ini adalah hal yang sangat besar dan misterius, dan si Kecil merasa tak berdaya. Oleh sebab itu, bilang tidak adalah salah satu caranya untuk membuat dia merasa memiliki kendali. Jadi, hal ini sangatlah normal, Bu.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Dulu, ingin sekali rasanya untuk memarahi perilakunya itu. Tapi, setelah berkonsultasi dengan teman dan dokter si Kecil, ternyata cara ini justru tidak ampuh karena si Kecil malah bisa meniru kita, Bu. Tapi, tenang saja. Ada trik lainnya, kok!

  1. Berikan Pilihan

    Ya, memberikan pilihan kepada si kecil akan membuatnya tak bisa mengatakan tidak dan memberikan kesempatan untuk memutuskan kemauannya sendiri, Bu. Misalnya, saat si Kecil tak mau pulang waktu jalan-jalan, Ibu bisa bilang kepadanya, “Oke, waktunya memilih! Mau masuk mobil dengan cara melompat seperti kelinci, atau jalan miring seperti kepiting?” Nah, jika ia tak mau memilih, bilang kalau Ibu akan menghitung sampai 10. Lalu, kalau dia tetap tak mau, maka Ibu yang akan memilih untuknya.

  2. Hindari mengumbar kata “tidak”.

    Bu, bisa jadi kebiasannya berkata “tidak” terbentuk karena dia sering mendengarnya dari Ibu. Jadi, mari kita kurangi kata tersebut, lalu ganti kata ‘’tidak” dengan kata yang lain, misalnya, “Bermain di tangga nggak aman lho, yuk coba main di bawah saja!”

  3. Ajarkan untuk meniru

    Berhubung si Kecil saat ini suka meniru tingkah laku di sekelilingnya, Coba deh gunakan hal itu supaya dia mau bekerja sama. Sebagai contoh, jika dia tak mau mengenakan kaus kaki, Ibu bisa bilang, “Kaki Ibu dingin nih, jadi Ibu mau pakai kaus kaki ah. Kaki kamu pasti dingin juga kan, yuk pakai kaus kaki sama-sama!”

  4. Jadikan setiap aktivitas penuh tawa

    Nah, yang paling sulit sih biasanya saat si Kecil sedang asyik main, eh kita menyuruhnya mandi. Pasti dia akan menolak sebisanya. Tapi, bagaimana kalau Ibu bisa membuat perintah itu menjadi permainan? Dulu, saya suka membuat permainan “Hitung berapa langkah ke kamar mandi?’’ atau menciptakan nyanyian khusus waktu mandi. Dengan begitu, si Kecil pun jadi bersemangat mengikuti ajakan saya itu, Bu!

Tak sulit, kan? Yang paling penting saat si Kecil selalu bilang “tidak”’, Ibu harus terlihat tenang dan terkendali. Semakin Ibu marah, semakin pula ia membangkang. Semoga trik di atas dapat membantu ya, Bu!