Share Like
Simpan

Supaya si Kecil tumbuh menjadi Anak Wow, orang tua perlu menanamkan berbagai karakter dan kebiasaan positif sejak dini. Salah satunya adalah kebiasaan berbagi. Artikel psikologi perkembangan anak yang saya baca menyebutkan, membiasakan balita berbagi sejak dini merupakan langkah awal menumbuhkan empati dan kepedulian si Kecil pada lingkungannya, Bu.

Sayangnya, karena ego balita cenderung tinggi, si Kecil sering kali merasa sebagai orang terpenting, sehingga apa pun kemauannya harus dituruti. Selain itu, ia cenderung keberatan berbagi. Fase inilah yang tengah anak saya alami, Bu. Bahkan, akhir-akhir ini, ia cukup sering terlibat pertengkaran dengan teman seusianya karena berebut mainan.

Beruntung, beberapa hari lalu, saya mengikuti diskusi online bersama seorang psikolog di laman Facebook Ibu & Balita. Saya pun berkonsultasi dan mendapat tips mengajari anak berbagi lewat berbagai cara, seperti bermain sambil belajar maupun melakukan aktivitas menyenangkan. Berikut selengkapnya, Bu.

  1. Menyusun Puzzle Bersama

Tahukah, Bu? Selain karena sifat egois pada dirinya masih dominan, alasan lain yang membuat si Kecil sulit untuk berbagi adalah karena ia belum memahami sepenuhnya konsep berbagi, Bu. Oleh sebab itu, Ibu perlu membantu si Kecil memahami konsep dasar berbagi lewat praktik-praktik sederhana. Contohnya, mengajaknya menyusun puzzle bersama.

Saat bermain bersama, beri tahu si Kecil bahwa ia hanya boleh memasukkan potongan puzzle pada tempatnya, bila gilirannya sudah tiba. Lewat peraturan sederhana ini, si Kecil akan perlahan mengerti bahwa ia harus bersabar menunggu gilirannya tiba dan tidak egois selama permainan berlangsung. Supaya sesi bermain dan belajar berbagi ini terasa lebih seru dan efektif, Ibu juga bisa mengajak beberapa orang teman si Kecil untuk turut bermain, lho.

  1. Bermain Rumah-rumahan

 

Di usianya kini, balita kesayangan Ibu sedang senang-senangnya meniru apa pun yang Ibu lakukan. Alasannya, ia amat suka permainan yang membuatnya harus meniru peran. Misalnya, permainan rumah-rumahan atau tamu-tamuan.

Nah, Ibu bisa lho, memanfaatkan hal ini untuk membantu si Kecil belajar berbagi secara menyenangkan. Caranya, saat bermain tamu-tamuan bersama Ibu dan teman-temannya, mintalah si Kecil berperan sebagai tuan rumah. Selanjutnya, ajari ia cara menjamu tamu dengan baik. Misalnya, mempersilakan tamunya untuk duduk di kursi yang tersedia, memberikan camilan, dan menyediakan minuman untuk setiap tamu yang hadir. Meski sederhana, cara ini perlahan akan membantu anak belajar bahwa berbagi adalah hal yang menyenangkan, seperti halnya menjamu tamu, Bu.

  1. Pilih Film Minggu Ini

Seperti halnya orang dewasa, si Kecil juga senang saat diajak menonton film, Bu. Kabar baiknya, aktivitas menyenangkan ini bisa sisipi pelajaran berbagi, lho.

Bagaimana caranya? Ibu hanya perlu menetapkan sistem giliran untuk film yang akan ditonton bersama. Misalnya, di minggu maupun bulan ini, film yang akan ditonton adalah film pilihan si Kecil. Pada minggu atau bulan selanjutnya, film yang ditonton bersama adalah film pilihan Ibu. Begitu seterusnya. Dengan begitu, tak sekadar menghibur, aktivitas menonton film bersama balita kesayangan juga sekaligus membuat anak paham bahwa ada waktunya ia berkesempatan menjadi penentu, dan ada pula waktunya ia harus mengalah dan mengikuti kemauan orang lain.

  1. Tunjukkan Mainanmu

 

Di usia bermain seperti saat ini, setiap anak termasuk si Kecil, kemungkinan memiliki mainan favorit, Bu. Saking sayangnya pada mainan favoritnya itu, si Kecil mungkin terlihat tak rela saat ada anak lain yang memainkan mainannya, sekali pun itu adalah temannya sendiri. Supaya si Kecil makin terbiasa mempraktikkan konsep berbagi, Ibu bisa memanfaatkan situasi ini.

Caranya, ajak si Kecil dan teman-temannya untuk duduk berdampingan secara melingkar sambil memegang mainan kesukaannya masing-masing. Selanjutnya, beri kesempatan pada setiap anak untuk menceritakan mainan favoritnya secara bergiliran sambil menunjukkannya kepada teman-temannya. Jika sudah, lanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu berbagi mainan. Pada sesi ini, anak yang sudah selesai menceritakan mainan favoritnya harus memberi kesempatan pada semua temannya untuk memegang mainan itu secara bergiliran. Semua anak dalam lingkaran harus mendapat kesempatan yang sama, baik untuk menceritakan mainan favoritnya maupun memegang mainan favorit temannya. Hal ini akan membuat anak pelan-pelan belajar untuk berbagi hal yang ia sukai dengan lingkungan di sekitarnya, Bu.

Menyenangkan bukan, cara berbagi yang telah disebutkan di atas? Mengingat berbagi merupakan kebiasaan baik yang perlu ditumbuhkan sejak dini, latih balita kesayangan Ibu untuk terbiasa melakukannya melalui belajar sambil bermain, Bu. Mungkin, awalnya hal ini tak akan mudah. Namun, bila dilakukan secara perlahan, lama-kelamaan si Kecil akan terbiasa kok, Bu. Yuk, terus semangat mendampingi tumbuh kembang si Kecil dan mengajarinya beragam kebiasaan positif sejak dini, supaya ia tumbuh menjadi Anak Wow yang membanggakan!