Share Like
Simpan

“Ayah, Ibu, kapan buka puasanya? Masih lama, ya?” Pernahkah Ayah mendengar pertanyaan ini saat melatih anak berpuasa? Ya, menjelang waktu berbuka merupakan saat terberat bagi si Kecil karena telah menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Oleh sebab itu, apabila Ayah sedang pulang cepat dari kantor atau di akhir pekan, tak ada salahnya menemani si Kecil ngabuburit dengan berbagai aktivitas seru berikut ini!

  • Membaca Kisah Para Nabi

Tak hanya melatih si Kecil berpuasa, momen Ramadan juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan si Kecil kepada cerita para nabi dan rasul. Agar ia tidak bosan dan mengantuk, Ayah bisa melakukan improvisasi saat membacakan cerita. Caranya, peragakan peristiwa-peristiwa yang berlangsung di buku cerita tersebut. Misalnya, saat menceritakan kisah Nabi Nuh dan perahunya, Ayah bisa berpura-pura berada di dalam perahu yang terombang-ambing banjir besar. Dengan melakukan hal ini, Ayah tak hanya memberikan pengetahuan mengenai kisah para nabi, tapi juga melatih imajinasi si Kecil.

  • Bermain Permainan Tradisional

Tahukah Ayah, permainan tradisional dapat menjadi alternatif permainan untuk merangsang gerak aktif si Kecil, lho. Jika si Kecil adalah anak laki-laki yang lincah, Ayah bisa mengajaknya bermain kelereng, layangan, bahkan gasing. Apabila ia adalah anak perempuan yang aktif, Ayah bisa mengajak bermain congklak, emprak/engklek, atau bekel. Meskipun Ayah laki-laki, tak ada salahnya menguasai permainan tradisional anak perempuan agar tetap bisa mengajak si Kecil bermain. Ayah juga bisa mengajak teman-teman si Kecil di sekitar rumah untuk bermain bersama. Makin banyak orang yang ikut serta, permainan akan makin seru.

  • Bermain Susun Kata

Jika si Kecil sudah mulai belajar mengenal huruf dan membaca, Ayah bisa mengajaknya bermain scrabble atau menyusun kata. Di awal permainan, Ayah bisa mengajak si Kecil memilih kata secara acak. Apabila si Kecil sudah mengenal berbagai istilah seputar Ramadan, seperti puasa, sahur, tarawih, dan sebagainya, Ayah bisa menentukan “puasa” sebagai tema permainan tersebut. Seru bukan?

Lalu, bagaimana jika si Kecil belum mengenal huruf? Tak perlu khawatir, Ayah bisa tetap melakukan permainan satu ini. Namun, peran Ayah tentu saja lebih besar, karena perlu menyusun huruf demi huruf sesuai kata yang disebut si Kecil. Ayah bisa meminta partisipasi si Kecil untuk mencari huruf yang dibutuhkan dengan menunjukkan bentuk huruf yang sedang dicari.

Yah, ada satu hal penting yang harus diperhatikan, yaitu respon si Kecil. Apabila ia terlihat tidak tertarik, bosan maupun kesulitan, segera tawarkan permainan lainnya. Perhatikan pula apakah si Kecil memiliki cukup energi untuk bermain sampai waktu berbuka, sehingga Ayah dan Ibu dapat melatih anak berpuasa dengan lebih baik. Jadi, selamat bermain!