Whatsapp Share Like
Simpan

Halo, Ibu! Selamat ya, atas kelahiran buah hati. Semoga ia sehat selalu di masa tumbuh kembangnya ini. Sebagai orang tua baru, tentu Ibu dan Ayah perlu membekali diri dengan beragam informasi seputar tumbuh kembang bayi, salah satunya mengenai hal-hal apa saja yang dapat terjadi pada bayi baru lahir. Nah, beberapa waktu lalu, adik saya baru saja mengajak saya untuk ikut konsultasi masalah anak ke dokter. Saat itu anaknya sedang mengalami ruam pipi atau yang sering disebut ruam susu. Ruam tersebut menyebabkan kulitnya di bagian tersebut terlihat kering, kemerahan, dan terasa gatal.

Mengenal Ruam Susu pada Bayi

Banyak yang beropini bahwa ruam susu pada bayi biasanya disebabkan oleh ASI. Saya pun sempat berpikir hal yang serupa, Bu. Namun, setelah menjalani konsultasi masalah anak yang terkena ruam dengan dokter, saya baru tahu bahwa ruam pada bayi ini tidaklah disebabkan oleh ASI.
Memang, ruam susu sering kali muncul di bagian pipi di mana daerah ini bisa terciprat oleh ASI. Akan tetapi, ruam ini juga bisa menyebar ke bagian leher ataupun punggung si Kecil yang tak terkena ASI apabila tak segera ditangani.

Penyebab Ruam Susu

Lalu, apa sebetulnya penyebab ruam tersebut? Saat melakukan konsultasi masalah anak dengan dokter, saya diberitahu bahwa ruam susu atau yang dalam istilah medis disebut dengan Eczema biasanya terjadi pada bayi berusia dua hingga enam bulan. Penyebabnya pun bisa dibagi menjadi dua, Bu, yaitu:

  • Dermatitis atopik
    Kondisi kulit yang seperti ini, biasanya terjadi pada bayi yang orang tuanya memiliki riwayat alergi ataupun asma. Pada bayi berusia 0-6 bulan, dermatitis atopik sendiri bisa muncul di berbagai bagian tubuh selain pipi, yaitu kening, kulit kepala, dan juga area popok. Sedangkan bayi anak berusia 6-12 bulan, biasanya ruam akan muncul di daerah siku atau lutut.

  • Dermatitis kontak
    Berbeda dengan dermatitis atopik, dermatitis kontak biasanya muncul akibat adanya kontak langsung antara kulit bayi dengan zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan alergi, seperti sabun, sampo, losion, atau karet.
    Nah, jika bayi mengalami ruam seperti ini, biasanya dokter akan melakukan tes alergi padanya dan Ibu sebelum memberikan resep obat. Apabila ruam yang dialami terasa begitu gatal dan membuat bayi sulit tidur, umumnya dokter akan memberikan obat berupa antihistamin, yakni obat yang biasa digunakan untuk meredakan reaksi alergi.

Tips Mengatasi Ruam Susu

Selain itu, ada juga beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan untuk merawat bayi yang terkena ruam susu di rumah. Berikut tips-tipsnya untuk Ibu:

  1. Mandikan bayi.
    Mandi dapat meredakan rasa gatal akibat ruam. Gunakan air suam-suam kuku untuk memandikan bayi selama 10 menit. Hindari memandikannya dengan air yang terlalu hangat karena dapat membuat kulit semakin kering. Kulit yang kering akan semakin mudah terasa gatal.
    Saat memandikan bayi, bersihkan seluruh bagian tubuhnya, termasuk leher, wajah, tangan, dan sela-sela jarinya. Sebaiknya gunakan sabun yang tidak mengandung pewangi dan diperuntukkan khusus bagi kulit sensitif yang aman dipakai oleh bayi ya, Bu. Setelah itu, keringkan tubuhnya dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan menggunakan handuk yang lembut. Jangan menggosok tubuh bayi, karena dapat membuat ruamnya lecet.
  2. Oleskan losion.
    Saat kulit bayi masih terasa lembab, oleskan losion agar kulitnya tidak kering. Nah, sebelum memberikannya losion, sebaiknya Ibu melakukan konsultasi masalah anak terlebih dahulu untuk mendapatkan resep dari dokter perihal losion yang aman bagi kulit bayi yang terkena ruam susu, ya.
  3. Selektif memilih pakaian bayi.
    Pakaikan bayi baju yang tak terlalu tebal untuk menghindarinya dari keringat yang bisa memperparah ruam pada kulit. Sebaiknya, pilihlah pakaian yang terbuat dari bahan katun yang cukup lembut, Bu.
  4. Memotong kuku bayi.
    Potong kuku bayi untuk menghindari kemungkinan ia menggaruk daerah yang terkena ruam susu. Supaya lebih aman, Ibu juga bisa memakaikannya sarung tangan ketika tidur. Ruam yang tergaruk baik sengaja atapun tidak, bisa menyebabkan luka dan berisiko terjadinya infeksi.
  5. Buat suhu ruangan yang sejuk.
    Suhu udara yang panas akan membuat bayi berkeringat dan dapat membuat ruam di kulitnya terasa gatal. Untuk itu Ibu perlu membuat suhu ruangan terasa sejuk dengan menyalakan pendingin udara.

Nah, itulah beberapa perawatan yang bisa dilakukan ketika bayi terkena ruam susu, Bu. Sebagai pencegahan, Ibu bisa menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menimbulkan alergi, seperti susu, kacang, seafood, atau produk olahan susu lainnya saat sedang menyusui agar buah hati tak terkena alergi dari kandungan ASI yang Ibu berikan. Apabila kondisinya tak membaik setelah mendapatkan pengobatan, sebaiknya segera lakukan konsultasi masalah anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bu. Semoga bayi Ibu sehat selalu!

Artikel Sejenis