Whatsapp Share Like Simpan

Keju termasuk produk olahan susu yang memiliki rasa yang gurih dan manfaat yang baik untuk tubuh. Keju untuk bayi bisa Ibu olah untuk dijadikan makanan pelengkap dalam menu MPASI karena mudah diolah dan rasanya cenderung disukai bayi dan anak-anak. Keju untuk bayi mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh si Kecil, antara lain protein, kalsium, lemak, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Nutrisi ini dibutuhkan oleh tubuh si Kecil dalam masa pertumbuhan, namun porsi konsumsinya pun perlu Ibu seimbangkan dengan asupan nutrisi dari makanan lain. Jika berbicara mengenai manfaat keju untuk bayi, tidak lepas dari kandungan nutrisi di dalamnya, seperti protein hewani. Protein yang terkandung di dalam keju berperan dalam membangun dan memelihara sel serta jaringan tubuh. Nantinya protein ini akan dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yang disebut asam amino. Nah, asam amino yang paling penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi adalah 9 asam amino esensial atau biasa disebut 9AAE. 

Tahukah Ibu, 9 asam amino esensial (9AAE) ini sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga membutuhkan asupan dari sumber protein hewani, seperti keju untuk bayi. Selain keju, protein hewani juga bisa Ibu dapatkan dalam susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahnya. Protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Sebab, protein nabati seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Sementara, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Lalu, bagaimana jika kekurangan satu jenis asam amino esensial? Maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak lho, Bu. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si Kecil. Setelah mengetahui manfaat 9 asam amino esensial (9AAE) yang terkandung dalam keju, saatnya Ibu ketahui lebih lanjut mengenai manfaat keju untuk bayi dan tips memberikannya dengan tepat. 

Manfaat Keju untuk Bayi

Berikut ada beberapa manfaat keju untuk bayi yang baik untuk membantu memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan si Kecil, antara lain:

1. Membantu Menambah Energi Bayi

Saat bayi memasuki usia enam bulan ke atas, itu tandanya ia sedang memasuki masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga membutuhkan banyak kalori agar bisa memiliki energi untuk aktif bergerak. Nah, keju untuk bayi bisa menjadi pilihan makanan berkalori tinggi yang bisa diolah dalam menu MPASI sehari-hari. Ibu bisa berkreasi mengolah keju untuk bayi yang disukai oleh si Kecil. 

Artikel Sejenis

2. Mengandung Lemak Baik 

Tahukah Ibu, keju merupakan salah satu makanan yang mengandung lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh si Kecil. Lemak yang terkandung dalam keju untuk bayi berperan untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker yang berkembang di dalam tubuh. Oleh karena itu, keju untuk bayi sangat direkomendasikan sebagai asupan nutrisi yang bisa diolah dengan berbagai nutrisi lainnya secara seimbang.

3. Berperan Sebagai Antioksidan

Manfaat lain yang bisa Ibu dapatkan dari keju untuk bayi yaitu dapat menangkal radikal bebas yang bisa menyerang tubuh si Kecil. Manfaat ini didapatkan karena keju untuk bayi mengandung zat antioksidan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil. Jika mengonsumsi keju dan diimbangi dengan asupan nutrisi dan pola hidup sehat, si Kecil akan terhindar dari berbagai penyakit.

Baca juga: Tingkatkan Imunitas Tubuh Bayi dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE)

4. Membantu Pembentukan Tulang dan Gigi

Seperti yang sudah dijelaskan, keju untuk bayi termasuk produk olahan susu yang mengandung protein dan kalsium. Kandungan ini berperan dalam membentuk dan menjaga kekuatan tulang dan gigi si Kecil. Sangat tepat untuk memberikan keju pada bayi di usia 6 bulan ke atas, sebab giginya sedang memasuki masa pertumbuhan yang pesat. Tidak hanya giginya saja, tulang bayi juga membutuhkan banyak kalsium agar tumbuh dengan kuat agar ia kuat menopang tubuh serta cepat belajar berdiri dan berjalan.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Selain baik untuk pembentukan tulang dan gigi, keju untuk bayi juga dapat menjaga kesehatan mata. Manfaat ini didapatkan berkat adanya kandungan vitamin A yang membuat penglihatan bayi semakin jernih dan memperkecil risiko gangguan pada mata di kemudian hari. 

Waktu yang Tepat Memberikan Keju untuk Bayi

Keju untuk bayi dapat dikonsumsi segera setelah ia sudah bisa mengunyah dan masuk ke fase MPASI, yaitu di usia 6-9 bulan. Namun, ada pula ahli yang menganjurkan konsumsi keju untuk bayi sebaiknya diberikan pada usia 8-10 bulan saat si Kecil benar-benar sudah terbiasa mengonsumsi menu MPASI setiap hari. Aturan makan keju ini khususnya berlaku bagi bayi yang tidak memiliki riwayat alergi makanan dalam keluarga. Jika bayi memiliki riwayat alergi makanan, tunggu sampai usianya kira-kira 12 bulan ya, Bu. Sebab, keju termasuk jenis makanan yang allergenic karena mengandung protein hewani dari susu. Oleh karena itu, dalam sejumlah kasus yang dialami beberapa bayi, tidak disarankan mengonsumsi keju terlebih dahulu sampai dapat izin dari dokter. Bayi yang mengalami alergi keju bisa ditandai dengan adanya pembengkakan di wajah, ruam di kulit, gatal, kram perut, muntah, dan diare. 

Pemberian keju untuk bayi dalam kondisi normal memang cukup beragam dan berbeda. Namun, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa keju untuk bayi sebenarnya sudah boleh diberikan setelah ia terbiasa mengonsumsi berbagai macam jenis menu olahan MPASI. Meskipun begitu, Ibu tetap harus mengetahui kondisi si Kecil sebelum akhirnya diberikan keju dalam menu MPASInya sehari-hari ya. 

Cara Mengenalkan Keju untuk Bayi

Saat Ibu pertama kali memberikan keju untuk bayi, lebih baik berikan olahan keju tersebut dari hasil kreasi Ibu sendiri. Hindari memberikan keju untuk bayi di restoran atau tempat makan lainnya. Ini penting untuk memastikan bahwa keju yang diberikan memang hanya keju asli, bukan keju campuran bahan lain. Ibu juga perlu peka dan memastikan apakah olahan keju ini memberikan efek alergi atau ketidakcocokan terhadap tubuh si Kecil atau tidak. 

Penting untuk selalu sesuaikan tekstur menurut usia si Kecil. Seimbangkan pula asupan nutrisinya dengan makanan lain yang mengandung zat gizi berkualitas. Keju boleh diberikan sebagai pelengkap makanan, bukan sebagai makanan utama ya, Bu. Jika setelah Ibu memberikan keju untuk bayi dan langsung muncul efek alergi, segera hentikan asupan keju untuk si Kecil dan lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk ditangani dengan tepat. 

Selain keju, Ibu tetap harus memenuhi asupan nutrisi si Kecil dari ASI sebagai sumber nutrisi penting untuk tumbuh kembangnya. Demi menjaga kualitas ASI serta kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh Ibu dan si Kecil, jangan lupa untuk minum Susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium sebagai tambahan nutrisi sehari-hari. Yuk, saatnya rutin minum susu setiap hari selama kehamilan dan menyusui ya, Bu.