Share Like
Simpan

Hai Ibu, sedang sibuk apa hari ini? Di tengah aktivitas sehari-hari, jangan lupa untuk tetap memerhatikan asupan gizi si Kecil melalui makanan bayi yang dilahapnya, ya. Meski di usia 6 bulan ini ia sudah boleh mengonsumsi makanan padat, tetap saja ada beberapa bahan yang belum boleh ia santap karena sistem pencernaannya belum cukup siap.

Agar kesehatan si Kecil tak sampai terganggu, Ibu perlu tahu 5 bahan makanan yang harus dihindari saat meracik makanan bayi, seperti berikut:

  1. Kacang
    Bahan yang satu ini harus dihindarkan dari makanan bayi, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga. Makanan yang terbuat kacang dapat menimbulkan alergi yang ditandai dengan munculnya anaphylactic shock berupa sesak napas dan bagian-bagian tubuh yang membengkak. Agar si Kecil terhindar dari hal ini, hindari mencampurkan kacang dalam makanan bayi sebelum mendapat “lampu hijau” dari dokter.
  2. Putih telur
    Putih telur memiliki sifat allergenic, yaitu mengandung alergen (substansi yg dapat menyebabkan alergi atau hipersensitivitas) yang tidak aman dikonsumsi bayi di bawah usia 12 bulan. Untuk itu, hindarkan bahan yang satu ini dari makanan bayi dan lebih baik berikan kuning telur yang aman untuk bayi berusia minimal 7 bulan. Agar lebih terjamin, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kapan saat yang tepat si Kecil boleh mengonsumsi telur.
  3. Cokelat
    Meski rasa manisnya akan disukai si Kecil, Ibu harus menghindari bahan satu ini saat membuat makanan bayi. Cokelat mengandung kafein yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan sakit kepala jika diberikan kepada bayi. Selain itu, cokelat umumnya mengandung kacang dan susu sapi yang besar kemungkinannya dapat menimbulkan alergi pada bayi, terutama yang masih berusia di bawah 24 bulan.
  4. Udang
    Meski kaya akan protein, Ibu tak boleh terburu-buru mencampurkannya dalam makanan bayi. Sebagian besar seafood, seperti udang, kepiting, dan kerang, berisiko memunculkan alergi pada si Kecil terutama yang masih berusia di bawah 12 bulan. Untuk itu, pastikan berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah bahan makanan ini aman dikonsumsi si Kecil.
  5. Jeruk
    Buah yang satu ini memang tidak menyebabkan alergi, namun kandungan asam yang tinggi membuatnya tidak baik dikonsumsi bayi karena dapat menimbulkan masalah pencernaan. Ibu bisa mencampurkannya dalam kudapan untuk si Kecil saat ia telah berusia di atas 8 bulan, dengan catatan jeruk yang dipilih sudah matang dan manis.

Pada dasarnya, Ibu hanya perlu mengingat bahwa buah, sayur, dan bahan-bahan lain yang baik bagi orang dewasa belum tentu cocok untuk pencernaan si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu lebih berhati-hati dalam memilih bahan untuk membuat makanan bayi.

Salam untuk si Kecil tersayang ya, Bu!