Hai Bunda, daftar disini

Oktavianita Wulandari

Oktavianita Wulandari

Umum

penanganan ASMA pada ANak


Asma merupakan penyakit respiratorik kronik yang dimulai sejak anak-anak. Asma mempunyai dampak negatif pada kehidupan penderitanya, seperti menyebabkan anak sering tidak masuk sekolah, membatasi kegiatan olahraga, maupun aktivitas dengan keluarga.

Asma secara klinis adalah gejala batuk dan atau mengi berulang, terutama pada malam hari, dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan, dan biasanya terdapat atopi pada pasien dan atau keluarganya. Serangan asma adalah suatu keadaan perburukan mendadak dari gejala batuk, mengi, dan rasa dada tertekan. Saat serangan asma terjadi pelepasan zat-zat peradangan (inflamasi) seperti histamine, lekotriene, dll yang mengakibatkan penyempitan bronkus (saluran napas), pembengkakan lapisan mukosa dan penumpukan sekret kental dalam saluran napas. Semua proses ini akan meningkatkan tahanan jalan napas, terperangkapnya udara dan pengembangan paru berlebih. Akibatnya terjadi sesak serta meningkatkan risiko pneumotoraks, hipoksia, perubahan dalam gas darah, atelektasis dan ancaman gagal napas.

pencegahannya ialah Faktor alergi dan lingkungan merupakan faktor penting pencetus asma. Alergi/atopi merupakan cikal bakal penyakit yang disebabkan oleh alergi/reaksi imunologis. Selain faktor alergi dan lingkungan, faktor aktivitas fisik, infeksi, dan perubahan mendadak suhu udara juga dapat menjadi pencetus timbulnya serangan asma. Sebaiknya jangan melakukan aktivitas fisik yang berat. Sebelum melakukan aktivitas fisik sebaiknya dilakukan pemanasan terlebih dahulu, dan jika perlu diberikan obat sebelum beraktivitas. Hindari makanan yang mengandung pengawet, kacang-kacangan, minuman dingin/es dan goreng-gorengan yang dapat menimbulkan infeksi saluran napas akut. Pemakaian selimut, kaos kaki dan tangan, jaket dan topi ketika hujan maupun udara dingin dapat mencegah timbulnya asma.

penanganan
Jika anak anda sudah terdiagnosis asma dan mengalami serangan, beberapa hal yang dapat anda lakukan ialah tenangkan anak anda, tinggikan bagian kepala anak anda dengan 2-3 bantal, bantu berikan obat pereda berupa inhaler atau memakai nebulizer, ajak anak bernapas perlahan dan dalam, jika tidak ada perubahan dalam 5 menit, berikan kembali obat inhaler setiap 5-10 menit sambil bawa anak anda ke dokter.

semoga bermanfaat ya bund...........

Komentar
6 Komentar
Oktavianita Wulandari
Oktavianita Wulandari -

bunda yuni,,, sama2 ya....memang faktor keturunan juga mempengaruhi, akan tetapi selama kita mencegahnya, insyaallah tidak akan terjadi asma... salam untuk anaknya ya bund...........

Oktavianita Wulandari
Oktavianita Wulandari -

sama2 bunda ida..........
have a nice time

Yuni Arti
Yuni Arti -

uyutnya fadhiil jg punya asma, dan menurun ke bibi2, jg sepupu ku... pernah sempet takut jg anakku kena asma, mudah2an sih jangan, faktor lingkungan jg pengaruh pada asma. makanya jaga kebersihan sekitar rumah aja... thanks infonya...

Ida Elisia
Ida Elisia -

makasih buat infonya bunda..

Oktavianita Wulandari
Oktavianita Wulandari -

sama sama bunda lina....
have a nice time......... ^_^

Lina Marliana
Lina Marliana -

makasih infonya bun.. :)