Share Like
Simpan

Halo, Ibu! Selamat ya, atas kelahiran si Kecil. Semoga ia sehat selalu di masa tumbuh kembangnya ini. Sebagai orang tua baru, tentu Ibu dan Ayah perlu membekali diri dengan beragam informasi seputar tumbuh kembang si Kecil, salah satunya mengenai hal-hal apa saja yang dapat terjadi pada bayi baru lahir. Nah, beberapa waktu lalu, adik saya baru saja mengajak saya untuk ikut konsultasi masalah anak ke dokter. Saat itu anaknya sedang mengalami ruam pipi, yang menyebabakan kulitnya di bagian tersebut terlihat kering, kemerahan, dan terasa gatal.

Banyak yang beropini, bahwa ruam pipi atau yang sering disebut sebagai ruam susu pada bayi biasanya disebabkan oleh ASI. Saya pun sempat berpikir hal yang serupa, Bu. Namun, setelah konsultasi masalah anak yang terkena ruam dengan dokter, saya baru tahu bahwa ruam susu tidaklah disebabkan oleh ASI. Memang, ruam susu sering kali muncul di bagian pipi di mana daerah ini bisa terciprat oleh ASI. Akan tetapi, ruam susu ini juga bisa menyebar ke bagian leher ataupun punggung si Kecil yang tak terkena ASI apabila tak segera ditangani.

Lalu, apa sebetulnya penyebab ruam susu ini? Saat melakukan konsultasi masalah anak dengan dokter, saya diberitahu bahwa ruam susu (dalam istilah medis disebut dengan Eczema) biasanya terjadi pada bayi berusia dua hingga enam bulan. Penyebabnya pun bisa dibagi menjadi dua, Bu, yaitu:

  • Dermatitis atopik

Kondisi kulit yang seperti ini, biasanya terjadi pada bayi yang orang tuanya memiliki riwayat alergi ataupun asma. Dermatitis atopik sendiri bisa muncul di berbagai bagian tubuh selain pipi pada anak berusia 0-6 bulan, yaitu kening, kulit kepala, dan juga area popok. Sedangkan pada anak berusia 6-12 bulan, biasanya ruam akan muncul di daerah siku atau lutut.

  • Dermatitis kontak

Berbeda dengan dermatitis atopik, kondisi ini biasanya muncul akibat adanya kontak langsung antara kulit si Kecil dengan zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan alergi, seperti sabun, sampo, losion, atau karet. 

Nah, jika si Kecil mengalami   ruam seperti ini, biasanya dokter akan melakukan tes alergi padanya dan Ibu sebelum memberikan resep obat. Apabila ruam yang dialami terasa begitu gatal dan membuat si Kecil sulit tidur, umumnya dokter akan memberikan obat berupa antihistamin, obat yang biasa digunakan untuk meredakan reaksi alergi. Selain itu, ada juga beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk merawatnya di rumah, yaitu:

  1. Mandikan ia dengan air suam-suam kuku selama 10 menit. Hindari memandikannya dengan air yang terlalu hangat karena dapat membuat kulit semakin kering. Saat memandikan si Kecil, bersihkan seluruh bagian tubuhnya, termasuk leher, wajah, tangan, dan sela-sela jarinya. Sebaiknya, gunakan sabun yang tak mengandung pewangi dan diperuntukkan bagi kulit sensitif yang aman dipakai oleh bayi ya, Bu. Setelah itu, tepuk-tepuk (jangan menggosok) bagian tubuhnya dengan handuk yang lembut.
  2. Saat kulit si Kecil masih terasa lembap, oleskan losion agar kulitnya tak kering. Nah, sebelum memberikannya losion, sebaiknya Ibu melakukan konsultasi masalah anak terlebih dahulu untuk mendapatkan resep dari dokter perihal losion yang aman bagi kulit bayi yang terkena ruam, ya.
  3. Pakaikan si Kecil baju yang tak terlalu tebal untuk menghindarinya dari keringat yang bisa memperparah ruam pada kulit. Sebaiknya, pilihlah pakaian yang terbuat dari bahan katun yang cukup lembut, Bu.
  4. Potong kuku si Kecil untuk menghindari kemungkinan ia menggaruk daerah yang terkena ruam. Supaya lebih aman, Ibu juga bisa memakaikannya sarung tangan ketika tidur. Ruam yang tergaruk baik sengaja atapun tidak, bisa menyebabkan luka dan berisiko terjadinya infeksi.

Nah, itulah beberapa perawatan yang bisa dilakukan ketika si Kecil terkena ruam pipi. Sebagai pencegahan, Ibu bisa menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menimbulkan alergi seperti susu, kacang, atau produk olahan susu lainnya saat sedang menyusui agar si Kecil tak terkena alergi dari kandungan ASI yang Ibu berikan. Apabila kondisinya tak membaik setelah mendapatkan pengobatan, sebaiknya segera lakukan konsultasi masalah anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bu. Semoga si Kecil sehat selalu!