Share Like
Simpan

Memberi ASI eksklusif pada si Kecil itu berat? Dulu saya tidak beranggapan demikian, Bu. Seperti layaknya seorang ibu baru, saya optimis sekali bisa memberikan si Kecil ASI eksklusif di 6 bulan pertamanya. Namun setelah beberapa waktu, si Kecil menunjukkan gejala menolak menyusu. Duh, ada apa, ya?

Reaksi si Kecil menolak menyusu mungkin tidak terdengar terlalu mengerikan. Namun, pada saat mengalaminya, saya sempat merasa ditolak si Kecil dan gagal memberikannya yang terbaik. Pengaruh gejolak hormon dan kelelahan mengurus si Kecil semakin membuat saya terpuruk.

Beruntung saat itu seorang sahabat saya berkunjung dan dengan cepat bisa melihat bahwa saya butuh bantuan. Ia lalu menunjukkan saya informasi tentang cara mengatasi gejala ini, agar saya bisa lebih tenang. Dukungannya itu berhasil, satu per satu cara mengatasi itu saya coba sampai ketemu solusi yang tepat untuk kasus saya.

Nah, kali ini saya ingin membagikan informasi tersebut kepada Ibu!

Tetap tenang

Saya paham sekali, situasi ini pasti membuat Ibu sangat khawatir. Seolah Ibu telah melakukan kesalahan besar. Justru rasa paniklah yang membuat keadaan makin rumit, Bu. Si Kecil bisa merasakan kepanikan Ibu dan mungkin malah semakin enggan menyusu. Cobalah sebisa mungkin untuk tenang, dan carilah dukungan dari keluarga terdekat.

Ganti posisi menyusui

Sebagai ibu baru, saya dulu sangat menuruti anjuran modul laktasi soal posisi menyusui. Rupanya, anjuran tersebut tidak selamanya berlaku, karena bentuk dan posisi puting setiap ibu berbeda, Bu. Sebaiknya Ibu temukan posisi yang cocok untuk Ibu dan si Kecil, meskipun itu berbeda dengan yang dilakukan kebanyakan orang. Bahkan Ibu juga boleh kok, menyusui sambil menggendong dan bukan memangku si Kecil, dengan catatan Ibu bisa menjaga posisi ini agar tidak membuat si Kecil tersedak atau sesak napas.

Pilih waktu yang tepat

Ibu sudah biasa terjadwal dalam menyusui si Kecil? Sekarang, cobalah untuk lebih fleksibel. Jika si Kecil terlihat sedang segar dan semangat bermain, jelas saja ia akan menolak menyusui. Tunggu sampai ia mulai mengucek matanya, mengerjapkan mata dengan lemah, atau menghisap jempolnya, karena itu pertanda ia sudah ingin menyusu.

Pasang musik

Selama ini Ibu selalu menyusui di ruangan yang hening? Bisa jadi si Kecil bosan dengan suasana tersebut, Bu. Nyalakan musik yang menenangkan baginya, sehingga si Kecil lebih rileks. Perlu diingat, pasang musik dengan volume yang sayup-sayup ya Bu, agar si Kecil merasa sedang dininabobokan. 

Ciptakan suasana nyaman

Mungkin Ibu tak sadar bahwa cuaca dingin membuat si Kecil kurang mood menyusu. Atau sebaliknya, si Kecil sedang kegerahan karena cuaca terik di luar. Kenali beberapa perubahan yang bisa mempengaruhi mood si Kecil ini, agar Ibu bisa membuatnya merasa nyaman. Menambahkan selimut, atau justru melepaskan selapis pakaiannya akan membuat suasana menyusu berbeda. Tambahkan kecupan dan pelukan hangat, juga bisa membuat si Kecil merasa lebih nyaman.

Pada akhirnya, yang perlu Ibu ingat adalah, proses menyusui merupakan rutinitas yang akan mengalami kendala atau masalah baik dari pihak Ibu maupun si Kecil. Di hal itu terjadi, cobalah untuk tidak menyalahkan diri sendiri, dan fokus mencari solusi. Semoga si Kecil bisa menyusui kembali ya, Bu!