Whatsapp Share Like Simpan

Melihat si Kecil tumbuh sehat dan tinggi pasti jadi dambaan setiap orang tua. Tak heran jika Ibu melakukan berbagai cara untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Namun, tahukah Ibu bahwa faktor tinggi badan anak itu ada yang bisa diubah dan ada pula yang tidak bisa? Mengapa demikian? Karena faktor tinggi badan anak berkaitan pula dengan genetik atau keturunan dari orang tuanya. Akan tetapi, Ibu tidak perlu khawatir karena tinggi badan si Kecil tetap bisa dioptimalkan dengan beberapa cara, terutama di dua tahun pertama kehidupannya. Sebab, fase tersebut merupakan fondasi yang kuat untuk membangun tulang, otot, dan otak si Kecil untuk masa depannya. Sebelum mengetahui cara mengoptimalkan tinggi badan, sebaiknya Ibu ketahui dulu perbedaan antara faktor tinggi badan anak yang tidak bisa diubah maupun faktor yang bisa dikembangkan. 

Apa Saja Faktor Tinggi Badan yang Tidak Dapat Diubah?

Seperti yang Ibu ketahui, faktor tinggi badan anak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Faktor keturunan merupakan faktor yang tidak dapat Ibu ubah. Sementara, faktor lingkungan yang berkaitan dengan asupan nutrisi dan gaya hidup sehat merupakan faktor yang dapat dioptimalkan saat si Kecil sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. 

  • Faktor Tinggi Badan Anak: Genetik atau Keturunan

    Sebenarnya, setiap anak memiliki potensi untuk mencapai tinggi badan tertentu dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun genetik atau keturunan merupakan faktor tinggi badan anak yang tidak bisa Ibu ubah, bukan berarti si Kecil tidak bisa memiliki tinggi badan yang ideal lho. Jika ayah dan ibu memiliki postur tubuh yang pendek, anaknya pun tidak selalu memiliki postur tubuh yang pendek pula. Sebab, faktor lingkungan seperti asupan nutrisi dan gaya hidup sehat dapat memperbaiki faktor genetik atau keturunan yang buruk di awal-awal kehidupan si Kecil. Sedangkan, saat si Kecil sudah beranjak dewasa, faktor genetik atau keturunan lebih berpengaruh dibandingkan faktor lingkungan. Oleh karena itu, 1.000 hari pertama atau dua tahun pertama kehidupan si Kecil merupakan fase sangat penting untuk mendukung potensi tumbuh kembangnya lebih optimal. Di fase ini, Ibu perlu memberikan asupan nutrisi berkualitas dan menjalani gaya hidup sehat serta aktif agar tinggi badan si Kecil lebih ideal dan kecerdasannya pun meningkat. 

  • Faktor Tinggi Badan Anak: Jenis Kelamin

    Selain genetik atau keturunan, faktor tinggi badan anak yang tidak bisa diubah adalah faktor jenis kelamin. Ibu pasti sering memperhatikan bahwa laki-laki dewasa cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan dewasa, terlebih kondisi akan terus bertambah untuk waktu yang lebih lama. Sebagian besar anak perempuan mencapai tinggi dewasa terakhir mereka di usia 15 tahun, sementara anak laki-laki akan terus bertambah tinggi hingga sekitar 17 tahun. 

Faktor Tinggi Badan Anak yang Dapat Dioptimalkan

Meskipun keturunan dan jenis kelamin termasuk faktor yang tidak dapat diubah, namun kedua faktor tersebut bisa Ibu optimalkan dengan memperbaiki faktor lingkungan si Kecil sejak dini. Sebab, faktor lingkungan memiliki peran penting untuk mengoptimalkan tinggi badan, berat badan, kecerdasan, dan kemampuan lainnya di masa mendatang. Berikut faktor tinggi badan anak yang bisa Ibu optimalkan, antara lain:

Artikel Sejenis

  • Faktor Tinggi Badan: Kualitas dan Waktu Tidur

    Faktor tinggi badan anak dapat dipengaruhi oleh waktu dan kualitas tidur si Kecil sejak dini. Sebab, tidur bukan hanya membuat tubuh si Kecil beristirahat saja lho, tetapi juga membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangannya. Saat si Kecil memiliki waktu tidur yang cukup dan nyenyak, tubuhnya akan melepaskan hormon pertumbuhan. Oleh karena itu, pastikan si Kecil mendapat waktu tidur yang cukup sesuai usianya. Untuk anak usia 1-2 tahun, disarankan mendapat waktu tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Sedangkan, untuk anak usia 3-5 tahun, disarankan mendapat waktu tidur sebanyak 10-13 jam per hari. Selain berkaitan terhadap faktor tinggi badan anak, tidur yang kurang juga dapat memengaruhi sistem imun si Kecil sehingga bisa mengakibatkan ia jadi rentan terkena penyakit. 

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

  • Faktor Tinggi Badan: Aktivitas 

    Ajaklah si Kecil untuk membiasakan diri aktif melakukan kegiatan-kegiatan fisik, seperti olahraga. Sebab, olahraga bukan hanya mengembangkan otot yang kuat, tetapi juga membantu si Kecil tubuh lebih tinggi. Cobalah ajak si Kecil keluar rumah untuk melakukan permainan dan aktivitas keluarga yang menyenangkan. Pastikan permainan atau olahraga yang Ibu pilih sesuai dengan kemampuan dan usia si Kecil. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa jadi pilihan, seperti renang, permainan tangkap bola, lompat tali, basket, dan lainnya. 

  • Faktor Tinggi Badan: Asupan Nutrisi

    Asupan nutrisi merupakan faktor yang memainkan peran besar untuk mengoptimalkan tinggi badan si Kecil. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi nutrisi berkualitas akan memiliki tinggi badan, berat badan, kecerdasan, serta kemampuan lain yang lebih baik. Ada banyak nutrisi yang bisa si Kecil konsumsi, salah satu yang terpenting adalah protein. Sebab, protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan dengan zat gizi lainnya, yaitu membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu asam amino. 9 asam amino esensial atau disebut juga 9AAE merupakan jenis asam amino yang berpengaruh terhadap faktor tinggi badan. Sebab, tubuh manusia tidak bisa memproduksi sendiri 9 asam amino esensial (9AAE), sehingga membutuhkan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya.

    Lantas, mana yang lebih baik di antara protein hewani dan protein nabati? Protein hewani merupakan sumber protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sedangkan, kebutuhan 9 asam amino esensial (9AAE) harus dipenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat. Jika kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan mengurangi fungsi optimal tubuh si Kecil. Perlu Ibu ketahui pula, 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Semua jenis 9AAE ini harus masuk ke dalam makanan si Kecil agar tumbuh kembangnya lebih optimal karena 9AAE berkaitan pula dengan faktor tinggi badan dan hormon pertumbuhan. 

    Sebuah penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi di National Center for Biotechnology Information membuktikan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. 

Nah, untuk mengoptimalkan faktor tinggi badan si Kecil, Ibu perlu memberikan asupan nutrisi berkualitas seperti susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini telah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap dan diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.